Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Sabtu, 19 Okt 2019 21:50 WIB

DOMESTIC DESTINATIONS

5 Fakta Taman Sari, Sejarah dan Mitos di Balik Keindahannya

Abdul Jalil
detikTravel
5 Fakta Taman Sari, Sejarah, dan Mitos Di Balik Keindahannya/Foto: Lenny Permata/dtraveler
5 Fakta Taman Sari, Sejarah, dan Mitos Di Balik Keindahannya/Foto: Lenny Permata/d'traveler
Jakarta - Taman Sari merupakan salah satu tempat wisata di Yogyakarta yang menarik untuk dikunjungi. Tempat ini juga memiliki bangunan bersejarah dan artistik yang cocok buat objek foto.

Lokasinya yang tak jauh dari Titik Nol Yogyakarta ini, juga menjadi tujuan wisata yang banyak diminati wisatawan lokal maupun asing. Taman Sari sebagai salah satu peninggalan sejarah kebanggaan keraton Yogyakarta tersebut, terdapat sesuatu bangunan unik yang kental nuansa kuno, lengkap dengan kolam pemandian, kanal air, jembatan gantung, hingga lorong bawah tanah.

Ternyata, selain memiliki sejarah yang unik, keindahan kampung wisata Taman Sari ini juga memiliki mitos yang beredar di masyarakat Yogyakarta. Penasaran seperti apa?

Berikut 5 fakta sejarah dan mitos Taman Sari Yogyakarta, yang detikcom rangkum dari berbagai sumber:



1. Sejarah

Situs Taman Sari diketahui telah berdiri sejak tahun 1785, yang ditandai dengan candra sengkala catur naga rasa tunggal (tanda istana baru) oleh Sri Sultan Hamengkubuwono I. Hingga saat ini, bangunan Taman Sari Yogyakarta tersebut masih berdiri kokoh, meskipun pernah direnovasi akibat gempa di Yogyakarta pada 27 Mei 2006.

Kampung wisata Taman sari menurut informasi yang bersumber dari pihak keraton, maupun balai pelestarian bangunan dan cagar budaya, konon merupakan danau yang cukup luas, dilengkapi dengan parit dari Taman Sari menuju ke bangunan pusat keraton melalui segaran.

Taman Sari yang sejatinya merupakan sebuah pesanggrahan, yang pada masa pembangunannya dipimpin langsung oleh Sri Sultan Hamengku Buwono I dan Bupati Madiun Raden Rangga Prawirasentika dipercayakan sebagai penanggung jawab pelaksanaanya, sedangkan konstruksinya oleh Bupati Kiai Tumenggung Mangoendipoero.

2. Filosofi

Sejak awal, Pesanggrahan Taman Sari dibangun untuk keperluan pertahanan dalam arti secara phisik, namun secara filosofi pesanggrahan Taman Sari memiliki dua nilai yang ingin dideskripsikan. Yakni proses pencarian kesenangan duniawi, yang disimbolkan dengan adanya taman dan kolam yang indah. Namun di sisi lain, ada bangunan utama yang disebut sumur gemuling, serta adanya Mihrab (tempat imam) yang biasa digunakan untuk imam sholat. Bisa diartikan, sumur gemuling yang menjadi bagian dari Taman Sari tersebut, merupakan simbol ujian bagi seseorang dalam kehidupan di dunia, yakni antara kesenangan duniawi dengan aturan aturan illahi, semua itu digambarkan dalam pesanggrahan Taman Sari maupun pesanggrahan lain.

Menurut berbagai sumber, arsitektur megah dan indah di kompleks Taman Sari ini, merupakan perpaduan dari berbagai macam budaya yang ada. Karena Sultan Hamengku Buwono I adalah seorang pecinta karya seni, dan Taman Sari ini merupakan karya arsitektur monumental pada masa kepemimpinannya. Konon kabarnya, Taman sari juga dikatakan sebagai istana air, yang digunakan untuk tempat pemandian permaisuri serta para putri raja pada masanya.

Selanjutnya
Halaman
1 2
BERITA TERKAIT
BACA JUGA