Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Jumat, 19 Jul 2019 16:50 WIB

DOMESTIC DESTINATIONS

Mitos Pamali Pakai Baju Hijau di Pantai Parangtritis

Shinta Angriyana
detikTravel
Pantai Parangtritis (Pradito Rida Pertana/detikTravel)
Pantai Parangtritis (Pradito Rida Pertana/detikTravel)
Jakarta - Belakangan heboh ajakan untuk menyerbu Pantai Parangtritis dengan baju hijau. Mitos pamali berbaju hijau ini sudah mengakar lama.

Sebuah unggahan di Facebook mengajak masyarakat menyerbu Pantai Parangtritis menggunakan pakaian hijau untuk membuktikan mitos dan pamalisnya. Seruan ini, sama seperti di Amerika Serikat yang ingin pergi ke Area 51 yang misterius.

Memang selama ini, ada mitos legendaris terhadap orang yang berkunjung ke Parangtritis menggunakan baju hijau. Hal tersebut dianggap pamali, karena dapat mendatangkan marabahaya.

Orang mungkin sering mengaitkan dengan mitos Nyi Roro Kidul. Mitosnya, jika memakai baju putih atau hijau, akan terkena bahaya. Hijau adalah warna khas sang penguasa laut selatan.

Ada juga yang mengatakan, bahwa Nyi Roro Kidul akan menculik orang yang berbaju hijau ke dimensi lain. Namun ternyata, ada pejelasan ilmiah mengenai mitos di Pantai Selatan ini.

Sebenarnya sederhana, Pantai Selatan memiliki ombak yang cukup kencang. Hamparan pantainya pun luas, sehingga kecenderungan untuk tertarik gulungan ombak akan lebih besar.

Bahkan, kadang arus-arus kencang juga menerjang Pantai Selatan. Arus yang mematikan ini sering disebut sebagai Rip (Rest in Peace) Current. Arus ini bisa menggerus pasir yang dipijak oleh wisatawan yang berada di kawasan bibir pantai tersebut.

Mitos Pamali Pakai Baju Hijau di Pantai Parangtritis(Pradito Rida Pertana/detikTravel)

Area gelombang pecah biasanya lebih tenang dibandingkan dengan gundukan pasir atau tumpukan karang. Bahkan, orang yang tidak siap dalam 5 detik dapat terseret hingga 100 meter ke lepas pantai.

Kekuatan Rip Current ini bervariasi. Jika kekuatannya cukup tinggi, maka akan semakin menyeret korban begitu jauh ke lepas pantai atau tengah lautan. Kasus yang sering terjadi adalah korban baru muncul ditemukan beberapa jam hingga beberapa hari kemudian.

Bahkan, ada sejumlah kasus yang bahkan korbannya tidak ditemukan jasadnya sama sekali. Hal ini kemungkinannya tersangkut oleh cerukan karang di dasar laut, sehingga jasad korban tidak bisa muncul kembali ke permukaan ketika Rip Current melemah.

Kesimpulannya sederhana mengenai kaus dan fenomena alam di sini. Jika traveler memakai baju putih atau hijau, akan sulit dicari di laut karena menyatu dengan air laut. Maka, disarankan berwarna cerah lainnya.

Simak Video "Aktifitas Pagi di Pantai Serdang, Belitung"
[Gambas:Video 20detik]
(sna/fay)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA