Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Kamis, 20 Feb 2020 16:06 WIB

DOMESTIC DESTINATIONS

Cerita di Balik Freedom Institute yang Jadi Andalan Mahasiswa

Elmy Tasya Khairally
detikTravel
Perpustakaan Freedom Institute
Foto: Perpustakaan Freedom Institute (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Mungkin banyak traveler yang belum tahu perpustakaan Freedom Institute. Berada di Wisma Bakrie, ternyata perpustakaan ini sudah berkali-kali pindah tempat.

Pepustakaan Freedom Institute sudah hadir sejak tahun 2001. Sekarang, perpustakaan Instagramable ini berada di dalam Wisma Bakrie namun perpustakaan ini milik LSM Freedom Institute.

Pada awalnya perpustakaan ini berada di Jalan Irian, Menteng. Buku-bukunya pun sedikit, hanya berjumlah 4.000 buku yang merupakan milik pribadi pendiri Freedom Institute, Rizal Mallarangeng sewaktu kuliah.

"Nah 4000 buku itu mungkin dia ingin mengembangkan bukunya lebih banyak lagi akhirnya dibuat perpustakaan umum," kata Staff Perpustakaan, Ujang.

Cerita dibalik Freedom Institute yang Digemari MahasiswaFoto: Perpustakaan Freedom Institute di Wisma Bakrie(Ari Saputra/detikcom)

Tahun 2006, Freedom Institute mulai menambahkan bukunya menjadi 8.000 buah. Sekarang koleksi buku di perpustakaan ini sudah mencapai 14.000 buku.

Tempatnya pun beberapa kali pindah. Setelah berdiri di Jalan Irian, Perpustakaan Freedom berpindah ke Jalan Proklamasi, di sinilah sangat banyak pengunjung yang datang. Bahkan sampai 250 orang per hari.

"Kita fasilitasnya gedung sendiri ada taman baca di luar, jadi kita tuh ada akses WiFi yang sampai keluar mereka bebas, jadi kita ada semacam komunitas mahasiswa yang ngumpul di sana, kita pun bukanya sampai jam 9 malam," kata Ujang.

Cerita dibalik Freedom Institute yang Digemari MahasiswaFoto: (Elmy Tasya Khairally/detikcom)

Namun, karena gedung milik sendiri, biayanya pun sangat besar. Pertahun-nya, pembayaran pajak gedung mencapai Rp 100 juta, belum lagi pengeluaran untuk kebutuhan lain.

"Kan kita swasta, bukan negeri, biaya untuk operasional dibiayai oleh bapak kita sendiri, kita per tahun kita bayar untuk pajak gedung udah Rp 100 juta lebih, terus biaya perbulan-nya udah hampir Rp 50 juta, untuk gedungnya sendiri, jadi kita hanya kuat 5 tahun di sana, akhirnya kita pindah ke sini," kata Ujang.

Ujang berharap, nantinya perpustakaan ini kembali memiliki gedung baru serta koleksi bukunya bertambah. Sehingga perpustakaan ini bisa memberikan manfaat yang lebih banyak untuk masyarakat.

Sekarang, Freedom Institute yang sekarang berada di Wisma Bakrie juga banyak didatangi oleh pengunjung yang mayoritas adalah mahasiswa. Tempatnya yang nyaman bisa menjadi solusi untuk mencari suasana belajar yang baru.



Simak Video "Harus Tunjukkan Hasil Rapid Test Kalau Mau ke Pantai Ini!"
[Gambas:Video 20detik]
(elk/ddn)
BERITA TERKAIT