Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Kamis, 23 Jan 2020 22:15 WIB

DOMESTIC DESTINATIONS

Potong Jari, Ungkapan Duka Sekaligus Cinta dari Timur Indonesia

Bonauli
detikTravel
Foto: (Hari Suroto/Istimewa)
Jakarta -

Papua punya cara sendiri untuk mengungkapkan rasa kehilangan. Memotong ruas jari menjadi ekspresi duka dan cinta dari keluarga setelah orang terkasih meninggal dunia.

Indonesia begitu kaya dengan budaya dan kultur. Tiap daerahnya memiliki cara dalam memberikan penghormatan kepada keluarga yang meninggal. Tak terkecuali Papua.

Salah satu suku di Papua bernama Lani dan tinggal di Distrik Kelila dan Distrik Eragayam, Mamberamo Tengah. Lani menjadi satu dari sekian banyak suku unik di Papua.

Kekayaan budaya Suku Lani yang akan dibahas oleh detikcom saat ini adalah mengenai prosesi pemakaman. Prosesi pemakaman yang dipilih sejak zaman prasejarah adalah pembakaran mayat dan potong jari.

Potong Jari, Ungkapan Duka & Cinta dari Timur IndonesiaSuku Lani, tempat tradisi potong jari sebagai penanda duka. (Foto: Hari Suroto/Istimewa)


Ritual potong jari Suku Lani ini mirip dengan yang dilakukan oleh Suku Dani. Dua tradisi ini bukan cuma sekedar prosesi. Hal ini didasari oleh kepercayaan kuat Suku Lani kepada leluhur.

"Pembakaran mayat akan membantu roh orang yang meninggal agar ia dapat pergi ke dunia roh dengan baik," jelas Hari Suroto, Peneliti Balai Arkeologi Papua, Rabu (22/1/2020).

Hari juga menambahkan bahwa upacara kematian dimaksudkan untuk menjaga keseimbangan kosmos yang diharapkan dapat memberikan keselamatan baik kepada roh yang meninggal maupun terhadap manusia yang ditinggalkan.

Filosofi ini bermakna dalam. Tradisi yang sudah tua ini seakan menjadi pengingat generasi muda bagaimana penghormatan terhadap keluarga harus dilakukan meski sudah tiada.

Sebelum prosesi pembakaran dilakukan ada pesta bakar batu sebagai penanda tradisi. Pesta bakar batu adalah pesta makan dengan menggunakan batu sebagai media masak.

Babi yang jadi simbol penting di Papua, akan digiring ke tengah lapangan untuk dipanah dan dipotong. Tinggi rendahnya status sosial seseorang terlihat dari banyaknya babi yang dipotong.

Setelah pesta bakar batu, prosesi pembakaran mayat disiapkan. Persiapan ini membutuhkan bahan yang tidak sedikit. Pembakaran mayat memerlukan kayu dari beberapa jenis pohon casuarina.

Potong Jari, Ungkapan Duka & Cinta dari Timur IndonesiaProsesi pembakaran mayat suku Lani. (Foto: Hari Suroto/Istimewa)


"Ada persiapan lubang sedalam satu meter. Lubang ini nantinya dijadikan sebagai kubur abu dari jenazah," ungkap Hari.

Kayu yang akan dibakar disusun membentuk segi empat, dekat dengan lubang galian. Jenazah akan diletakkan dalam posisi duduk di atas tumpukan kayu.

Tak semua batu disusun secara langsung. Sebagian kayu akan disusun di atas jenazah sampai menutupi semua bagian tubuh. Api akan disulut dari bagian atas kayu dan dibiarkan turun melalap tubuh jenazah.

Api dibiarkan mati dengan sendirinya. Tulang-tulang sisa pembakaran kemudian dikumpulkan oleh keluarga dan dimasukkan ke dalam lubang yang telah disiapkan.

Wujud orang yang dikasihi sudah tiada. Namun kesedihan dan cinta masih tersisa dalam hati keluarga. Mewujudkan kesedihan yang dirasakan, seorang wanita dari keluarga terdekat haruslah memotong ruas jarinya.

Potong Jari, Ungkapan Duka & Cinta dari Timur IndonesiaTradisi potong jari di Papua. (Foto: Hari Suroto/Istimewa)


"Pemotongan jari tangan sebagai penanda kematian dan penghormatan kepada kerabat yang meninggal," kata Hari.

Pemotongan ruas jari ini memang tak sembarangan. Hanya perempuan yang diharuskan untuk memotong ruas jari sebagai tanda duka cita.

Laki-laki hanya membuat sebuah luka pada telinga sebagai ungkapan kesedihan. Namun dalam keadaan tertentu, laki-laki juga melakukan potong jari. Biasanya potong jari pada laki-laki dilakukan hanya untuk saudara kandung laki-laki.

Mereka percaya bahwa arwah dari yang meninggal akan menghargai rasa sakit yang diderita atau duka cita keluarga.



Simak Video " Yuk, Mengintip ke Dalam Stadion Papua Bangkit"
[Gambas:Video 20detik]
(bnl/krs)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA