Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

ADVERTISEMENT

Kamis, 13 Okt 2022 22:00 WIB

DOMESTIC DESTINATIONS

Bukan Wisata Biasa! Kebun Bawang Enrekang Saat Malam Indah Bercahaya

Rachmat Ariadi
detikTravel
Wisata Lampu Pengusir Hama Kebun Bawang di Enrekang
Foto: Kebun bawang di Enrekang (Rachmat Ariadi/detikSulsel)
Enrekang -

Lampu pengusir hama di kebun bawang atau teknologi light trap di Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan, menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan. Keindahan cahaya puluhan lampu di hamparan kebun yang luas memanjakan mata di malam hari.

Diketahui, Enrekang saat ini memang menjadi salah satu daerah sentra produksi bawang terbesar di Indonesia. Sehingga memiliki lahan pertanian bawang sangat luas.

Light Trap adalah salah satu teknologi yang digunakan para petani bawang untuk mengusir hama. Namun, ternyata alat pengusir hama ini justru menjadi potensi pariwisata baru yang menawarkan pemandangan menarik di malam hari.

"Ini luar biasa pemandangannya, seperti ada Kota besar di Enrekang. Dari kejauhan banyak lampu seperti taman cahaya," kata Alan, warga Kabupaten Barru yang mengunjungi pertunjukan lampu bawang di Enrekang, Jumat (23/9/2022).

Menurut Alan, sebagai warga dari luar daerah dirinya sangat kagum melihat pemandangan ratusan lampu bawang dari ketinggian. Menurutnya, hal merupakan inovasi petani yang bisa membuat daya tarik wisatawan agar datang di Bumi Massendrempulu itu.

"Selain membantu petani, lampu-lampunya bisa menjadi spot foto untuk wisatawan. Kapan lagi liat pemandangan seperti ini. Saya pernah nonton film Japan, mirip di Tokyo," ucapnya.

Light Trap Digunakan Sejak 2019

Sementara itu, salah seorang petani bawang di Enrekang, Ardi menjelaskan metode light trap ini dilakukan sejak 2019 lalu. Ia menceritakan metode ini awalnya dilakukan oleh salah petani di Kecamatan Alla yang menyalakan lampu di tengah kebun bawang, dan besok paginya melihat banyak hama yang menempel di bohlam.

"Sudah 3 tahun. Jadi ada petani di Sudu (Kecamatan Alla) yang menaruh lampu di kebun bawangnya, terus besoknya dia liat banyak hama di sekitar lampu itu. Makanya petani lain ikutan juga," jelasnya.

Pada metode pengusiran hama itu, ada dua jenis lampu yang diletakan di tengah kebun bawang. Pertama bohlam memiliki kekuatan 15 watt sebagai pengumpul hama, dan lampu neon kecil sebagai penarik hama. Tepat di bawah bohlam penarik hama disediakan ember kecil berisi air untuk menampung hama yang sudah mati.

Jadi Wisata Baru

Arti mengatakan para petani tidak menyangka jika lampu pengusir hama tersebut terlihat indah dari ketinggian. Sebagai petani bawang, Ardi tidak pernah memikirkan hal tersebut terjadi.

"Nanti tau itu pas viral. Ternyata dari ketinggian cantik dilihat karena tersusun rapih. Jadi bersyukur juga di lain sisi kami petani terbantu, tercipta juga objek wisata baru," tandasnya.

Di Kabupaten Enrekang, sudah ada 13 Kecamatan yang sudah melakukan light trap di kebun bawang. Kecamatan yang terbesar melakukan hal ini diantaranya, Kecamatan Alla, Anggaraja, dan Baraka.


----

Artikel ini telah naik di detikSulsel dan bisa dibaca selengkapnya di sini.



Simak Video "Fenomena Tanah Bergerak di Enrekang Sulsel, 32 Rumah Rusak"
[Gambas:Video 20detik]
(wsw/wsw)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
Adu Perspektif
×
Janji Politik Lama, Bersemi Kembali
Janji Politik Lama, Bersemi Kembali Selengkapnya