Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Rabu, 19 Jun 2019 17:30 WIB

DOMESTIC DESTINATIONS

Imbas Tiket Pesawat Mahal, Hotel dan Pelaku Wisata Ikut Cemberut

Shinta Angriyana
detikTravel
Kongkow Bisnis Pas FM di Hotel Millenium (Shinta/detikcom)
Kongkow Bisnis Pas FM di Hotel Millenium (Shinta/detikcom)
Jakarta - Harga tiket pesawat yang melambung tinggi berdampak pada okupansi hotel. Tingkat hunian hotel terjun bebas.

Seperti yang diutarakan oleh Rainier H Daulany, Wakil Ketua Perhimpunan Hotel Republik Indonesia (PHRI) bahwa harga tiket pesawat yang melonjak membuat sejumlah pelaku wisata ikut merasakan dampaknya. Ia mengatakan, solusi pemerintah dianggap belum tepat sasaran.

"Paling enggak sejak April kita hanya berkutat bicara enggak ada solusi. Yang disampaikan Jokowi adalah puncak kekesalan karena beliau menetapkan pariwisata sebagai leading sector. Apa yang terjadi, karut-marut membawa dampak sangat berat bagi industri wisata," ujarnya saat berbicara dalam Kongkow Bisnis Pas FM di Hotel Millenium, Jakarta Pusat, Rabu (19/6/2019).

Rainer mengatakan, bahwa hal ini bisa dilihat dari momen Idul Fitri tahun ini. Bahwa okupansi hotel menurun khususnya di luar pulau Jawa.

"Tiket mahal sebelum kejadian dampaknya perhotelan khususnya di luar Pulau Jawa. Contoh malam takbiran di tempat-tempat orang pulang kampung. Makassar sekarang okupansi 25 persen dan Sumbar 40 persen, biasanya saat Lebaran 100 persen," tambahnya.

Menurutnya, destinasi populer seperti Bali masih bisa selamat. Hal ini, karena menjadi incaran banyak turis dan dapat dijangkau dengan jalur darat dan laut.


"Di luar Pulau Jawa turun. Bali getol karena Bali adalah gold tourist destination. Masih bisa dijangkau dengan darat dari Jawa. Syukur kita punya tol," paparnya.

Meski begitu, menurut Rainer, Bali juga mengalami penurunan meski tidak sebesar kota-kota lain. Namun tetap, jumlah ini berdampak besar bagi Pulau Dewata.

Imbas Tiket Pesawat Mahal, Hotel dan Pelaku Wisata Ikut CemberutFoto: (Shinta/detikcom)

"Bali sendiri turun 12 persen. 12 persen buat Bali berat. Dampaknya perjalanan dinas yang tadinya confirmed (jadi) dibatalkan. Waktu masukkan anggaran, anggarannya tiket saat itu (dibeli). Penyelenggara MICE ditunda bahkan cancel. Saya bicara dengan beberapa EO, transport, music, cancel. Pusat oleh-oleh, UMKM, pusat oleh-oleh mati, apalagi oleh-olehnya makanan, kan ada waktunya, mereka nggak mau bikin kadaluarsa," imbuhnya. (sna/fay)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
NEWS FEED