Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Rabu, 25 Sep 2019 16:10 WIB

DOMESTIC DESTINATIONS

Bungker & Makam Jepang yang Misterius di Simeulue Barat

Johanes Randy Prakoso
detikTravel
Bangunan peninggalan Jepang di Simeulue Barat (Randy/detikcom)
Bangunan peninggalan Jepang di Simeulue Barat (Randy/detikcom)
Simeulue - Tak sedikit peninggalan penjajah Jepang di tanah air. Salah satunya berupa bungker dan makam Jepang di Kecamatan Simeulue Barat, Simeulue.

Tim detikcom dan Bank BRI melakukan kunjungan ke Pulau Simeulue yang masuk Provinsi Aceh pada 28 Agustus hingga 5 September 2019 lalu. Pada kunjungan itu, detikcom pun menemukan banyak cerita dari kabupaten yang dikenal akan ombak dan lobsternya tersebut.

Salah satu temuan yang cukup menarik adalah saat tim berkunjung ke Sibigo di Kecamatan Simeulue Barat. Berbekal rekomendasi dari warga sekitar, kami pun melihat bungker dan makam yang konon merupakan peninggalan penjajah Jepang.

Heri AT, warga sekaligus pemandu (Randy/detikcom)Heri AT, warga sekaligus pemandu (Randy/detikcom)
Hal itu pun diungkapkan oleh warga lokal yang menjadi pemandu kami, Heri AT. Dibantu olehnya, kami terlebih dulu menemukan kuruk-kuruk atau sebuah bekas bangunan pengintaian yang memiliki ruang khusus untuk menembakkan peluru secara diam-diam.

"Ini milik Jepang, tempat pengintaian musuh dia," ujar Heri AT.

Bahkan menurut Heri, dahulu tak jauh dari pantai di dekat kuruk-kuruk dapat dijumpai bekas perahu karam. Namun, keberadaannya tiada karena faktor cuaca hingga alam.

"Di sinilah tenggelamnya kapal 16 zaman Jepang, tapi gak utuh lagi karena ada tsunami," pungkas Heri.




Setelah melihat kuruk-kuruk, Heri pun mengajak kami masuk ke dalam hutan untuk melihat peninggalan Jepang lainnya. Setelah berjalan sekitar 5 menit, Heri menunjuk bekas fondasi yang dipercaya sebagai makam hingga bungker Jepang.

"Yang di sana tempat pemakaman istilahnya dari penjajah Jepang. Kalau ada yang tertembak yang luka gak mau sembuh itu lah tempatnya," ujar Heri.

Bungker yang konon peninggalan Jepang (Randy/detikcom)Bungker yang konon peninggalan Jepang (Randy/detikcom)
Walau belum ada catatan detil soal itu, tapi Heri meyakini bahwa peninggalan itu adalah milik Jepang. Dijelaskan, ia pertama kali mengetahui perihal keberadaan bangunan bersejarah itu dari almarhum neneknya dulu.

"Kita waktu melihat kebun dengan orang tua, tempat bersejarah ini dikasih tahu dari zaman dahulu," tutup Heri.

Menurut catatan dari Disbudpar Simeulue, terdata ada 12 bungker peninggalan Jepang yang tersebar di seluruh Pulau Simeulue. Beberapa ada yang telah dipugar dan sisanya masih dibiarkan apa adanya.

Ikuti terus berita tentang ekspedisi di pulau-pulau terdepan Indonesia di tapalbatas.detik.com!



Simak Video "Mantan Nelayan Berdayakan Masyarakat Lewat Usaha Kupas Kelapa"
[Gambas:Video 20detik]
(rdy/rdy)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA