Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Senin, 18 Nov 2019 12:57 WIB

DOMESTIC DESTINATIONS

Kisah Pulau Harta Karun Bajak Laut di Perbatasan RI-Singapura

Ahmad Masaul Khoiri
detikTravel
Kabupaten Karimun yang berbatasan dengan Singapura (Foto: Rengga Sancaya/detikcom)
Kabupaten Karimun yang berbatasan dengan Singapura (Foto: Rengga Sancaya/detikcom)
Tanjung Balai Karimun - Kisah bajak laut atau perompak memang memiliki daya tarik tersendiri. Nah, pada masa lalu pulau di perbatasan Republik Indonesia ini dikisahkan sebagai tempat mereka menyimpan harta karun.

Pulau itu bernama Karimunbesar. Ingat, bukan Karimunjawa ya. Pulau ini sekitar satu setengah jam perjalanan laut dari Batam ke arah barat daya.




"Dulu perairan Selat Malaka adalah pusat perdagangan. Lanun atau bajak laut menjadikan Pulau Karimun jadi basis harta rampasan," kata Oki Supriadi, salah satu satu staf Dinas Pariwisata Kabupaten Karimun yang pemerhati budaya di sana.

Kata pemuda lulusan Seni Rupa ISI Yogyakarta 2008 ini, para bajak laut hanya merampok kapal penjajah. Dan dijelaskannya tidak ada literatur yang menguatkan adanya pembajakan di kapal nelayan tradisional.

Kisah Pulau Harta Karun Bajak Laut dari Perbatasan RIKawasan Coastal Area Kabupaten Karimun (Foto: Gusti/20detik)

"Dulu pernah ada informasi penemuan 70-an kapal berbendera tengkorak di kawasan Coastal Area," jelas dia.

Namun, sampai saat ini belum pernah ditemukan harta karun para bajak laut di Pulau Karimunbesar. Lebih lanjut, kapal karam yang ditemukan itu ada kapal perdagangan zaman dulu.




Seperti diketahui, Kabupaten Karimun memiliki beberapa keunggulan, yakni di sana ada dua masjid yang dibangun di era Kerajaan Riau Lingga. Sebenarnya kesultanan bercorak Melayu itu membangun empat masjid, tapi dua di antaranya ada di Pulau Penyengat dan Kabupaten Lingga.

Oki juga menjelaskan soal asal usul nama pulau ini. Kata dia, nama itu diambil dari nama penghuni awal pulau ini yang akhirnya dileburkan dari dua nama penghuni itu.

Kisah Pulau Harta Karun Bajak Laut di Perbatasan RI-SingapuraMasjid Besar Raja Haji Abdul Ghani di Pulau Buru (Foto: Wirsad Hafiz/detikcom)

"Namanya itu dari Karim dan Maimun. Ketika ada orang yang ingin datang ke sini tahunya nama kedua orang itu. Nama itu sudah lama dengan bukti pulau ini dihuni ada satu prasasti zaman Hindu-Buddha abad ke-7 di Kecamatan Meral Barat," urai dia.

"Jenis tulisan prasatinya Pallawa dan Berbahasa Sansekerta. Isinya, menunjukkan di situ tempat persembahan kepada dewa. Rombongan India waktu mau ke Sriwijaya atau ke tempat lain mampir di sini," imbuh dia.

Karimunbesar dan Karimunjawa dikatakan Oki tak berkaitan satu sama lain karena yang satu ada di Laut Jawa. Setelah ia ke Pulau Karimunjawa dan menanyakan Karimunbesar ke warga setempat juga tak menetahui adanya Pulau Karimunbesar di Kepri.

Pulau Karimunbesar memilik beberapa destinasi wisata andalan. Daftarnya yakni Pantai Pelawan, Air Terjun Pongkar, pemandian air panas di Pulau Papan hingga resor mewah bernama Telunas Resort di Pulau Sugi.

Ikuti terus berita tentang ekspedisi di pulau-pulau terdepan Indonesia di tapalbatas.detik.com!

Simak Video "Bus Kayu di Karimun yang Jadi Idola Turis Mancanegara"
[Gambas:Video 20detik]
(msl/krs)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA