Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Jumat, 19 Jun 2020 20:31 WIB

DOMESTIC DESTINATIONS

Ke Puncak Gunung Telomoyo Pakai Motor, Luar Biasa Cantiknya

Dimas Christyaji
detikTravel
Gunung Telomoyo
Gunung Telomoyo (Foto: Dimas Christyaji/d'Traveler)
Semarang -

Saya tidak terlalu percaya ketika diajak teman untuk mendaki gunung menggunakan motor hingga puncak. Dalam pikiran saya, yang namanya mendaki gunung pastilah berjalan kaki menyusuri badan gunung untuk mencapai ke puncak.

Rasanya sulit dibayangkan motor dapat melewati jalanan berbatu, tidak rata, dan menanjak di pegunungan. Dengan berjalan kaki saja kadang kita harus ekstra hati-hati dan merangkak-rangkak untuk melewati trek curam jalur pendakian.

Namun ternyata saya salah. Tidak selamanya jalur pendakian gunung hanya bisa dilewati dengan berjalan kaki saja. Gunung Telomoyo misalnya, kita dapat mencapai puncaknya dengan menggunakan motor.

Jadi trek di gunung ini sudah beraspal hingga ke puncak walaupun di beberapa titik terdapat jalanan yang berlubang dan berbatu. Nah gunung ini cocok sekali untuk pendaki pemula yang ingin menikmati panorama dan suasana di atas gunung. Penasaran?

Letak gunung Telomoyo ini nggak jauh-jauh dari Semarang kok. Letak gunung ini masih dalam lingkup Kabupaten Semarang, tepatnya di daerah Kopeng. Basecamp gunung Telomoyo ternyata sangat dekat dengan basecamp Gunung Andong.

Gunung TelomoyoPakai motor sampai puncak Gunung Telomoyo (Foto: Dimas Christyaji/d'Traveler)
Gunung TelomoyoPuncak gunung Telomoyo (Foto: Dimas Christyaji/d'Traveler)

Saat itu saya dan teman-teman saya berangkat pukul 04.00 dari Tembalang, kota Semarang dengan menggunakan sepeda motor. Rute yang kami ambil adalah rute mengikuti jalan raya arah Salatiga, jalan lintas lingkar luar Salatiga, Kopeng, Ngetas, desa Telomoyo.

Bagi teman-teman yang hendak ke sana saya sarankan untuk melihat peta terlebih dahulu dan menghafal rutenya. Karena, jika tidak hafal dan nyasar di Kopeng akan sulit mendapatkan jaringan internet untuk membuka maps tapi itu tergantung operator seluler yang kamu miliki.

Setelah beberapa kali nyasar di Kopeng, akhirnya pukul 06.00 pagi kami sampai di gapura desa Telomoyo yang sekaligus menjadi tanda pintu masuk gunung Telomoyo. Di sini kita akan dikenakan biaya retribusi sebesar Rp 5000 per orang.

Dari gapura Telomoyo menuju puncak membutuhkan waktu sekitar 15-30 menit dengan menggunakan motor. Cukup singkat untuk mendaki gunung setinggi 1894 mdpl yang biasanya memerlukan waktu 2 jam pendakian jalan kaki.

Gunung TelomoyoKabut di kaki gunung Merbabu dari gunung Telomoyo (Foto: Dimas Christyaji/d'Traveler)
Gunung TelomoyoGunung Telomoyo (Foto: Dimas Christyaji/d'Traveler)

Nah yang harus diperhatikan sebelum mendaki adalah cek dahulu ketersediaan bensin kamu, karena sepanjang perjalanan nanti tidak ada penjual bensin eceran. Selain itu kondisi jalan yang terus menanjak juga akan mengikis cadangan bensin dengan cukup cepat.

Yang kedua, perhatikan juga kondisi motor kamu. Pastikan motor kamu akan kuat menanjak sepanjang perjalanan dan cukup tangguh untuk melewati jalanan berlubang, berbatu, dan berpasir. Saat itu saya menggunakan motor matik berboncengan dengan teman saya. Alhasil di beberapa titik pembonceng harus jalan kaki karena motor tidak kuat melewati jalanan yang berlubang.

Sepanjang perjalanan saya sempat terheran-heran saat melihat track aspal yang menjulur hingga ke puncak. Saya salut dengan pekerja yang membuat jalan tersebut karena pasti sulit sekali untuk membuat aspal di kontur yang tidak rata dan menanjak. Sekarang jalanan aspal tersebut sudah banyak yang berlubang dan berbatu di beberapa titiknya. Jadi harus hati-hati saat melewatinya.

Sepanjang perjalanan saya juga terkesima dengan pemandangan yang ditawarkan. Kita bisa menikmati view Semarang dari atas sana dengan balutan kabut pagi yang dingin. Selain itu kita juga bisa melihat gunung-gunung lain yang berada di sekitar Telomoyo.

Saat sampai di puncak, saya merasa sedikit kecewa karena tidak seperti ekspektasi yang saya bayangkan. Puncak Telomoyo sudah dipenuhi oleh bangunan, tower juga pembangkit listrik sehingga kita tidak dapat menemukan perasaan di puncak gunung.

Sebagai gantinya, kita dapat duduk-duduk menikmati pemandangan dari landasan paralayang. Landasan paralayang ini biasa digunakan untuk even-even kejuaraan paralayang menjadikan gunung Telomoyo semakin dikenal di masyarakat luas.

Dari landasan paralayang ini kita dapat bersantai sambil berfoto-foto. Tapi hati-hati ya karena landasan paralayang ini sangat curam dan tidak ada pembatasnya sehingga jika terjatuh maka akan masuk ke dalam jurang.

Di sini kita dapat melihat enam gunung sekaligus, yaitu gunung Andong, gunung Merbabu, gunung Ungaran, gunung Sindoro, gunung Sumbing, dan Gunung Lawu. Oh iya, saya tidak merekomendasikan untuk kemping atau bermalam di tempat ini karena keterbatasan lahan.

---

Artikel ini merupakan kiriman pembaca detikTravel, Dimas Christyaji, dan sudah tayang di d'Traveler Stories.



Simak Video "Asyiknya Motoran Naik Gunung Telomoyo"
[Gambas:Video 20detik]
(msl/msl)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA