Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Sabtu, 02 Nov 2019 13:45 WIB

DOMESTIC DESTINATIONS

Selamat Datang di Kabupaten yang Penuh Kejutan

Syanti Mustika
detikTravel
Pantai Batulamapu di Pulau Sebatik (Okta/detikcom)
Pantai Batulamapu di Pulau Sebatik (Okta/detikcom)
Jakarta - Jauh dari jangkauan karena lokasinya yang berada di wilayah perbatasan, Kabupaten Nunukan di Kalimantan Utara punya alam dan budaya yang luar biasa kaya.

detikcom bersama PLN mengadakan program Tapal Batas yang mengulas mengenai perkembangan infrastruktur listrik, perekonomian, pendidikan, pertahanan dan keamanan, hingga budaya serta pariwisata di beberapa wilayah terdepan.

Salah satunya adalah berkunjung ke Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara. Kami berkunjung ke tiga tempat yaitu Pulau Nunukan, Pulau Sebatik, dan Krayan.
Tiga wilayah yang terdengar asing itu sendiri berada di perbatasan Indonesia dengan Malaysia, secara spesifik Serawak dan Sabah.

 Islamic Center Nunukan (Okta/detikcom) Islamic Center Nunukan (Okta/detikcom)

Berangkat dari Bandara Halim Jakarta, kami menuju ke Tarakan dahulu karena kami memilih penerbangan transit. Setelah sampai di Tarakan barulah kami melanjutkan terbang ke Pulau Nunukan dengan pesawat Wings.

Pulau Nunukan juga bisa ditempuh dengan speedboat dari Tarakan dengan durasi sekitar 3 jam. Ada pula alternatif dengan pesawat, yang memakan waktu sekitar 30 menit saja.

Pulau Nunukan merupakan salah satu pulau penghasil rumput laut terbesar di Indonesia. Bahkan di sana rumput laut juga diolah menjadi cemilan yang bisa dijadikan oleh-oleh.

Cemilan dari rumput laut (Pradita/detikFoto)Cemilan dari rumput laut (Pradita/detikFoto)

Jalan-jalan di Pulau Nunukan wajib hukumnya singgah ke Islamic Center Nunukan yang dibangun persis di pinggir laut. Selain arsitekturnya megah, kamu juga bisa menikmati laut nan indah dan perbukitan yang mengelilingi kawasan masjid.

Ingin menyegarkan mata di kawasan hijau? Datang saja ke Kebun Raya Binusan. Di sana kamu bisa berfoto dan main air di Air Terjun Binusan.

Daya tarik lain Nunukan adalah petani rumput lautnya. Kamu bisa datang ke Desa Tanjung Harapan dan melihat langsung bagaimana petani rumput laut menanam bibit, panen, mengumpulkan rumput laut sampai ke proses penjemuran.

Kita bergeser ke Sebatik, pulau yang terkenal dengan sebuah rumah yang berada di dua perbatasan negara. Ruang tamunya ada di garis batas Indonesia, dapurnya ada di Malaysia. Bikin penasaran kan?

Selamat Datang di Kabupaten yang Penuh KejutanAnak-anak Suku Dayak Lundayah (Pradita/detikFoto)

Datang ke sebuah pulau tentu akan kian lengkap dengan aktivitas menikmati sunset. Hal itu bisa dilakukan di Pantai Batulamapu.

Krayan, yang hanya bisa dijangkau dengan jalur udara saja, menjadi daerah menarik lain yang wajib dikunjungi. Penerbangan ke daerah ini sangat terbatas dan bahkan berpengaruh ke cuaca. Ada apa di sana?

Di Krayan kamu bisa bertemu dengan Suku Dayak Ludayah, suku asli yang menghuni wilayah Krayan. Pola kehidupan di sini relatif sudah modern, tapi nilai tradisional suku Dayak masih tetap terjaga dengan baik.

Sempatkan pula lihat beraneka benda dan budaya Suku Dayak Lundayah di Rumah Budaya Krayan. Di sini kamu bisa menemukan benda-benda yang dulunya dipakai orang Dayak keseharian dan dengarkan cerita dari tokoh adat setempat.

Saat berada di sana, bersiaplah dibuat kagum dan tersentuh dengan keramahan warga Krayan. Aktivitas tegur sapa jadi hal jamak. Maka sebagai turis jangan pelit senyum ya, apalagi masyarakat setempat senantiasa ringan tangan membantu kita yang butuh bantuan mengenai Krayan.

Pemandangan di Krayan (Okta/detikcom)Pemandangan di Krayan (Okta/detikcom)

Siswa-siswa SD di sana juga penuh semangat. Bercita-cita menjadi dokter, tentara, polisi hutan, dokter hewan mereka suarakan dengan lantang saat ditanya dewasa ingin menjadi apa. Sekali lagi, perbatasan bukan berarti harus membatas diri kan?

Krayan terkenal dengan garam gunung dan beras organiknya. Bisa bayangkan bagaimana wilayah pegunungan bisa memproduksi garam? Biasanya garam di produksi di wilayah pesisir pantai kan? Itulah spesialnya Krayan.

Ingin menikmati pemandangan dari ketinggian? Daki saja Yuvei Semaring, sebuah bukit yang punya cerita yang berhubungan dengan sosok legenda bernama Yuvei Semaring. Bahkan nama Yuveo Semaring juga digunakan sebagai nama bandara Krayan.

Walau belum semua desa di Krayan teraliri listrik 24 jam, bukan berarti segala aktivitas warga di sini suram atau terbengkalai. Dibalik keterbatasan, mereka bisa bisa bertahan dan tetap tersenyum menyambut siapapun yang datang dan ingin mengenal Krayan lebih dalam lagi.

Teruntuk kamu turis yang ingin datang, tak ada hambatan karena di Krayan kamu akan menemukan ketenangan. Tempat ini sangat sejuk, tenang, hijau dan udaranya super bersih. Cocok sekali buat traveler yang ingin kabur dari rasa penat akibat kesibukan rutinitas.

Ikuti terus berita tentang ekspedisi di pulau-pulau terdepan Indonesia di tapalbatas.detik.com!












Simak Video "Sepenggal Kisah Anak Bangsa, Terpisah dari Keluarga Demi Tuntut Ilmu"
[Gambas:Video 20detik]
(sym/aff)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA