Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Jumat, 27 Sep 2019 18:50 WIB

DOMESTIC DESTINATIONS

Melihat Momen Jamasan Seribuan Benda Pusaka di Purworejo

Rinto Heksantoro
detikTravel
Jamasan pusaka di Purworejo (Rinto Heksantoro/detikcom)
Purworejo - Seribuan benda pusaka koleksi Museum Tosan Aji Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah dijamas atau disucikan. Selain melestarikan budaya ini sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat bagaimana merawat pusaka.

Sebanyak 1.138 pusaka berupa keris, tombak, pedang, kujang hingga seperangkat gamelan peninggalan bupati pertama Purworejo RAA Tjokro Nagoro dijamas agar terjaga keawetannya. Jamasan dilakukan di jalan dr Setiabudi tepatnya di depan pendopo bupati pada Jumat (27/9/2019) sore.

"Penjamasan ini agar pusaka awet dan tidak cepat rusak. Selain itu, jamasan juga merupakan upaya untuk melestarikan kebudayaan sekaligus memberikan edukasi kepada mayarakat bagaimana cara membersihkan dan merawat pusaka itu," kata Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Purworejo, Agung Pranoto ketika ditemui detikcom usai acara jamasan.

Jamasan dilaksanakan pada bulan sura dan hari Jumat Kliwon lantaran merupakan hari yang baik menurut perhitungan Jawa. Sebelum dijamas, pusaka diarak dari pojok alun-alun barat menuju tempat jamasan dan diiringi oleh para pengawal yang berpakaian ala prajurit Keraton serta tarian Cin Po Ling.

Dibawa dengan menggunakan nampan bertabur bunga oleh punggawa dan dipayungi dengan Pusaka Payung Tombak Cacing Kanil, pusaka-pusaka itu kemudian dijamas oleh seorang petugas museum. Berbagai uba rampe atau bahan pun digunakan untuk membersihkan benda-benda pusaka tersebut. Berbagai bahan diramu khusus menjadi resep kombinasi jamasan yang diambil dari berbagai unsur.

Saat Ribuan Pusaka Purworejo Dicuci Jadi Wisata BudayaFoto: (Rinto Heksantoro/detikcom)


"Untuk yang pertama dijamas adalah pusaka milik kabupaten yakni keris mataraman dengan dapur tilam upih pamor bendo segodo dari abda ke-17, cundrik pamor adeg abad ke-14 dari kerajaan pajajaran, pedang luwuk abad ke-17 dari kerajaan mataram dan tombak biring pamor singkir abad ke-13 dari kerajaan pajajaran," papar Agung.


Setelah jamasan pusaka utama selesai, kemudian dilanjutkan dengan jamasan untuk pusaka lain yang merupakan koleksi dari Museum Tosan Aji. Tidak hanya koleksi milik museum Tosan Aji, ratusan pusaka milik masyarakat pun juga dititipkan untuk ikut dijamas.

"Jamasan sendiri sudah berlangsung sejak tanggal 1 Sura lalu dan terus dilaksanakan selama bulan sura karena tidak harus diselesaikan dalam sehari. Dari warga masyarakat juga banyak yang nitip untuk dijamas," tutupnya.

Saat Ribuan Pusaka Purworejo Dicuci Jadi Wisata BudayaFoto: (Rinto Heksantoro/detikcom)


Simak Video "Uniknya Tradisi Nyangku, Tasikmalaya"
[Gambas:Video 20detik]
(msl/krs)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA