Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Sabtu, 30 Nov 2019 05:20 WIB

DOMESTIC DESTINATIONS

Yang Istimewa dari Masjid Raya Medan, Bangunan Bergaya Asia dan Eropa

Niken Widya Yunita
detikTravel
Yang Istimewa dari Masjid Raya Medan, Bangunan Bergaya Asia dan Eropa/Foto: Almira Santoso/dTraveler
Yang Istimewa dari Masjid Raya Medan, Bangunan Bergaya Asia dan Eropa/Foto: Almira Santoso/d'Traveler
Jakarta - Kalau lagi liburan atau jalan-jalan ke Medan, jangan lupa untuk ke Masjid Raya Medan atau Masjid Al-Mashun. Masjid ini merupakan salah satu ikon Kota Medan.

Masjid Raya Medan terletak di Jalan Sisingamangaraja, Medan tak jauh dari Istana Maimun dan Taman Sri Deli. Apa lagi seputar Masjid Raya Medan? Simak faktanya berikut ini:

1. Dibangun Tahun 1906

Masjid Raya Medan dibangun oleh Ma'mun Al Rasyid Perkasa Alam, Sultan Deli kesembilan pada tahun 1906. Pembangunan masjid selesai pada 10 September 1909.

2. Bergaya Eropa dan Asia

Arsitektur Masjid Raya Medan bergaya Eropa dan Asia yakni gaya Spanyol, India, dan Timur Tengah. Masjid ini berbentuk segi delapan dan memiliki sayap di bagian selatan, timur, utara, dan barat.

3. Arsitek dari Belanda

Masjid ini dirancang oleh arsitek asal Belanda yakni Van Erp. Namun prosesnya dikerjakan oleh JA Tingdeman. Sebab Van Erp dipanggil ke Pulau Jawa oleh pemerintah Hindia Belanda untuk bergabung dalam proses restorasi candi Borobudur di Jawa Tengah. Sebagian bahan bangunan masjid diimpor antara lain marmer untuk dekorasi diimpor dari Italia, Jerman dan kaca patri dari China, dan lampu gantung langsung dari Prancis.

Kubah masjid mengikuti model Turki, dengan bentuk yang patah-patah bersegi delapan. Kubah utama dikelilingi empat kubah lain di atas masing-masing beranda, dengan ukuran yang lebih kecil. Sedangkan menara masjid berhias paduan antara Mesir, Iran, dan Arab.

4. Ada Alquran Berusia Ratusan Tahun

Di Masjid Raya Medan, terdapat Alquran berusia ratusan tahun. Alquran tersebut dipajang di pintu masuk jamaah laki-laki. Alquran terbuat dari kertas kulit tua dan dibuat di Timur Tengah. Meski sudah berusia ratusan tahun, Alquran tersebut masih utuh dan bacaannya jelas.

5. Tradisi Unik di Bulan Ramadhan Saat Ramadhan, Masjid Al Mashun menyajikan Bubur Sop Anyang sebagai hidangan untuk buka puasa. Bubur Anyang merupakan makanan ciri khas etnis Melayu. Bubur khas Kesultanan Deli ini setiap tahunnya menjadi menu warga Medan untuk berbuka puasa.

6. Jadi Ikon Kota Medan

Masjid Raya Medan ini pun menjadi salah satu ikon kota Medan. Wisatawan bisa berkunjung ke masjid ini untuk beribadah dan wisata religi.



Simak Video "Mengenal Master Mushaf Alquran Standar Indonesia Rasm Usmani"
[Gambas:Video 20detik]
(nwy/erd)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA