Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Kamis, 23 Jul 2020 15:45 WIB

DOMESTIC DESTINATIONS

Menemukan Mie Nyemek Tebaik di Purwokerto, Gurih dan Seger!

Rinaresep
detikTravel
Resto mie nyemek di Baturaden
Mie nyemek di Baturaden (Foto: Rinaresep/d'Traveler)
Jakarta -

Baru tau ternyata mie nyemek itu asalnya dari Jawa. Dan, aku baru pertama kali makan mie nyemek terenak di daerah Baturaden, Banyumas.

Sore itu, Januari 2020, kondisi cuaca sedang mendung mendung manja, matahari enggan muncul tapi enggak hujan juga. Rencana mau sunset-an sambil ngemil pun aku batalkan saja, enggak seru pastinya mau menikmati senja tapi malah mendung.

Tapi karena kadung udah keluar rumah, aku pun mengarahkan ke Baturaden, Purwokerto. Bukan ke gunungnya sih melainkan ke bagian belakangnya, yaitu nongkrong dan ngemil di restoran dekat terminal.

Restoran yang belum terlalu lama buka dan lokasi persisnya ada di sebelah belakang terminal Baturaden, di jalan perempatan yang dipenuhi oleh puluhan penjual mie nyemek khas Banyumas.

Bila kalian anak gaul Purwokerto, pasti dijamin pernah dah jajan di sana. Lahan parkir tersedia di sepanjang jalan ini, kalau mau yang gratis ya parkir saja di bagian depan, yaitu di terminal, tapi konsekuensinya harus berjalan kaki dulu.

Nah kalau malas jalan kaki ya parkir saja di depan seberang resto ini, mobil cuma Rp 3.000 kok parkirnya, motor cuma Rp 2.000, tapi kalau pas habis hujan suka becek di area parkiran ini. Dari depan terlihat resto ini merupakan bangunan ruko berlantai 2 yang belum 100% jadi.

Lampu menyala di lantai 1 dan 2, tapi yang bisa digunakan pengunjung cuma lantai 1, karena tangga menuju lantai 2 masih tertutup, nggak bisa dilewati. Mungkin lantai 2 dibuka kalau lantai 1 sudah full ya.

Resto mie nyemek di BaturadenResto mie nyemek di Baturaden Foto: Rinaresep/d'Traveler

Dari 3 los ruko di bangunan ini, hanya 2 yang dimanfaatkan untuk meja kursi pengunjung, sedangkan los ruko yang paling kanan hanya terbuka sedikit, dan pas ku intip sedikit, ternyata dimanfaatkan untuk tempat sholat, dan di depan pintu ada keran untuk wudhu.

Di bagian dalam ada satu meja panjang yang sudah dipenuhi muda-mudi untuk rapat. Dan kita pun memilih untuk duduk di luar saja, takut nanti si kecil membuat kehebohan dan mengganggu mereka.

Nah di bagian luar atau serambi ada 4 payung merah besar dilengkapi meja kursi di bawahnya, kita menempati salah satunya di sisi kanan. Sesaat setelah duduk, seorang pria mendekat dengan membawakan kertas menu dan buku kecil untuk menulis pesanan, setelah memberikannya kepada kita, beliau pun masuk meninggalkan kita.

Model kertas menu nya mirip di Solaria ya, hanya berupa kertas HVS putih dengan tinta hitam sederhana dan ada kotak kosong di sebelah nama menu makanan yang digunakan untuk menulis jumlah pesanan kita. Awalnya sih kita kira cara pesannya begitu, eh tapi ternyata enggak, tetep kita harus nulis sendiri di buku note kecil yang disediakan.

Kulihat di kertas menu ada beberapa jenis menu yang dicoret, yang artinya sedang tidak tersedia, yang salah satunya sebenernya pengen ku pesan yaitu ayam bakar. Yasudah akhirnya pilih menu andalan lain, mie nyemek.

Mie nyemek di sini bukan yang dari indomie ya melainkan yang modelnya seperti bakmi kuah atau mie godog Yogya, harga seporsinya Rp 20.000, masih aman. Satu porsi mie nyemek ini disajikan dalam piring besar dengan isian mie, potongan kubis, sawi hijau, daging cumi dan tentu saja kuahnya yang gurih. Gak salah pilihanku, enak seger gurih.

Buat si kecil aku pesenin mie bakso dan es teh, sedangkan bapaknya pesen ayam goreng kremes plus nasi dan jus alpukat untuk minumannya. Kalau aku sendiri seperti biasa pesennya es jeruk saja.

Aku suka sama tempat ini meski belum 100% jadi bangunannya. Anak anak bisa puas lari ke sana kemari karena luas, nyaman duduk di luar dan banyak pohon di sekitarnya.

Di sini nggak berisik, baik itu dari kendaraan lewat maupun dari musik yang dimainkan oleh resto. Kalau dari segi rasa sih, enak banget. Entah apa rahasia mie nyemek ini, benar-benar bikin nagih.

---

Artikel ini merupakan kiriman pembaca detikTravel, Rinaresep, dan sudah tayang di d'Travelers Stories.



Simak Video "Akhir Bahagia Mbah Tarso dan Istri yang Hidup di Gubuk Karung"
[Gambas:Video 20detik]
(msl/msl)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA