Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Minggu, 25 Okt 2020 22:02 WIB

DOMESTIC DESTINATIONS

Situs Megalitik Papua yang Mungkin Belum Kamu Tahu

Bonauli
detikTravel
Situs Megalitikum Bukit Tutari Papua
Situs Megalitikum Bukit Tutari (Hari Suroto/Istimewa)
Jayapura -

Negeri Papua bukan cuma boleh sombong soal alamnya. Berbagai situs bersejarah pun ada di sana.

Inilah Situs Megalitikum Tutari yang berada di Kampung Doyo Lama, Distrik Waibu, Kabupaten Jayapura. Situs ini mudah dijangkau dari Sentani, hanya sekitar 15 menit arah barat Bandara Sentani.

Berada di kawasan Bukit Tutari, situs ini memiliki bongkahan-bongkahan batu bergambar. Pohon kayu putih tumbuh liar mengelilingi batu-batu bersejarah ini.

"Pohon-pohon-pohon kayu putih di Situs Megalitikum Tutari ini unik, hanya tumbuh di kawasan situs megalitik saja, di bagian bukit lain tidak ada, hanya di kawasan bukit tutari saja," kata Hari Suroto, Peneliti dari Balai Arkeologi Papua kepada detikcom.

Hari menambahkan bahwa sekitar tahun 1994, Dinas Kebudayaan Provinsi Irian Jaya, mulanya menanam pohon kayu putih untuk penghijauan. Alasannya karena kondisi situs yang gersang dan panas. Kehadiran pohon kayu putih situs ini membuatnya tampak asri dan sejuk.

"Kelestarian situs Situs Megalitikum Tutari harus dijaga, baik batu bergambarnya maupun pohon kayu putihnya," jelasnya.

Situs Megalitikum Bukit Tutari PapuaSitus Megalitikum Bukit Tutari Papua Foto: (Hari Suroto/Istimewa)

Sejak pandemi corona, kayu putih sendiri digunakan oleh sebagian masyarakat Papua untuk menjaga daya tanah tubuh. Perlu diketahui bahwa Bukit Tutari merupakan satu-satunya tempat yang ditumbuhi oleh pohon kayu putih di Kabupaten Jayapura dan Kota Jayapura.

"Jadi kalau pengunjung suka mengambil daun kayu putih walaupun sedikit, tetapi kalau dikalikan jumlah pengunjung yang banyak tentu akan merusak pohon, dan pohon yang tidak ada daunnya kan jadi enggak enak dilihat mata," tegasnya.

Kehadiran pohon-pohon kayu putih juga menjaga bukit tutari dari longsor. Belum lagi pengunjung yang suka buang sampah botol minumannya sembarangan. Situs ini juga tak lepas dari aksi vandalisme.

Situs Megalitikum Bukit Tutari PapuaSitus Megalitikum Bukit Tutari Papua Foto: (Hari Suroto/Istimewa)

"Paling banyak pengunjung itu pada sore hari. Banyak anak muda yang datang, seumuran anak-anak sekolah. Mungkin karena tempatnya yang tinggi, jadi sangat bagus untuk foto-foto matahari tenggelam," ujar Hans Pangkatana, Penjaga Situs Megalitikum Tutari.

Situs Megalitikum Tutari berada di bawah pengelolaan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Papua. Tenaga teknis penjaga situs yang masih aktif hanya Hans seorang.

"Pengunjung ini ketika turun Bukit Tutari, memetik ranting yang ada daun-daun pohon kayu putih, mereka memetik bagian ujung pohon yang mudah dijangkau. Saya hanya memperingatkan jangan ambil banyak-banyak. Saya hanya jaga sendiri, tidak ada teman, untuk jaga situs ini kami kekurangan SDM," curhat Hans.

Hans berharap agar dinas mau menambah penjaga situs untuk membantunya. Karena Situs Megalitikum Tutari di Papua ini sangatlah luas.



Simak Video "Hutan Sawit Mengancam Tanah Papua"
[Gambas:Video 20detik]
(bnl/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA