Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

ADVERTISEMENT

Sabtu, 11 Des 2021 20:34 WIB

DOMESTIC DESTINATIONS

Purworejo Kini Punya Rafting Konservasi, di Sungai Bogowonto

Rinto Heksantoro
detikTravel
Rafting Konservasi di Purworejo
Rafting Konservasi di Purworejo (Foto: Rinto Heksantoro/detikcom)
Purworejo -

Rafting di Purworejo ini bukan hanya seru-seruan memacu adrenalin. Karena, kita diajak untuk menjaga kelestarian alam sembari berwisata.

Mau tahu asyiknya seperti apa? Datang aja ke Sungai Bogowonto, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah.

Rafting atau arung jeram bisa menjadi agenda penting untuk menghabiskan akhir pekan. Aliran Sungai Bogowonto dengan derasnya jeram siap mengajak untuk berwisata bersama teman maupun keluarga.

Bukan hanya seru-seruan memacu adrenalin, dalam wisata minat khusus dengan konsep rafting konservasi ini, kita juga akan ikut andil bagian untuk melestarikan alam.

Meski tergolong deras, namun arus dan jeram yang ditawarkan oleh sungai terbesar di Purworejo itu tidak berbahaya bagi para pemula. Setelah meluncur dari start point, penumpang perahu karet akan merasakan serunya terombang-ambing derasnya air sungai sambil menikmati keindahan alam sepanjang perjalanan.

Di tengah perjalanan, wisatawan akan berhenti sejenak untuk beristirahat dan menikmati makanan serta minuman tradisional khas Purworejo. Sebelum mengayuh perahu kembali, mereka akan menanam pohon di pinggir sungai serta menebar benih ikan sebagai bentuk kepedulian kepada alam.

"Jadi ini memang rafting konservasi, kita pingin untuk di Bogowonto rafting setiap tamu mereka selain ada kenangan juga berbagi dengan Bogowonto itu sendiri dengan memberi kontribusi untuk kelestarian Sungai Bogowonto, salah satunya kita menanam pohon dan tebar benih ikan," kata Operator Bogowonto Rafting Purworejo, Wahyudi saat ditemui detikcom di tepi Sungai Bogowonto, Sabtu (11/12/2021).

Rafting Konservasi di PurworejoRafting Konservasi di Purworejo (Foto: Rinto Heksantoro/detikcom)

Biasanya, Wahyudi menjelaskan, rafting akan lebih menantang jika dilakukan pada bulan-bulan tertentu saat musim hujan lantaran debit air melimpah seperti bulan Desember hingga April. Untuk satu paket perahu, pihaknya mematok harga Rp 900 ribu dengan jarak tempuh sekitar 10 km dalam waktu 2,5 jam.

"Karena posisi protokol kesehatan satu perahunya lima orang. Kemudian dapat fasilitas dokumentasi, asuransi, terus makan, snack, transportasi lokal dari meeting point ke start point. Untuk jaraknya sendiri kurang lebih 9 sampai 10 km dengan estimasi waktu tempuh sekitar 2,5 jam," jelasnya.

Dengan hadirnya rafting konservasi tersebut diharapkan bisa ikut mempromosikan pariwisata di Purworejo yang sempat ambruk lantaran terdampak pandemi COVID-19. Adanya proyek strategis nasional yang ada juga diharapkan mampu menjadi magnet penyedot wisatawan untuk datang ke Purworejo.

"Harapannya kita juga bisa mempromosikan kota Purworejo yang tadinya lebih identik dengan kota pensiun menjadi kota wisata karena kita juga ada empat isu strategis nasional yaitu Bendungan Bener, Badan Otorita Borobudur (BOB), kemudian ada Yogyakarta International Airport (YIA), juga ada jalan bedah Menoreh," lanjutnya.

"Semoga ke depannya akan banyak wisatawan yang berkunjung ke Purworejo karena Purworejo sendiri berdekatan dengan YIA, Borobudur, jalan bedah Menoreh dan ada proyek strategis nasional Bendungan Bener," sambungnya.

Rafting Konservasi di PurworejoRafting Konservasi di Purworejo (Foto: Rinto Heksantoro/detikcom)

Hari ini, rafting konservasi Sungai Bogowonto diserbu rombongan keluarga besar SMK Negeri 1 Pandak, Kabupaten Bantul, DIY. Untuk melepas penat dan menghabiskan waktu libur akhir tahun, mereka lebih memilih mendayung perahu beramai-ramai di Sungai Bogowonto. Teriakan-teriakan yang memecah gemericik jeram pun ikut meramaikan suasana di tengah-tengah adrenalin yang terpacu.

Batu-batu besar yang terparkir di antara aliran air menjadi saksi betapa tamu-tamu di atas perahu begitu menikmati atmosfer yang ada. Salah satu penikmat wisata minat khusus tersebut, Chaesa Aulia Puteri Anjani (18) mengaku ketagihan meski awalnya sempat takut terjun ke sungai. Ke depannya bahkan ia merencanakan akan kembali lagi mengarungi Sungai Bogowonto.

"Ini piknik akhir tahun, tempatnya seru. Belum pernah ke sini si, baru pertama kali dan mau ke sini lagi. Tadi sedikit deg-degan agak takut tapi asyik," ucapnya.



Simak Video "Rafting Seru dengan Medan yang Menantang, Tomohon"
[Gambas:Video 20detik]
(msl/msl)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA