Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Selasa, 18 Agu 2020 11:45 WIB

DOMESTIC DESTINATIONS

Hutan Batu di Kunming dan Legenda di Balik Keindahannya

Satria Gunawan
detikTravel
Kunming Stone Forest
Foto: (Satria Gunawan/d'travelers)
Jakarta -

Kunming mempunyai sebuah objek wisata menarik, sebuah hutan yang bukanlah hutan biasa. Ada kisah legenda dibalik keindahan alam yang digemari turis ini.

Di sebuah kota sebelah barat China yang bernama Kunming, terdapat sebuah hutan yang tidak biasa. Hal dominan yang biasa kamu temukan di hutan ini bukanlah tumbuhan, semak atau pepohonan, tetapi bebatuan yang menjadi elemen dominan pada hutan ini.

Dalam bahasa mandarin, hutan ini disebut dengan (shí-lín) : Shi = Batu, Lin = Hutan. Sedangkan dunia internasional mengenalnya dengan sebutan Kunming Stone Forest, karena letaknya di Kota Kunming.

Kunming adalah kota terbesar dan merupakan ibukota dari provinsi Yunnan, oleh karena itu akses menuju kota ini terbilang cukup mudah, bisa menaiki pesawat, kereta (peluru atau biasa), maupun long distance bus.

Lokasi Kunming Stone Forest berada sekitar 80 km arah tenggara dari tengah kota Kunming. Kamu bisa memilih berbagai pilihan akses untuk menuju lokasi Stone Forest ini. Banyak bus regular yang berangkat dari stasiun bus timur Kunming dengan lama perjalanan sekitar dua jam. Kalau start dari stasiun kereta, kamu dapat menaiki bus spesial turis tujuan Stone Forest ini.

Aku memulai trip kali ini dari Stasiun Bus Timur. Dari sini, perjalanan menuju ke Stone Forest memakan waktu sekitar dua jam. Aku berangkat pada tengah hari dan sampai di lokasi pada sekitar pukul 14.00 siang.

Saat itu adalah bulan Febuari pertengahan, cuaca seharusnya memasuki awal musim semi sehingga suhu udaranya nyaman. Terlepas, Kunming memang dikenal sebagai kota dengan suhu udara yang nyaman sepanjang tahun, tidak pernah terlalu dingin maupun panas sehingga mendapat sebutan 'City of Eternal Spring'.

Sampai di lokasi, aku segera membeli tiket masuk seharga 130rmb (Rp 260.000), harga yang cukup mahal, tapi mengingat besar dan keunikan dari area wisata ini, rasanya cukup wajar. Kamu bisa mendapatkan potongan harga 50% untuk pengunjung orang tua dan anak-anak. Cuaca pada waktu itu cerah dengan angin sejuk semilir.

Kunming Stone Forest mencakup area seluas 400 km2 secara keseluruhan dengan kumpulan formasi batu kapur yang menjulang ke atas, menyerupai stalagmite. Area ini menjadi UNESCO World Heritage Sites sejak 2007 lalu.

Kunming Stone ForestKunming Stone Forest Foto: (Satria Gunawan/d'travelers)

Tempat ini pun mempunyai legenda lokal yang menyebutkan tentang Ashima, seorang wanita cantik dari suku Sani, etnis Cina Yi. Legenda ini menyebutkan sebuah kisah pada zaman dahulu.

Seorang bernama Azhi, anak dari kepala desa Shilin jatuh hati pada Ashima yang terkenal akan kecantikannya, namun cintanya bertepuk sebelah tangan karena Ashima sudah memiliki kekasih bernama Ahei. Azhi pun menantang Ahei dalam sebuah kompetisi menyanyi selama 3 hari 3 malam dan dia kalah sehingga harus melepaskan Ashima.

Ternyata Azhi tidak puas dengan hasil tersebut sehingga dia memanggil banjir yang menyebabkan Ashima terbawa arus dan berubah menjadi salah satu formasi bebatuan disini yang disebut Batu Ashima. Dikatakan kalau formasi bebatuan ini menyerupai Ashima dalam baju dan penutup kepala tradisionalnya.

Sejak mulai memasuki kawasan, formasi bebatuan karst yang menjulang sudah terlihat di awal. Unik rasanya memandang kumpulan formasi batu-batu yang kelihatan tajam dan menjulang berderet-deret ini. Menurut teori, Stone Forest ini sudah berumur lebih dari 200 juta tahun.

Dulunya, formasi batu kapur ini terletak di area dasar laut yang karena suatu sebab muncul ke permukaan. Angin dan hujan selama waktu yang sangat panjang kemudian secara perlahan-lahan mengerosi formasi bebatuan ini, membentuk formasi bebatuan seperti yang dapat kita lihat sekarang. Beberapa dari formasi bebatuan ini berdiri cukup tinggi sampai ketinggian beberapa lantai, dan banyak formasi bebatuan yang dikatakan menyerupai orang, tanaman, atau lainnya, dengan imajinasi juga tentunya.

Menyusuri area wisata ini, biasanya dilakukan dengan berjalan kaki menyusuri jalan batu yang sudah dipersiapkan dengan baik. Kamu akan mendapati posisi di bawah dimana kamu dapat merasakan dikelilingi ole dinding formasi bebatuan, kemudian bergantian turun ke bawah dimana kamu seakan-akan berasa di dasar sebuah lembah dan naik ke atas dimana kamu akan mendapatkan pemandangan unik yang lebih baik dimana hamparan formasi-formasi bebatuan kapur terlihat secara luas, menarik rasanya.

Di tengah-tengah bukit, berdiri sebuah gazebo khas dengan arsitektur China, dikombinasikan dengan danau dan perairan-perairan yang tenang. Sebuah gabungan pemandangan landscape yang tiada duanya. Siapkan sepatu yang nyaman untuk berjalan di area berbatu di sini dan tentunya kamera mumpuni untuk mengabadikan pemandangan-pemandangan luar biasa.

Tak terasa waktu sudah sore hari, belum semua area di sini terjelajahi, mengingat areanya yang sangat luas, namun rasanya puas sudah menjelajahi spot-spot yang mewakili sebagian besar landscape stone forest ini. Saatnya melangkahkan kaki kembali menuju ke petualangan lainnya.

---

Artikel ini merupakan kiriman pembaca detikTravel, Satria Gunawan dan sudah tayang di d'Travelers Stories.



Simak Video "Alibaba Dijatuhi Denda Rp 40,49 Triliun Oleh Pemerintah China"
[Gambas:Video 20detik]
(elk/elk)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA