Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

ADVERTISEMENT

Kamis, 27 Okt 2022 15:45 WIB

DOMESTIC DESTINATIONS

Misteri Ular Hitam Raksasa Penunggu Batu Miana di Polewali Mandar

Abdy Febriady
detikTravel
Batua Miana yang dijaga ular hitam raksasa di Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat (Sulbar).
Foto: (Abdy Febriady/detikcom)
Polewali Mandar -

Deretan batu berukuran besar yang dikenal dengan nama Batu Miana di Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat (Sulbar) menyimpan cerita misteri. Batu tersebut diyakini dijaga ular hitam raksasa yang kerap menampakkan diri.

Batu Miana terletak di Kelurahan Tinambung, Kecamatan Tinambung. Jaraknya sekira 57 kilometer dari Kecamatan Polewali yang merupakan ibu kota Kabupaten Polewali Mandar.

Posisi batu ini tepat berada di sisi jalan utama penghubung Kelurahan Tinambung dan Desa Tangnga-tangnga. Dari arah Kelurahan Tinambung, Batu Miana berada di sisi kiri jalan. Sedangkan di sebelah kanan jalan merupakan Sungai Mandar.

Dalam bahasa Mandar, kata "miana" berarti melahirkan. Warga setempat percaya di kawasan batu ini kerap muncul batu-batu kecil yang dianggap sebagai anak dari deretan batu berukuran besar.

Batua Miana yang dijaga ular hitam raksasa di Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat (Sulbar).Batua Miana yang dijaga ular hitam raksasa di Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat (Sulbar). Foto: (Abdy Febriady/detikcom)

Lokasi batu ini tepat berada pada jalan menikung dengan kontur sedikit mendaki. Di sekitar lokasi, dipenuhi rerumputan liar yang tumbuh tinggi. Namun tidak jauh dari situ, sudah terdapat pemukiman warga.

Pada siang hari, kawasan sekitar Batu Miana tampak biasa saja. Sejumlah warga khususnya anak sekolah, kerap mampir sekadar untuk beristirahat sambil bersantai di bawah pohon di dekat Batu Miana. Namun berbeda saat hari mulai gelap, kawasan Batu Miana berubah menjadi menyeramkan.

Keberadaan pohon bambu dengan daunnya yang rimbun, membuat kesan angker di tempat ini sangat terasa. Apalagi saat angin bertiup kencang disertai guyuran hujan di malam hari.

Salah satu warga setempat bernama Idris Noer (68) mengaku pernah menyaksikan sendiri keberadaan ular raksasa yang diyakini masih ada hingga saat ini. Ular tersebut dipercaya merupakan penjaga atau penunggu Batu Miana.

"Termasuk saya dulu pernah mengalami, ada ular melintas di samping saya, sangat besar mengarah ke air (sungai), setelah di sungai ular tiba-tiba tidak terlihat, berubah menjadi perahu sementara orangnya tidak ada," kata Idris Noer saat berbincang dengan detikcom, Selasa (25/10/2022).

Idris pernah menjabat sebagai kepala lingkungan di wilayah kawasan Batu Miana itu. Dia mengaku kerap mendapat laporan dari warga yang melihat penampakan ular raksasa sang penunggu Batu Miana.

Salah satunya, warga pernah lari ketakutan lantaran mendapati seekor ular di depan Batu Miana tersebut. Ular itu awalnya dikira baskom yang biasa digunakan penjual ikan.

"Dari kejauhan dia melihat ada baskom, awalnya dia menduga ada penjual ikan yang melupakan barangnya. Setelah mendekati lokasi Batu Miana ternyata itu adalah ular. Karena takut, warga itu langsung pergi," tutur Idris.

Mantan Lurah Tinambung, Khaedir Jamal (55) mengakui keangkeran Batu Miana yang kerap muncul ular hitam berukuran besar. Dari pengakuan warga yang pernah menyaksikan ular itu muncul, rata-rata menyebut ukurannya tidak seperti ular pada umumnya.

"Saking besarnya ular tersebut berdasarkan cerita dari sejumlah warga yang pernah melihat langsung, kadang kepala ular sudah sampai di sungai, namun ekornya masih berada di puncak bukit setinggi 50 meter yang berada di sisi jalan," tutur Khaedir.

Batua Miana yang dijaga ular hitam raksasa di Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat (Sulbar).Batua Miana yang dijaga ular hitam raksasa di Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat (Sulbar). Foto: (Abdy Febriady/detikcom)

Misteri Batu Miana

Cerita mengenai keangkeran Batu Miana ini sudah ada sejak puluhan tahun silam. Batu itu diduga sudah ada sejak tahun 1969 akibat gempa bumi yang mengguncang sekitar wilayah tersebut.

Warga setempat, Iqbal (56) menuturkan, penamaan batu tersebut karena dulunya ada batu berukuran besar yang dari tahun ke tahun permukaannya ditumbuhi batu berukuran kecil.

"Kalau dulu itu karena saya masih sempat lihat, ada batu yang ukurannya sedikit besar dan memanjang, di permukaannya itu kayak tumbuh batu-batu berukuran kecil, makanya dinamai Batu Miana, hanya saja kalau batu yang itu sudah tertimbun, yang tersisa beberapa batu berukuran besar yang memang tidak bisa dipindahkan sampai sekarang," terang Iqbal.

Warga setempat menduga batu tersebut awalnya berasal dari bukit yang terdampak gempa bumi pada tahun 1969 silam. Dari bukit tersebut terjatuhlah reruntuhan batu yang akhirnya berada di tempat Batu Miana saat ini.

"Kalau yang batu besar itu sekarang yang juga kerap dianggap sebagai Batu Miana, kemungkinan ada karena terjatuh dari bukit, waktu dulu ada gempa," ungkapnya.

Namun begitu, Iqbal tidak bisa memastikan mengenai asal usul batu tersebut. Warga setempat disebutnya tidak ada yang mengetahui pasti, bahkan dianggap masih menjadi misteri sampai saat ini.

---

Artikel ini telah tayang di detikSulsel.



Simak Video "Saat Puluhan Emak-emak di Polman Ikuti Festival Panette"
[Gambas:Video 20detik]
(sym/sym)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA