Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Minggu, 22 Sep 2019 16:20 WIB

DOMESTIC DESTINATIONS

Bermain di Atap Hutan Gunung Halimun Salak

Syahdan Alamsyah
detikTravel
Canopy Trail di Gunung Halimun Salak (Syahdan Alamsyah/detikcom)
Canopy Trail di Gunung Halimun Salak (Syahdan Alamsyah/detikcom)
Kabupaten Bogor - Anda bisa bermain di atap hutan di Gunung Halimun Salak. Hawa sejuk dengan lanskap hijau melingkupinya dan inilah Canopy Trail.

Suka dengan ketinggian? Kunjungilah Resort Stasiun Penelitian Cikaniki, di Desa Malasari, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Di area zona pemanfaatan Taman Nasional Gunung Halimun-Salak ini terdapat Canopy Trail Gunung Halimun Salak. Ketinggiannya 25 meter dengan panjang bentangan sekitar 125 meter.

Dulunya Canopy Trail Gunung Halimun Salak ini dibuat untuk pengamatan beragam satwa di area hutan hujan terluas di Pulau Jawa. Ada beragam burung juga terdapat primata Owa Jawa yang bisa diintip di sana.

"Canopy Trail dibangun tahun 1998, awalnya untuk kepentingan pengamatan sambil rekreasi. Lokasi ini terdapat beragam ekosistem, seperti berbagai jenis burung seperti Elang Jawa, Elang Hitam, Brontok, burung-burung kecil, terutama primata Owa Jawa," kata Muhammad Arsa, Kepala Resort Stasiun Penelitian Cikaniki, Sabtu (29/9/2019).


Bermain di Atap Hutan Gunung Halimun SalakFoto: (Syahdan Alamsyah/detikcom)
Sayangnya saat detikcom di lokasi tidak sempat melihat langsung primata yang dilindungi tersebut. Namun, dari kejauhan terdengar suara sayup-sayup mirip Owa Jawa.

Ada ratusan anak tangga yang harus dilewati untuk sampai ke Canopy Trail Gunung Halimun Salak paling atas. Selain berketinggian maksimal 25 meter, ada pula yang hanya 15 meter yang keduanya sama-sama melintasi aliran sungai kecil.

Ada beberapa aturan yang harus dipatuhi traveler saat naik. Yakni, kanopi ini hanya bisa mengakomodir maksimal 5 orang dengan jarak 5 meter per orangnya per shelter saat melintas.

"Selain itu, tidak boleh berlari atau melompat-lompat saat berada di atas shelter," jelas Arsa.

Adrenalin terpacu saat melangkahkan kaki pertama kali ke atas pijakan kayu Canopy Trail Gunung Halimun Salak. Angin yang lumayan kencang di ketinggian dengan perlahan membuat jalur kanopi bergoyang.


Bermain di Atap Hutan Gunung Halimun SalakFoto: (Syahdan Alamsyah/detikcom)

"Kita pastikan aman, setiap hari kita cek kondisinya. Mengingat jalur menuju lokasi memang harus melalui trek yang lumayan berbatu. Pengunjung kita rata-rata hanya 50 orang per bulannya," tutur Arsa.

Tarif untuk merasakan sensasi Canopy Trail Gunung Halimun Salak hanya Rp 25 ribu per orang. Untuk rombongan per 10 orang harganya bisa lebih murah lagi, yakni hanya Rp 150 ribu.

Masih belum puas dan ingin menginap di lokasi? Bisa, jaraknya hanya sekitar 200 meter dari lokasi Canopy Trail Gunung Halimun Salak yang juga merupakan kantor resort. "Untuk menginap per kamar Rp 250 ribu untuk satu malam," ucap Arsa.

Selain kanopi, masih di sekitar lokasi tersebut, ada objek wisata air terjun yakni Curug Macan dan perkebunan teh Nirmala. Saat malam, ada lagi suguhan pemandangan ajaib dari Glowing Mushroom, jamur yang mengeluarkan cahaya hijau

Untuk pengguna kendaraan pribadi dari arah Jakarta yang ingin menuju lokasi begitu keluar Tol Jagorawi langsung masuk ke Tol Bocimi. Lalu arahkan kendaraan ke Cigombong menuju Stasiun Parungkuda melewati Kecamatan Kalapanunggal, Bojong Genteng, Kabandung (Kantor Balai) kemudian berlanjut ke Cipeteuy dan masuk Kawasan Cikaniki.

"Kalau kendaraan pribadi memakan waktu dari Tol Bocimi sekitar 2 hingga 3 jam. Kalau pengguna angkutan umum bisa naik Bus dari Kampung Rambutan, arah ke Stasiun Parungkuda, naik angkot L300 jurusan Cipeteuy. Berlanjut naik ojek seharga Rp 75 ribu sampai Rp 100 ribu untuk ke lokasi ini," pungkasnya.
Halaman
1 Tampilkan Semua

(msl/msl)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA