Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Kamis, 04 Jul 2019 19:40 WIB

DOMESTIC DESTINATIONS

Mengenal Masjid dengan Bentuk Tak Biasa di Tol Trans Jawa

Johanes Randy Prakoso
detikTravel
Masjid di Rest Area KM 260B Banjaratma (Johanes Randy/detikcom)
Masjid di Rest Area KM 260B Banjaratma (Johanes Randy/detikcom)
Brebes - Rest Area KM 260B Banjaratma di Tol Pejagan-Pemalang sempat heboh beberapa waktu lalu. Di sana juga dapat dijumpai masjid bata merah yang tak biasa.

Mungkin ada di antara traveler yang pernah singgah ke Rest Area KM 260B Banjaratma di Tol Pejagan-Pemalang saat mudik libur Lebaran beberapa waktu lalu. Sudah soft opening, rest area yang dibangun di atas eks PG Banjaratma Brebes ini memang tampak beda dari yang lain.

Digadang-gadang sebagai rest area terindah di Indonesia, Rest Area KM 260B Banjaratma juga memiliki masjid yang tak biasa. Dibangun dari material batu-bata yang dipesan khusus, masjid tanpa kubah ini cukup mencuri perhatian.

Penasaran, detikcom pun bertanya pada Koordinator Pengelola UMK Rest Area KM 260B Banjaratma, Agung Triono lewat sambungan telepon, Kamis (4/7/2019). Dijelaskan Agung, desainnya terinspirasi dari masjid di Timur Tengah dan nusantara.

"Adaptasinya dari situ, dari masjid Timur Tengah di Istanbul, Mesir itu kan rata-rata peninggalan masjid yang kuno kan dari batu bata. Konsepnya begitu diterapkan di Inonesia di daerah kita di Jawa itu peninggalan Sunan di Jawa Barat itu kan menggunakan bata bata merah," ujar Agung.

Bangunan masjidnya (Johanes Randy/detikcom)Bangunan masjidnya (Johanes Randy/detikcom)


Di Cirebon, lumrah ditemui bangunan dengan pagar dari batu bata merah yang jadi ciri khasnya. Hal tersebut ternyata juga menjadi ciri khas peninggalan para Sunan di Pulau Jawa.

Sedangkan untuk desain, Agung mengaku kalau pihak PP selaku pengembang tidak memakai jasa arsitek. Semuanya murni dari pihak PP beserta sinergi BUMN.

"Kalau yang merancang itu murni PP dengan mengakumulasi gabungan ide dari teman-teman di kementerian sebagai pengembang daerah rest area. Akhirnya timbul ide itu, masjid dengan tumpukan batu tanpa semen yang terikat sebagai pemersatunya," ujar Agung.

Masjidnya yang unik (Anni Rohimah/d'Traveler)Masjidnya yang unik (Anni Rohimah/d'Traveler)

Lebih lanjut, desain masjid di area tersebut juga tak menyertakan menara di dalamnya. Padahal, menara umum dijumpai dalam sebuah masjid.

"Untuk menara sendiri sengaja tidak kita adakan karena ditakutkan untuk angin di daerah sini kan tergolong tinggi. Musim-musim tertentu kan datang angin kumbang. Dikhawatirkan seumpama ada menara di situ ditakutkan, karena tidak ada konsep betonisasi itu tak diizinkan," ujar Agung.

BACA JUGA: Foto-foto Masjid Tak Biasa di Tol Trans Jawa

Saat ini, Rest Area KM 260B Banjaratma Brebes pun masih terus dibenahi. Walau sudah soft opening, tapi pengoperasiannya masih di-trial atau diuji. Sudah beres 100%, hanya masih diperlukan proses finishing.

"Karena konsepnya masih trial, masih kurang kekurangan di sana-sini dari kebersihan. Masih banyak peer juga nih," tutup Agung.

Apabila melintas di Tol Trans Jawa menuju Jakarta, traveler tentunya bisa mampir dan menunaikan sholat sejenak di masjid yang ada di Rest Area KM 260B Banjaratma Brebes.

Denah Rest Area KM 260B  (Johanes Randy/detikcom)Denah Rest Area KM 260B (Johanes Randy/detikcom)


(rdy/aff)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
NEWS FEED