Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

ADVERTISEMENT

Sabtu, 21 Des 2019 12:50 WIB

DOMESTIC DESTINATIONS

Tolong! Wisata Anyer Kembang Kempis Setahun Pasca-tsunami

Bahtiar Rifa'i
detikTravel
Pantai Anyer sepi wisatawan di hari biasa (Foto: Bahtiar Rivai/detikcom)

Tolong! Wisata Anyer Kembang Kempis Setahun Pasca-tsunamiTugu selamat datang di wisata Anyer, Kabupaten Serang (Foto: Bahtiar Rivai/detikcom)

Baru sejak November dan Desember bulan ini tingkat hunian hotel katanya sampai 70 persen khususnya di akhir pekan. Ada potongan harga untuk wisatawan agar mendongkrak pariwisata di Anyer.

"(Sekarang) weekend sudah sampai 70 persen, tapi harga khusus," katanya.

Di tempat lain, Stephanie Ginta Syahputri, Seles Marketing Manager Aston Anyer menuturkan, okupansi hotelnya hanya 30 persen pada bulan Februari. Pengunjung mulai normal pada April dan Mei 2019.


Tapi, begitu terjadi gempa di pesisir Sumur, pengunjung kembali ketakutan untuk berwisata ke Anyer atau Cinangka.

"Semua sudah bagus, tapi ada gempa lagi. Ini ada 2 trauma," tutur Stephanie.

Tolong! Wisata Anyer Kembang Kempis Setahun Pasca-tsunamiStephanie Ginta Syahputri, Seles Marketing Manager Aston Anyer (Foto: Bahtiar Rivai/detikcom)

Tingkat keterisian pengunjung ke Aston kembali normal pada bulan November. Di hari-hari biasa, kunjungan bisa sampai 40-50 persen dan 100 persen pada akhir pekan meski dari hitungan pendapatan belum normal dibanding sebelum ada bencana.

"Secara revenue belum, secara okupansi normal. Hari-hari biasa ada grup, skalanya masih kecil dulu 100-200 orang sekarang 20-30 orang," paparnya.

Salah satu wisatawan yang diwawancarai, Eza menyampaikan bahwa ia memilih wisata ke Anyer meski masih merasa was-was. Kenangan tsunami memang masih terasa khususnya bagi wisatawan seperti dirinya.

"Karena pengen liburan aja, walaupun was-was ada, pengunjung pantai juga masih sepi di hari-hari biasa," ujarnya yang mengaku warga Lebak.
Halaman
1 2 Tampilkan Semua


Simak Video "Antusias Warga Mengikuti Referendum untuk Bergabung Rusia"
[Gambas:Video 20detik]

(bri/msl)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA