Dihimpun detikcom, Kamis (29/8/2019), ibukota akan pindah ke Kabupaten Kutai Kartanegara dan Penajam Paser Utara. Nah, Kabupaten Kukar punya akar sejarah yang penting.
Kabupaten Kukar dulunya adalah kerajaan. Bukan cuma satu, tapi ada dua kerajaan pernah ada di sana dan salah satunya adalah kerajaan tertua di Indonesia. Yuk disimak ceritanya:
1. Kutai Martadipura
|
Kedaton Kutai Kartanegara (Ahmad Masaul Khoiri/detikcom)
|
Penamaan Kutai Martadipura yang bercorak Hindu hanya didasarkan pada lokasi penemuan prasastinya, Yupa. Didirikan sekitar abad ke-4, kerajaan ini terletak di Muara Kaman, Kalimantan Timur, tepatnya di hulu Sungai Mahakam.
Ada tujuh Yupa yang mempresentasikan Kerajaan Kutai. Prasasti dibikin karena sikap dermawan raja paling terkemuka, Mulawarman (cucu pendiri Kutai, Raja Kundungga) yang menyumbangkan 20 ribu ekor sapi dan emas yang begitu banyak ke kaum Brahmana saat prosesi kenduri.
Kerajaan Kutai berakhir saat Raja Kutai yang bernama Maharaja Dharma Setia Warman (Raja Kutai Martadipura ke-21) tewas. Ia tewas dalam perang di tangan Aji Pangeran Anum Panji Mendapa (Raja Kutai Kartanegara ke-13).
Kisah berlanjut ke Kutai Kartanegara, adalah kerajaan bercorak Islam. Sejak tahun 1735 raja-raja Kerajaan Kutai Kartanegara bergelar sultan dan hingga sekarang disebut kesultanan.
2. Kutai Kartanegara ing Martadipura
|
Masjid Jami' Aji Amir Hasanuddin (Ahmad Masaul Khoiri/detikcom)
|
Kerajaan Kutai Kartanegara berdiri pada awal abad ke-13 di daerah yang bernama Tepian Batu atau Kutai Lama (kini menjadi sebuah desa di wilayah Kecamatan Anggana). Raja pertamanya yakni Aji Batara Agung Dewa Sakti (1300-1325).
Pada abad ke-16, Kerajaan Kutai Kartanegara di bawah pimpinan raja Aji Pangeran Sinum Panji Mendapa berhasil menaklukkan Kerajaan Kutai Martadipura. Raja Kutai Kartanegara pun kemudian menamakan kerajaannya menjadi Kerajaan Kutai Kartanegara Ing Martadipura sebagai peleburan antara dua kerajaan.
Pada masa kejayaannya hingga tahun 1959, Kesultanan Kutai Kartanegara ing Martadipura memiliki wilayah kekuasaan yang sangat luas. Ada beberapa wilayah otonom, yakni Kabupaten Kutai Kartanegara, Kabupaten Kutai Barat, Kabupaten Kutai Timur, Kota Balikpapan, Kota Bontang, Kota Samarinda, Kecamatan Penajam.
Kerajaan ini sempat mati beberapa dekade dan kemudian muncul kembali. Pada 2001, Kesultanan Kutai Kartanegara ing Martadipura kembali eksis setelah dihidupkan lagi oleh Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara setelah mendapat izin Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur).
Itu sebagai upaya untuk melestarikan budaya dan adat Kutai Kedaton. Dampak utamanya tak lepas dari potensi pariwisata yang ada di Kabupaten Kutai Kartanegara dan Penajam Paser Utara.
Apa saja destinasi yang bisa kita datangi dan melihat sejarah Kerajaan Kutai Kartanegara?
3. Museum Purbakala Muara Kaman
|
Museum Purbakala Muara Kaman (Kemdikbud)
|
Museum Purbakala Muara Kaman atau Museum Kutai Mulawarman Ing Martadipura diinisiasi oleh para arkeolog dari Universitas Negeri Malang. Karena, warga banyak menemukan benda purbakala di sini dalam rentang tahun 1991-1994.
Menurut sejarah, Muara Kaman adalah cikal bakal dari Kerajaan Kutai dengan raja yang terkenal yakni Mulawarman. Oleh karenanya, tak dipungkiri bila penemuan benda-benda purbakala itu memperkuat sejarah yang ada.
Museum Purbakala Muara Kaman memiliki tujuh buah replika prasasti acara 10.000 ekor kerbau yang dilakukan oleh Raja Mulawarman. Ada pula barang-barang temuan masyarakat seperti guci, piring, gelas, tempayan, tombak.
Ada pula batu prasasti yang belum sempat dipahat dan posisinya masih tergeletak. Di luar museum terdapat komplek makam yang diduga adalah makam raja-raja Islam dan batuan purbakala yang diyakini sebagai candi oleh masyarakat setempat yang diberi nama Lembu Ngeram.
4. Museum Mulawarman
|
Museum Mulawarman (Ahmad Masaul Khoiri/detikcom)
|
Istana Sultan Kutai pada masa itu terbuat dari kayu ulin dengan bentuk yang cukup sederhana. Istana kerajaan memang sempat mengalami perubahan, pernah terbakar hingga dibongkar yang mula strukturnya dari kayu menjadi beton, lalu dinamai Kedaton Putih.
Setelah pemerintahan Kesultanan Kutai berakhir, Kedaton Putih diserahkan ke pemprov. Pada 18 Februari 1976, pemerintah pusat untuk dikelola menjadi sebuah museum dan dinamai Museum Mulawarman.
Di dalam museum ini disajikan beraneka ragam koleksi peninggalan Kesultanan Kutai Kartanegara. Di antaranya ada singgasana, arca, perhiasan, perlengkapan perang, tempat tidur, seperangkat gamelan, koleksi keramik kuno dari China, dan lain-lain.
Saat Kesultanan Kutai Kartanegara dipulihkan kembali, sebagai upaya pelestarian kerajaan tertua di Indonesia, pemerintah membangun sebuah istana baru yang disebut Kedaton. Kedaton baru terletak di samping Masjid Jami' Aji Amir Hasanuddin dan dirancang seperti bangunan terdahulu di masa Sultan Alimuddin.
Jadi, tak hanya bentang alam saja yang jadi kekayaan Kabupaten Kutai Kartanegara dan Penajam Paser Utara. Situs-situs masa lampau yang sarat sejarah pun ada dan kini tersimpan lebih rapi. Pindah ke sana, artinya Indonesia kembali ke titik awal kerajaan Nusantara.
Halaman 2 dari 5












































Komentar Terbanyak
Koster Tepis Bali Sepi, Wisman Naik, Domestiknya Saja yang Turun
Melawai Plaza: Markas Perhiasan Jakarta yang Melegenda Itu Tak Lagi Sama
Tangis Istri Pelatih Valencia Pecah, Suasana Doa Bersama Jadi Penuh Haru