Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Selasa, 21 Jul 2020 15:47 WIB

DOMESTIC DESTINATIONS

Mengintip Museum Penyimpan Sejarah Purbakala di Thailand

nhe_firmansyah
detikTravel
Museum Nasional Khon Kaen
Foto: nhe_firmansyah/d'travelers)
Jakarta -

Tak hanya Indonesia yang punya Museum Nasional yang menyimpan sejarah purbakala. Thailand pun memiliki museum sejenis ini.

Bernama Museum Nasional Khon Kaen, tempat ini menyimpan sejarah wilayah isan atau daerah timur laut Thailand. Kisah sejak zaman pra sejarah sampai dengan zaman modern wilayah Isan terangkum apik di museum nasional Khon Kaen.

Pada perjalanan kali ini, kami mengunjungi museum nasional Khon Kaen yang berada di tengah kota Khon Kaen. Provinsi Khon Kaen berjarak 500 km dari Bangkok. Penerbangan dari Bangkok ke Khon Kaen hanya 1 jam. Alternatif lain dengan biaya lebih murah adalah menggunakan bus dengan waktu tempuh 5 jam.

Museum Nasional Khon KaenMuseum Nasional Khon Kaen Foto: nhe_firmansyah/d'travelers)

Bangunan museum bercat putih dan menempati tanah yang lumayan luas. Dari penuturan pemandu museum, museum ini dibangun pada tahun 1967 dan diresmikan oleh Raja Bhumibol Adulyadej pada tahun 1972.

Sampai sekarang, museum terbagi atas tujuh zona. Zona pertama adalah zaman prasejarah. Di zona ini ditampilkan beberapa benda dan bukti arkeologi bahwa wilayah Isan pernah dihuni oleh manusia purba pada 4.500 tahun yang lalu. Zona kedua adalah permulaan zaman sejarah dan kebudayaan Dvaravati pada abad ke-6.

Zaman ini diterangkan bahwa penduduknya sudah memeluk agama Buddha. Zona ketiga menjelaskan zaman pendudukan kerajaan Khmer (Kamboja) di wilayah Isan pada abad ke-10. Ekspansi kerajaan Khmer meninggalkan banyak benda-benda kuno seperti model bangunan Khmer, patung, relief dan lain sebagainya.

Museum Nasional Khon KaenMuseum Nasional Khon Kaen Foto: nhe_firmansyah/d'travelers)

Zona keempat menampilkan kebudayaan Lan Chang, di mana kebudayaan ini muncul setelah periode Khmer selesai yaitu pada abad ke-13. Lan Chang berasal dari kerajaan Lao (Laos). Zona kelima menyajikan periode Rattanakosin dan pembangunan Khon Kaen oleh Raja Rama I.

Zona keenam dan ketujuh terdiri atas barang-barang kebudayaan wilayah Isan dan batu berelief yang ditampilkan di luar museum. Semua koleksi tersimpan rapi di Museum Nasional Khon Kaen, yang merupakan salah satu museum terbesar di Thailand. Tidak jauh dari museum terdapat komplek perkantoran pemerintah Provinsi Khon Kaen.

Harga tiket masuk untuk pengunjung domestik adalah 40 Baht, sedangkan pengunjung luar negeri dikenai biaya 100 Baht. Museum nasional Khon Kaen tutup pada hari Senin dan Selasa, serta buka melayani pengunjung mulai pukul 09.00 sampai 16.00 waktu setempat.

Museum ini sangat cocok menjadi wahana pembelajaran bagi sejarawan. Anak-anak juga bisa mengunjungi museum ini karena berisi benda-benda unik dan kuno, atau siapapun yang ingin mengetahui lebih dalam tentang wilayah Isan Thailand, museum ini dinilai cukup informatif.

---

Artikel ini merupakan kiriman pembaca detikTravel, Nhe Firmansyah dan sudah tayang di d'Travelers Stories.



Simak Video "Seru Banget Wisata Menjelajahi Thailand!"
[Gambas:Video 20detik]
(elk/elk)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA