Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Senin, 24 Jun 2019 19:10 WIB

DOMESTIC DESTINATIONS

Para Jomblo, Ada Tradisi Ajang Cari Jodoh di Buton Tengah

Sitti Harlina
detikTravel
Foto:  Tradisi Ajang Cari Jodoh di Buton Tengah (Sitti Harlina/detikTravel)
Foto: Tradisi Ajang Cari Jodoh di Buton Tengah (Sitti Harlina/detikTravel)
Jakarta - Warga Tolandona, Buton Tengah, Sulawesi Tenggara memiliki tradisi unik Kande Tompa. Inilah ajang cari jodoh untuk yang masih jomblo.

Para gadis memberi suapan makan tamu pria yang datang, dan duduk saling berhadapan sembari bercerita saling kenal. Begitulah suasana dari tradisi unik ini.

Tradisi Kande Tompa ini merupakan tradisi turun temurun yang dilakukan oleh warga setempat. Sahrun, salah seorang tokoh masyarakat Tolandona, Kabupaten Buton Tengah mengatakan bahwa tradisi tersebut dipercaya warga sebagai salah satu ajang cari jodoh.

"Biasanya acara ini diikuti oleh muda-mudi yang belum memiliki pasangan sehingga nanti dilakukan perkenalan singkat yang dirangkaikan dengan acara makan," terangnya, Kamis (20/6/2019)

Para Jomblo, Ada Tradisi Ajang Cari Jodoh di Buton Tengah(Sitti/detikcom)


Sesi saling kenal berlangsung cepat, sejalan dengan berakhirnya alunan lagu tradisional. Pada akhir perjamuan, pria wajib memberi uang kepada gadis sebagai bentuk rasa terima kasih telah dijamu. Jamuan dilakukan berulang-ulang dan acara selesai hingga larut malam.

Reny Anguita, Peserta Kande Tompa menuturkan jika ia merasa bangga ikut sebagai salah satu peserta dalam tradisi adat tersebut. Diakuinya jika pengalaman ini menjadi pengalaman pertama baginya.

"Senang karena bisa ikut, ini pengalaman pertama buat saya," ujarnya.

Para Jomblo, Ada Tradisi Ajang Cari Jodoh di Buton Tengah(Sitti/detikcom)


Para gadis didandani dan memakai gaun tradisonal, untuk terlihat anggun. Pihak keluarga wajib menyiapkan senampan makanan dan kudapan khas lokal sebagai menu jamuan tamu pria.

Kande Tompa merupakan tradisi warisan turun temurun berusia ratusan tahun. Digelar setelah perayaan Lebaran, berselang 10 hari setelah hari raya Idul Fitri. (sna/fay)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA