Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

ADVERTISEMENT

Jumat, 18 Sep 2020 09:52 WIB

DOMESTIC DESTINATIONS

Bisa Ngopi Sambil Konsultasi Hukum di Kafe Ini

Wisma Putra
detikTravel
Kedai kopi di Bandung dengan konsep hukum.
PURA Koffie di Bandung (Wisma Putra/detikTravel)

Jadi, traveler jangan heran dengan nama-nama menu kopi di kedai PURA Koffie yang bernuansa pasal-pasal di Kitab Undang-undang Hukum Pidana, ya.

"Kenapa kita bikin menu-menu seperti nama pasal ski Undang-undang Hukum Pidana dan Perdata itu mencirikan kami bertiga sarjana hukum dari Fakultas Hukum Unpas, sehingga kopi shop kita harus terlihat ada edukasi hukumnya," kata Pranjani.

Kedai kopi di Bandung dengan konsep hukum.Pendirinya adalah lulusan Fakultas Hukum Universitas Pasundan Bandung (Wisma Putra/detikTravel)

Owner PURA Koffie lainnya, Ulfa Prasetya Putri, mencontohkan menu Pasal 1420 KUHPER yang diambil dari Pasal 142 KUHP tentang perjanjian.

"Contohnya ada Pasal 1420 KUHPER itu kita cantumin juga tentang syarat sah perjanjian. Tapi memang kita enggak menjelaskan soal perjanjian, cuman di menu itu ada selingan atau penyelewengan kata, pada dasarnya pasal itu syarat sah perjanjian tapi dihubungkan dengan kopi itu sendiri, kayanya enggak sah deh kalau ke PURA kopi enggak minum ini," ujarnya.

Begitu pun dengan menu Pasal 380 KUHPER Americano yang diambil dari Pasal 380 KUHP tentang pembunuhan. "Ketika kamu meminum ini akan merasa terbunuh (enak sekali rasanya), jadi gitu," dia menambahkan.

Banyak yang mendukung

Ulfa menyebut sejak dibuka antusiasme pengunjung yang datang ke kedai kopinya sangat tinggi. Terutama, teman sesama di bidang hukum, senior, junior, hingga dosen di Unpas.

"Sangat beranekaragam dan banyak yang support kami bertiga," kata Ulfa.

"Itu yang membuat kami bertiga selalu sadar dan bersyukur karena banyak yang support kita dilihat dari mana dilihat dari antusiasme teman-teman Fakultas Hukum Unpad baik dari teman-teman, senior, junior dan dosen," dia menambahkan.

Tak hanya itu, kedai kopi ini dijadikan sebagai wadah dan tempat untuk membuka atau membentuk relasi antar komunitas agar komunitas-komunitas yang nongkrong di kedai kopi ini saling berkenalan.

Kedai kopi di Bandung dengan konsep hukum.Ada banyak menu kopi (Wisma Putra/detikTravel)

Ulfa juga sedikit bercerita, menjadi pengusaha kedai kopi bukanlah cita-cita yang dimiliki bersama dua temannya. Adanya konsultasi hukum gratis, merupakan bukti bahwa Ulfa bersama Pranjani dan Agitha ingin bermanfaat dengan ilmu yang ia peroleh selama kuliah.

"Kita bertiga tida ada cita-cita sama sekali untuk membuka usaha kopi, cuman dilandasi dengan dasar dan tujuan kita ingin bermanfaat untuk banyak orang, ingin mengaplikasikan apa yang sudah kita dapat di kampus untuk masyarakat," ujarnya.

Menurutnya, dengan usaha PURA Koffie ini, ketiganya tidak ingin meninggalkan identitas masing-masing yang akhirnya disatukan dalam visi dan misi, bahwa tidak hanya jual kopi, tapi ingin mengaplikasikan segala ilmu yang sudah didapat kepada masyarakat.

"Kita belum jadi pengacara, kita punya keinginan masing-masing, kayak Pranjani ingin jadi hakim dan jaksa, Ulfa ingin jadi PNS atau dosen, Agitha ingin jadi dosen atau hakim, tapi sambil kita mencapai itu, kita laksanakan dulu apa yang kita laksanakan tapi dengan tidak meninggalkan apa yang sudah kita buat," ujar Ulfa.

"Jadi tujuannya apa? Ingin pengabdian, dengan adanya wadah ya PURA Koffie ini," dia menjelaskan.

Agitha Yolanda Agustine, pendiri PURA Koffie lainnya, berujar kehadiran kedai kopi itu diharapkan dapat memberikan manfaat bagi banyak orang.

"Pada intinya kita semua ingin menjadi manfaat bagi banyak orang, sebanyaknya kita mampu meskipun ada hal-hal mempengaruhi hidup kita dengan memilih jalan ini," ujar dia.

"Tetapi, ya kita percaya apapun yang kita lakukan yang akhirnya buka coffee shop ada rencana yang belum kita tahu," kata Agitha.

"Pastinya, apa yang kita lakukan tujuannya untuk memberikan manfaat bagi banyak orang dan ingin mencetak sejarah untuk kehidupan pribadi bahwa kita pernah ada di bisnis ini," dia menambahkan.

Tentunya kedai kopi yang satu ini dapat menjadi tambahan referensi buat kamu yang tengah liburan ke Bandung. Apalagi buat yang punya masalah atau ingin bertanya seputar hukum. Cocok banget!

Halaman
1 2 Tampilkan Semua


Simak Video "Bakmi Tjokin, Bakmi Hits Bandung yang Tawarkan Yamin Asin-Manis"
[Gambas:Video 20detik]

(rdy/rdy)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA