Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Selasa, 30 Jun 2020 18:53 WIB

DOMESTIC DESTINATIONS

5 Destinasi Wisata di Banda Aceh, Bisa Tuntas Seharian

Rifaldi Saputra
detikTravel
wisata aceh masjid baiturrahman
Wisata Banda Aceh Masjid Baiturrahman (Rifald)i Saputra/d'Traveler)
Banda Aceh -

Aceh memiliki julukan sebagai kota Serambi Mekah. Berikut sederet destinasi wisata di Aceh yang bisa dijelajahi dalam tempo satu hari.

Siapa yang tak mengenal Masjid Baiturrahman yang menjadi kebanggaan masyarakat Aceh? Beruntung sekali saya mendapatkan tugas perjalanan dinas ke Aceh dan kesempatan ini pun tidak saya sia-siakan untuk sedikit menjelajahi keindahan Kota Aceh dan sekitarnya setelah urusan dinas pekerjaan selesai.

Rupanya, Aceh memiliki sejumlah tempat wisata yang sip. Bukan hanya turis lokal yang melancong ke Aceh, namun wisatawan asing tak sedikit yang singgah di sini.

Cuma di Banda Aceh saja, saya bisa pelesiran di beberapa tempat sekaligus dalam sehari. Ke mana saja?

Berikut lima tempat wisata di Banda Aceh yang bsia dikunjungi dalam waktu 1 hari:

1. Museum Tsunami Aceh

Museum Tsunami AcehMuseum Tsunami Aceh Foto: Rifaldi Saputra/d'Traveler

Museum Tsunami Aceh menjadi destinasi pertama yang saya kunjungi. Di sana traveler akan diajak mengenang tragedi tsunami Aceh yang begitu dahsyat pada 2004.

Dari beberapa keterangan, fasad Museum tsunami ini memiliki dua bentuk andai dilihat dari dua sisi yang berbeda. Bila diperhatikan dari atas, museum ini merefleksikan gelombang tsunami. Tapi, bila dilihat dari samping (bawah) tampak seperti kapal penyelamat dengan geladak yang luas sebagai escape building.

Desain dasar Museum Tsunami Aceh itu sangat Aceh dengan dibentuk dari rumah adat Aceh. Poin menarik lainnya, museum itu juga menawarkan satu pengalaman traveler digoyang tsunami.

Selain itu, perancangnya, Ridwan Kamil, membuat taman berbentuk bukit yang dapat dijadikan lokasi penyelamatan apabila bencana tersebut terjadi lagi di masa mendatang. Atapnya yang landai juga dapat menampung warga andai bencana itu terulang.

Saya menyempatkan untuk menonton tayangan singkat bagaimana tsunami meluluhlantakkan Kota Banda Aceh dalam sekejap. Di museum ini kita akan diajarkan bahwa kuasa Tuhan begitu besar dan menjadikan pengingat bahwa kita hanyalah manusia yang tak ada apa-apanya dibandingkan kuasa-Nya.

2. Masjid Raya Baiturrahman

Masjid Raya Baiturrahman menjadi destinasi kedua yang saya kunjungi. Saya datang tepat memasuki waktu shalat dzuhur. Bersyukur saya dapat merasakan nikmatnya beribadah di Masjid yang menjadi kebanggaan masyarakat Aceh.

Masjid yang dibangun pada tahun 1612 M oleh Sultan Iskandar Muda Mahkota Alam memiliki arsitektur bergaya India sehingga Masjid ini selalu mempunyai daya tarik tersendiri khususnya treveler yang ingin berwisata religi.

Masjid Baiturrahman itu merupakan ikon Provinsi Aceh. Masjid itu menjadi salah satu bangunan yang selamat saat terjadi musibah tsunami di Aceh pada akhir 2004.

3. Monumen PLTD Apung

Monumen Tsunai AcehMonumen PLTD Apung di Banda Aceh Foto: (Zulfan Ariansyah/d'Traveler)

Monumen itu berada di Desa Punge, Blang Cut, Kota Banda Aceh menjadi destinasi saya selanjutnya. Siapa yang menyangka kapal dengan panjang 63 meter dengan berat 2.600 ton bisa berada di tengah-tengah permukiman warga.

Kapal itu menjadi saksi bisu betapa dahsyatnya tsunami yang terjadi pada tahun 2004 silam. Kapal yang awalnya sedang berlabuh di Pelabuhan Ulee Lheue ini terseret tsunami sejauh kurang lebih 5 kilometer ke tengah-tengah permukiman warga.

4. Museum Cut Nyak Dien

Museum Cut Nyak DienMuseum Cut Nyak Dien Foto: Rifaldi Saputra/d'Traveler

Siapa yang tak kenal Cut Nyak Dhien, pahlawan bangsa Indonesia dari Tanah Rencong. Di perjalanan singkat saya ke Aceh, saya tidak lupa menyempatkan datang ke kediaman Cut Nyak Dhien di Desa Lampisang Kecamatan Peukan Bada Kabupaten Aceh Besar.

Kediaman Cut Nyak Dhien saat ini sudah menjadi museum, lokasinya mudah untuk ditemukan karena tepat berada di samping jalan raya dengan bangunan rumah khas Aceh. Rumah Aceh sejak dahulu telah memperingatkan akan bahaya bencana di Aceh. Sehingga, rumah khas Aceh ini juga dirancang sedemikian rupa untuk tanggap bencana seperti tiang tinggi dan bagian atap yang menghadap ke arah laut sebagai penahan bencana air bah.

Konstruksi tiang dan lantai rumah adat Aceh diikat dengan pasak tanpa paku untuk fleksibilitas agar tahan guncangan akibat gempa serta atap dari daun rumbia diikat dan disimpul untuk tanggap kebakaran.

5. Pantai Lhokseudu

Pantai LhokseuduPantai Lhokseudu Foto: Rifaldi Saputra/d'Traveler

Destinasi penutup perjalanan saya di Aceh adalah Pantai Lhokseudu. Pantai ini berada di Desa Leyeun, Leupung, Kabupaten Aceh Besar. Pantai ini memiliki gazebo tepat berada di pinggir pantai dimana treveler bisa menikmati eksotisme pantai ini dari gazebo tersebut dengan makan bersama keluarga atau orang terkasih.

Saya sendiri memilih untuk menikmati pantai ini dengan berfoto di bangunan semacam dermaga yang menghadap ke lepas pantai sehingga nuansa ketenangan dan keindahan pantai ini benar-benar terasa seperti julukan Aceh Si Bungong Jeumpa.

Jadi, untuk traveler yang ingin berwisata ke Aceh jangan lupa mampir ke Pantai Lhokseudu, jarak yang tidak terlalu jauh dari pusat Kota Banda Aceh serta banyaknya spot berfoto yang instagramable bisa menjadi alasan untuk menyempatkan waktunya datang ke pantai ini.

===

Artikel ini merupakan kiriman pembaca detikTravel, Rifaldi Saputra, dan sudah tayang di d'Travelers Stories.



Simak Video "Mengeksplor Pulau Rubiah, Aceh "
[Gambas:Video 20detik]
(fem/fem)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA