Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Kamis, 24 Okt 2019 12:50 WIB

DOMESTIC DESTINATIONS

Sudah Tahu Sumedang Tak Cuma Tahu? Museum Sarat Sejarah pun Ada

Mukhlis Dinillah
detikTravel
Museum Prabu Geusan Ulun di Sumedang (Mukhlis Dinillah/detikcom)
Sumedang - Kabupaten Sumedang identik dengan tahunya yang khas. Nah, apakah traveler juga tahu kalau Sumedang tak sekadar kuliner tahu? Ada banyak destinasi wisata menarik di sana, termasuk untuk wisata sejarah.

Salah satunya adalah Museum Prabu Geusan Ulun. Mengunjungi museum yang lokasinya berada di samping Gedung Negara, Pemkab Sumedang ini bagaikan menelusuri potret sejarah Kabupaten Sumedang.




Nama museum ini sendiri diambil dari nama Raja terakhir Kerajaan Sumedang Larang. Museum yang pertama dibuka pada 11 Maret 1974 itu memiliki enam gedung penyimpanan peninggalan sejarah.

Bukan Cuma Tahu, Sumedang Juga Punya Museum LohMuseum ini sarat akan peninggalan sejarah Kerajaan Sumedang (Mukhlis Dinillah/detikcom)
Enam gedung tersebut yaitu Gedung Sri Manganti (menerima tamu), Bumi Kaler (rumah dinas bupati), Gendeng (menyimpan pusaka lama), Pusaka, Gamelan dan Gedung Kereta Kencana. Total luasnya 1,8 hektar.

"Semua gedungnya juga peninggalan sejarah, ada yang sudah ada sejak 1706 (Gedung Sri Meganti), Bumi Kaler (1850). Masih asli belum banyak perubahan," kata pengelola museum Dewi Yupiadi kepada detikcom, Kamis (24/10/2019).

Dalam museum ini terdapat empat koleksi kereta kencana yang pernah menjadi kendaraan Kerajaan Sumedang Larang. Di antaranya kereta kencana Naga Paksi.

Bukan Cuma Tahu, Sumedang Juga Punya Museum LohKereta Kencana Naga Paksi yang bersejarah (Mukhlis Dinillah/detikcom)
Selain itu, dalam Gedung Gamelan terdapat koleksi gamelan Sari Oneng Parakansalak, Sari Oneng Mataram, Degung Pusaka Sari Arum, dan lainnya.

"Gamelan Sari Oneng Parakansalak yang dibuat 1825 ini pernah tampil dalam pembukaan Menara Eiffel, Paris," ungkap dia.




Sudut lainnya yaitu peninggalan benda-benda pusaka di Gedung Gendeng seperti Makuta Binokasih, keris, pedang dan senjata pada kerajaan Sumedang Larang. Setiap tahunnya benda pusaka ini dicuci pada bulan Mulud atau Maulid Nabi.

"Makuta Binokasih ini Mahkota Kerajaan Pajajaran yang diserahkan kepada Prabu Geusan Ulun disimpan di Museum Prabu Geusan Ulun oleh para Kandaga Lante Kerajaan Pajajaran sebagai legitimasi untuk meneruskan tirah Siliwangi," jelas dia.

Ada juga aneka koleksi gamelan Ada juga aneka koleksi gamelan (Mukhlis Dinillah/detikcom)
"Ada juga Gedung Kaler yaitu rumah dinas bupati (pada zamannya)," menambahkan.

Museum Prabu Geusan Ulun ini dibuka untuk umum hari Selasa - Kamis dan Sabtu - Minggu mulai pukul 08.00 WIB hingga 14.00 WIB. Setiap hari Senin dan Jumat tidak beroperasi.

"Tarifnya untuk anak-anak Rp 3 ribu, dewasa Rp 5 ribu dan turis asing Rp 20 ribu. Setiap harinya rata-rata kunjungannya 100 orang. Anak-anak sekolah banyak sebagai sarana edukasi juga," ujar Dewi.




Simak Video "Museum Fatahillah Jakarta, Cerita Sejarah Batavia Tempo Dulu"
[Gambas:Video 20detik]
(rdy/krs)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA