Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Sabtu, 23 Okt 2021 20:34 WIB

DOMESTIC DESTINATIONS

Obat Rindu, Keroncong Plesiran Mentas di Hutan Pinus Mangunan

Keroncong Plesiran di Hutan Pinus Mangunan
Keroncong Plesiran di hutan pinus Mangunan, Bantul (Pradito Rida Pertana/detikcom)
Bantul -

Agenda tahunan Keroncong Plesiran kembali bergulir setelah sempat absen karena pandemi virus Corona. Mengambil tempat di hutan pinus Kalurahan Mangunan, Kapanewon Dlingo, Kabupaten Bantul, ajang itu menjadi paket kombo berwisata dan melestarikan musik keroncong.

Pantauan detikcom, acara ini menerapkan protokol kesehatan secara ketat, di antaranya penonton diwajibkan menjaga jarak. Bahkan, di setiap baris tempat duduk amphitheater terdapat panitia yang berjaga untuk menyemprit penonton bandel.

Event Manager Keroncong Plesiran Radyan Sugandi mengatakan ini menjadi kali kelima Keroncong Plesiran dihelat. Kali ini, acara itu menggelar event tersebut secara hybrid.

Keroncong Plesiran di Hutan Pinus MangunanKeroncong Plesiran di Hutan Pinus Mangunan Foto: Pradito Rida Pertana/detikcom

"Alhamdulillah kami masih bisa menggelar Keroncong Plesiran dan ini kelima kalinya. Karena setiap tahun kita plesiran, pindah-pindah dari obwis ke obwis lainnya di DIY untuk menggelar Keroncong Plesiran," katanya saat ditemui di Pinus Sari, Mangunan, Sabtu (23/10/2021).

"Festival Keroncong muda ini menghadirkan grub musik keroncong asli, keroncong modern hingga keroncong dengan format orkestra," dia menambahkan.

Konsep lokasi yang dipilih dalam pertunjukan keroncong tak lepas dari konsep 3A dalam pariwisata Amenitas, Asesibilitas, dan Atraksi). Harapannya, selain menjadi bentuk apresiasi dan pelestarian musik keroncong juga dapat menjadi media promosi tempat wisata di Yogyakarta serta berdampak pada sektor ekonomi di wilayah tersebut.

Keroncong Plesiran di Hutan Pinus MangunanKeroncong Plesiran di Hutan Pinus Mangunan Foto: Pradito Rida Pertana/detikcom

"Tujuannya bisa mengenalkan dan melestarikan musik keroncong kepada generasi muda dan lintas usia, serta memasyarakatkan musik orkestra yang dipandang eksklusif," ujarnya.

"Selain itu, bisa memperkenalkan kawasan wisata hutan pinus, mengajak penonton mencintai, menjaga dan melestarikan hutan dengan cara yang kreatif. Dan memberikan edukasi dan aksi menjaga lingkungan melalui event ini," Sugandi menambahkan.

Selanjutnya
Halaman
1 2


Simak Video "Jogja yang Masih Sepi dari Turis Asing"
[Gambas:Video 20detik]
BERITA TERKAIT
BACA JUGA