Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Senin, 14 Des 2020 10:39 WIB

DOMESTIC DESTINATIONS

Ke Kalimantan, Tak Afdal Bila Tak Menyeberangi Sungainya

Syanti Mustika
detikTravel
Berada di atas perahu lewati permukaan sungai Sambas, menjadi hal yang menyenangkan bagi masyarakat perbatasan Aruk.
Sungai menjadi sarana penting dalam pergerakan perekonomian di Kalimantan Foto: Rengga Sancaya
Sambas -

Sungai sangat penting bagi warga Kalimantan. Karena dengan sungai mereka bisa menjangkau daerah-daerah pedalaman yang tak ada jalur darat.

Sungai menjadi sarana penting dalam pergerakan perekonomian di Kalimantan, khususnya di Kecamatan Galing, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat. Sungai digunakan masyarakat sebagai penghubung desa yang satu dengan lainnya.

Tim Tapal Batas detikcom bersama BRI datang ke Sambas beberapa waktu lalu. Kami pun berkunjung ke Pasar Galing dan melihat aktivitas di sana.

Pasar Galing ternyata berada di pinggir sungai. Jadi masyarakat seberang yang ingin belanja atau menjual dagangannya bisa langsung menyeberang dengan perahu dan sampai di Pasar Galing.

Berada di atas perahu lewati permukaan sungai Sambas, menjadi hal yang menyenangkan bagi masyarakat perbatasan Aruk. Foto: Rengga Sancaya

Tak hanya ibu-ibu yang berbelanja yang menggunakan transportasi sungai. Ada juga bapak-bapak, pelajar, dan beberapa muda-mudi yang memang ada keperluan di kawasan pasar juga naik ke perahu.

Jalur sungai ini pun juga bermanfaat bagi Mantri BRI Kantor Unit Galing, Jefrizal Tabli. Berbekal sepeda motor dia menelusuri wilayah pelosok demi kenyamanan nasabah. Salah satunya adalah dengan menggunakan sungai untuk menyeberang ke desa yang susah di akses jalur darat.

"Kita sering menggunakan transportasi sungai untuk mencapai desa-desa pelosok karena akses daratnya tidak ada. Walaupun ada, itu butuh waktu yang lama untuk melewatinya," cerita Jefri.

"Lima ribu sekali menyeberang," kata yang punya kapal.

Muatan sekali menyeberang ternyata cukup banyak. Pantauan detikcom setidaknya bisa mengangkut 5 motor beserta penumpangnya, atau 20 orang yang memang ingin menyeberang.

Kami pun mencoba untuk merasakan langsung bagaimana rasanya menyeberang dengan perahu di haluan sungai Kalimantan. Durasinya tidaklah lama, sekitar 5 menit saja sampailah kami diseberang.

Rasanya pertama kali menyeberang di sungai Kalimantan ini, berdebar-debar. Arus sungai saat itu lumayan tenang walau berair keruh. Tapi rasa berdebar itu buyar, saat seorang bocah laki-laki menatap kami. Tak ingin terlihat sebagai orang dewasa yang penakut, kami pun mencoba terlihat keren dengan berdiri tegap.

Berada di atas perahu lewati permukaan sungai Sambas, menjadi hal yang menyenangkan bagi masyarakat perbatasan Aruk. Foto: Rengga Sancaya
Berada di atas perahu lewati permukaan sungai Sambas, menjadi hal yang menyenangkan bagi masyarakat perbatasan Aruk. Foto: Rengga Sancaya

Sampai di seberang, nakhoda (walau kesannya berlebihan menyebutnya nakhoda, tapi tidak apa) melabuhkan perahu dan mengikatnya ke dermaga kecil ini.

Satu per satu penumpang turun. Yang menyeberang dengan motor menghidupkan mesin motornya dan maju dengan perlahan.

Dengan menyeberang di sungai Kalimantan, dengan ini kami Tim Tapal Batas detikcom menyatakan telah sah kami ke Kalimantan!


---

detikcom bersama BRI mengadakan program Tapal Batas yang mengulas mengenai perkembangan infrastruktur, ekonomi, hingga wisata di beberapa wilayah terdepan khususnya di masa pandemi. Untuk mengetahui informasi dari program ini ikuti terus beritanya di tapalbatas.detik.com!

Simak video "Sungai Sambas Denyut Nadi Kehidupan Masyarakat"

[Gambas:Video 20detik]



(sym/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA