Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Senin, 30 Sep 2019 19:05 WIB

DOMESTIC DESTINATIONS

Bisa Lihat 'Paus' Sampai Penyu di Pulau Tidung Kecil

Johanes Randy Prakoso
detikTravel
Museum Kerangka Paus di Pulau Tidung Kecil (Randy/detikcom)
Museum Kerangka Paus di Pulau Tidung Kecil (Randy/detikcom)

FOKUS BERITA

Wisata Pulau Seribu
Kepulauan Seribu - Pulau Tidung Kecil di Kepulauan Seribu hadir sebagai pusat konservasi. Mulai dari penyu sampai 'paus' bisa dijumpai di sana.

Apabila Pulau Tidung Besar terkenal akan jembatan cinta dan pantainya yang menawan, menyeberang ke sisi kanan dapat ditemui Pulau Tidung Kecil yang fokus pada eco tourism atau wisata berbasis lingkungan.




Sebut saja tempat pembibitan pohon mangrove atau bakau, dapat dijumpai traveler di sana. Tak cuma itu, Pulau Tidung Kecil juga memiliki pusat konservasi penyu hingga Museum Kerangka Paus yang menyimpan kerangkanya. detikcom pun melihatnya langsung saat berkunjung ke sana weekend pekan lalu.

Berjalan sedikit dari area perkemahan, ada dua spot konservasi yang dapat dilihat traveler. Yang pertama adalah tempat konservasi ikan nemo atau ikan badut, sementara di samping kanannya ada tempat penangkaran penyu hijau.

Penangkaran penyu hijau (Randy/detikcom)Penangkaran penyu hijau (Randy/detikcom)

Tak perlu ragu, siapa pun diperbolehkan melihat ikan nemo dan penyu hijau di sejumlah bak yang ada di sana. Selain bisa melihat sejumlah fauna laut tersebut, traveler juga bisa membaca sejumlah fakta tentang mereka lewat papan informasi yang tertempel di dinding

Bergeser sedikit ke kanan, berdiri sebuah Museum Kerangka Paus yang didedikasikan khusus untuk mamalia raksasa tersebut. Masuk ke dalamnya, traveler bisa menjumpai kerangka paus sperma sungguhan yang besar bukan main.

Kerangka paus sperma (Randy/detikcom)Kerangka paus sperma (Randy/detikcom)

Dalam papan informasi yang tertera di museum, tertulis kalau kerangka paus sperma atau sperm whale itu memiliki panjang 13 meter dan berat delapan ton saat ditemukan. Diketahui, paus sperma malang itu terdampar kedua kalinya di Pantai Muara Gombong Bekasi pada 29 JUli 2012 setelah sempat diselamatkan saat pertama kali terdampar.




Malang, paus sperma itu tidak tertolong untuk yang kedua kalinya. Untuk pengingat, pihak Kementerian Kelautan dan Perikanan DKI Jakarta memilih untuk menyimpan kerangkanya dai ditaruh di museum ini sebagai bentuk edukasi bersama dengan Universitas IPB Bogor.

Traveler yang penasaran dan ingin melihatnya pun bisa berkunjung ke Pulau Tidung Kecil yang berjarak kurang dari dua jam perjalanan laut dari Muara Angke atau Dermaga Marina Ancol. Tidak dikenakan biaya untuk masuk ke museum tersebut.




Simak Video "Pesona Pulau Sabira di Ujung Jakarta"
[Gambas:Video 20detik]
(rdy/krs)

FOKUS BERITA

Wisata Pulau Seribu
BERITA TERKAIT
BACA JUGA