Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Rabu, 09 Okt 2019 06:40 WIB

DOMESTIC DESTINATIONS

Kisah Meriam Keramat yang Tak Boleh Keluar Pulau

Bonauli
detikTravel
Meriam di Tempat Keramat (Muhammad Ridho)
Meriam di Tempat Keramat (Muhammad Ridho)
Miangas - Ada sebuah kisah mistis dari Pulau Menangis. Di atas bukitnya ada meriam-meriam keramat yang bisa membawa bala bagi yang mencurinya.

Di perbatasan Utara Indonesia, ada Pulau Miangas yang jadi garda terdepan bangsa. Di atas bukitnya, ada sebuah destinasi wisata bernama Tempat Keramat.

Tempat Keramat ini menyimpan 4 buah meriam peninggalan Portugis. Bertugas menjadi penjaga Pulau Miangas, meriam ini diibaratkan sebagai keluarga.

"Karena ada 4, diibaratkan sebagai opa, oma, papa, dan mama," ujar Ismael Essing sebagai ketua adat Mangkubumi 2 di Miangas.

Karena identitasnya sebagai benda bersejarah, meriam-meriam ini seringkali dicuri oleh orang dari luar pulau. Yang paling sering jadi korban, adalah meriam mama.

Kisah Meriam Keramat yang Tak Boleh Keluar dari PulauFoto: (Bonauli/detikcom)


Meriam mama memiliki bentuk yang lebih ramping. Meriam mama punya bagian tengah yang bisa diangkat dan dipisahkan, masyarakat menyebutnya meriam anak. Karena kecil, bagian meriam ini seringkali jadi bahan pencurian.

"Pernah ada yang mencuri meriam kecil itu, tak ada yang tahu," cerita Ismael.




Pencuri tersebut membawa meriam kecil lewat kapal. Lautan yang tadinya teduh berubah menjadi badai. Sang pemiliki kapal tahu bahwa ada yang tak beres dengan penumpangnya, apalagi habis berlabuh dari Miangas.

Sang kapten menggeledah semua barang milik penumpang. Sampai akhirnya diketahuilah ada meriam kecil yang dicuri dari Tempat Keramat. Memang, meriam ini sudah begitu populer, apalagi dengan julukannya sebagai pembawa bala jika keluar dari Tempat Keramat.

"Begitu tahu ada meriam kecil ini, kapal kembali ke Miangas dan melaporkannya ke ketua adat," lanjut Ismael.

Kisah Meriam Keramat yang Tak Boleh Keluar dari PulauFoto: (Bonauli/detikcom)


Meski demikian, masih ada saja orang yang mencoba untuk mencuri meriam kecil ini. Seperti yang dilakukan oleh seorang TNA-AL yang bertugas di Miangas. Karena tergiur dengan benda keramat ini, petugas ini mencurinya dari Tempat Keramat.

Padahal untuk masuk ke Tempat Keramat saja dibutuhkan izin dari Kepala adat Mangkubumi. Ini sudah jadi peraturan adat.




"Waktu itu tak ada yang tahu bahwa meriam kecil dicuri. Petugas ini menyimpannya sendiri," ungkap Ismael.

Setelah berhasil menyembunyikan meriam kecil, sang TNI mulai sakit-sakitan. Rambutnya mulai rontok, ubanan dan kurus, bahkan dokter tak tahu penyakit apa yang dideritanya.

Kisah Meriam Keramat yang Tak Boleh Keluar dari PulauFoto: (Bonauli/detikcom)


Setelah sebulan lamanya tak kunjung sembuh, warga mulai menyadari ada yang tak beres dengan petugas ini. Diketahui juga bahwa meriam kecil ini tak ada di Tempat Keramat.

"Setelah ditanya pelan-pelan, akhirnya petugas ini mengaku sudah menyimpan meriam kecil. Kemudian dia kembalikan ke ketua adat. Kemudian dia sembuh" kata Ismael.

Sampai saat ini, cerita meriam kecil itu terus diceritakan kepada pengunjung yang datang. Alasannya supaya tidak ada yang berani mencurinya. Selain jadi benda kuno, meriam ini juga peninggalan yang sangat berarti buat warga Miangas.




Simak Video "Meriam Portugis, Saksi Sejarah Rakyat Miangas Melawan Penjajah"
[Gambas:Video 20detik]
(bnl/bnl)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA