Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Sabtu, 22 Agu 2020 13:11 WIB

DOMESTIC DESTINATIONS

Cerita Kelab Baru Legian Bali, Lahir di Waktu yang Salah

Ahmad Masaul Khoiri
detikTravel
Klub malam Le Giant di kawasan Legian, Bali
Klub malam Le Giant di kawasan Legian, Bali (Foto: Grandyos Zafna/detikcom)
Denpasar -

Tiada keramaian di Legian, Bali sore hingga malam itu. Hanya ada satu dua tempat yang masih menerima tamu.

Le Giant, adalah kelab pantai di tengah kota pertama di kawasan Legian, Bali. Namun, kelahirannya berbarengan dengan merebaknya virus Corona di Tanah Air.

Ya, nasib pembukaannya terbilang apes. Le Giant mulai dibuka pada 20 Maret 2020 lalu, kala COVID-19 menggila di Indonesia. "Namanya penggabungan dua bahasa 'le' dari Prancis dan 'giant' dari Inggris. Konsepnya ini beach club di tengah kota dan ini yang pertama di Bali," kata Jumperiator Sinaga (36), GM Le Giant.

"Kami mulai buka di tanggal 20 Maret. Memang saat itu mulai diumumkan adanya COVID-19," dia menambahkan.

"Kita planning agar tetap bisa maintain karyawan. Kita tak ingin di keadaan susah mereka malah tak bisa bekerja," kata dia lagi.

Klub malam Le Giant di kawasan Legian, Balikelab malam Le Giant di kawasan Legian, Bali (Foto: Grandyos Zafna/detikcom)

Apa keistimewaan Le Giant?

Le Giant memiliki jumping platform atau tempat untuk terjun ke kolam renang, di ketinggian 2 dan 3 meter. Kolamnya sendiri memiliki kedalaman hingga 5 meter.

Jumperiator mengklaim bahwa Le Giant adalah tempat paling nyaman, karena bagi VIP memiliki private pool-nya sendiri. Tak hanya itu, manajemen kelab malam akan menjamin lahan parkir yang biasanya amat sulit di Legian, yakni mampu menampung 650 motor, 100 mobil.

Le Giant memiliki beberapa spot, yakni sport bar, pool, restoran di belakang. kelab ini direncanakan sering mengadakan pool party, itu nanti yakni di awal dan akhir bulan dan dimulai dari bulan September.

Le Giant memiliki konsep kelab terbuka dan hampir semua bagiannya tak beratap. kelab di Bali ini mampu menampung pengunjung maksimal 3.000 orang dan karena pandemi tetapan 40 persen jumlah pengunjung pun tak dapat diraih.

"Kini kami hanya didatangi 250 orang per bulan (bukan per malam)," kata Jumperiator.

Klub malam Le Giant di kawasan Legian, BaliDJ di kelab malam Le Giant kawasan Legian, Bali (Foto: Grandyos Zafna/detikcom)

Le Giant, kelab untuk kelas atas?

Jumperiator mengatakan bahwa kelab Le Giant ditujukan untuk clubbers dari kalangan medium-high class. Selama pandemi, kelas ini diturunkan sampai semua kalangan bisa masuk.

"Ke depan akan ada tiket dan minimum spend. Itu sebagai penyaringan pertama," tegas dia.

Le Giant mulai buka pintu untuk pengunjung dari pukul 10.00-23.00 WITa. Di masa awal pandemi, kelab ini mulai buka dari pukul 10.00-21.00, yakni di bulan April.

"Jika nantinya diadakan lagi pool party, kelab Le Giant bisa buka sampai pukul 02.00," jelas Jumperiator.

Ada minimum pembelian jika traveler ingin bersantai di Le Giant. Jika ingin duduk di King Bed misalnya, harus merogoh kocek sedalam Rp 3 juta. Lalu, bilik VIP dipatok seharga Rp 5 juta.

"Sun bed harus spend Rp 1 juta, lalu balcony, round table, sport bar itu free. Dan yang paling mahal itu VVIP yakni 20 juta," tegas Jumperiator.

Untuk diketahui, di masa pandemi COVID-19 ini, semua destinasi wisata di Bali yang di dalamnya meliputi kafe, restoran juga wisata alam yang didatangi tim detikcom telah menerapkan protokol kesehatan yang dianjurkan oleh pemerintah. Jadi, jangan ragu untuk mengunjunginya ya!

(msl/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA