Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Minggu, 03 Nov 2019 19:05 WIB

DOMESTIC DESTINATIONS

Batik yang Indah di Utara Indonesia, dari Tangan Narapidana

Syanti Mustika
detikTravel
Batik Lulantatibu (Pradita Utama/detikcom)
Batik Lulantatibu (Pradita Utama/detikcom)
Nunukan - Mungkin sedikit orang yang tahu, bahwa Kabupaten Nunukan punya lapas yang memproduksi batik khas Nunukan. Batik Lulantatibu namanya. Seperti apa ya?

detikcom bersama PLN mengadakan program Tapal Batas yang mengulas mengenai perkembangan infrastruktur listrik, perekonomian, pendidikan, pertahanan dan keamanan, hingga budaya serta pariwisata di beberapa wilayah terdepan.

Salah satunya di Kabupaten Nunukan di Kalimantan Utara. Tim Tapal Batas detikcom bersama PLN datang ke Kabupaten Nunukan pada tanggal 4-12 Oktober 2019 lalu. Salah satu tempat yang kami kunjungi adalah Pulau Nunukan.

Ada hal yang menarik di Pulau Nunukan, dimana salah satu rumah kreatif di sana berada di dalam lapas dan aktif. Mereka memproduksi kain batik yang merupakan khas Nunukan, yaitu Batik Lulantatibu.

Batik Lulantatibu yang sudah jadi (Pradita/detikcom)Batik Lulantatibu yang sudah jadi (Pradita/detikcom)


detikcom pun berbincang dengan Halif Shodiqulamin, Kepala Seksi Bina Narapidana dan Kegiatan Kerja di Lapas Kelas IIB Nunukan. Halif menuturkan bahwa kegiatan membatik ini merupakan kerjasama dengan Dinas Pariwisata Nunukan.

"Kegiatan membatik ini merupakan kerjasama lapas dengan Dinas Pariwisata Nunukan dalam pengembangan dan budidaya Batik Lulantatibu," ungkap Halif membuka cerita.

Halif pun menceritakan bahwa Batik Lulantatibu menjadi identitas dari Nunukan. Motifnya yang khas mewakili 5 suku dayak yang ada di Kabupaten Nunukan.

"Nama Lulantatibu merupakan singkatan dari 5 etnis Dayak yaitu Dayak Lundayah, Dayak Tagalan, Dayak Taghol, Dayak Tidung dan Bulungan. Dan tentu saja batik ini memiliki corak khas yang mewakili etnis-etnis Dayak di Kabupaten Nunukan," paparnya.

Pencatingan kain (Pradita/detikcom)Pencatingan kain (Pradita/detikcom)


Proses pembuatan batik ini sama seperti pembuatan batik pada umumnya. Yang membuat beda adalah motifnya yang sangat khas.

"Proses pembuatannya sama seperti pembuatan batik pada umumnya. Pembuatan pola, kemudian proses pencantingan, lanjut ke pewarnaan, dan tahap finishing. Di tahap akhir kita rendam kain untuk penghilangan lilin dan kita jemur," jelasnya.

Kegiatan membatik di Lapas Kelas IIB Nunukan ini telah berlangsung selama 3 bulan. Walau tergolong masih baru, namun mereka telah berhasil menjual produk batik.

"Kita telah mengadakan kegiatan membatik ini selama 3 bulan dan ini adalah periode pertama. Selama itu kita telah menghasilkan batik dan kita jual. Pertama kali kita jual 9 lembar di SMK Nunukan dalam rangka Festival Tanjung Selor dan saat ini kita sedang mengerjakan 15 lembar pesanan dari Balikpapan," kata Halif.

Proses mewarnai (Pradita/detikcom)Proses mewarnai (Pradita/detikcom)


Untuk masalah harga, lapas sudah punya tarif. Mereka menjual perlembarnya batik buatan mereka seharga Rp 350 ribu. Dan hebatnya lapas juga menerima request sesuai yang diinginkan pelanggan.

Batik Lulantatibu di lapas dikerjakan oleh 13 orang yang terdiri dari 4 pria dan 9 wanita. Mereka pun dibagi sesuai proses hingga setiap orang punya fokus masing-masing.

"Kita tidak memaksakan siapapun untuk harus bisa ini atau bisa itu. Kita juga tidak memaksakan bahwa hari ini harus ada batik yang dihasilkan. Semuanya berjalan apa adanya sesuai keinginan dan kemampuan dari warga binaan. Jam kerja memang setiap hari, mulai dari pukul 9 pagi sampai setengah 6 sore," ujar Halif.

Tentu proses awal belajar warga binaan membuat kita penasaran. Apakah mereka butuh waktu yang lama untuk belajar? Dan Halif pun memberikan paparannya.

"Sebelum masuk ke dalam tahap pembinaan, kami melakukan maping dalam bentuk assigmant dan kebutuhan. Seperti apa potensi dan apa yang mereka inginkan. Kita pun hanya melakukan pelatihan selama 3 hari dan kita bebaskan mereka ingin berperan dimana. Dan berlangsung hingga sekarang," jelasnya.

(Pradita/detikcom)(Pradita/detikcom)


Untuk tahap ke depannya, lapas sudah punya program yang menarik. Salah satunya adalah memproduksi baju tari dari batik produksinya dan juga melakukan pemasaran secara online.

"Kita nanti juga berencana membuat kelompok tari dan bajunya kami buat sendiri. Seiring dengan berkembangnya dan ditetapkan sebagai lapas industri pada 8 agust 2019 lalu, kami pun membentuk tim pokja percepatan program binaan. Di sana ada tim IT, humas, tim media yang mempunyai tugas untuk mengapload segala kegiatan termasuk membatik di akun resmi di media sosal resmi kami,"

Halif pun menegaskan bahwa program ini sangat berguna untuk warga binaan. Karena sesuai dengan komitmen Dirjen Pembinaan yang ini warga binaan saat keluar punya bekal dan modal untuk bertahan di masyarakat.

"Kami ingin nanti saat warga binaan keluar, mereka punya bekal dan ilmu yang berguna bagi dirinya dan masyarakat," tutupnya.

detikcom bersama PLN mengadakan program Tapal Batas yang mengulas mengenai perkembangan infrastruktur listrik, perekonomian, pendidikan, pertahanan dan keamanan, hingga budaya serta pariwisata di beberapa wilayah terdepan. Dan pada kali ini kita akan mengulik Kabupaten Nunukan.

Ikuti terus berita tentang ekspedisi di pulau-pulau terdepan Indonesia di tapalbatas.detik.com!







Simak Video "Kucuran Keringat Demi Menerangi Perbatasan"
[Gambas:Video 20detik]
(sym/krs)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA