Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

ADVERTISEMENT

Rabu, 07 Des 2022 13:45 WIB

DOMESTIC DESTINATIONS

Buah Manis Nelayan Semarang, Bikin Mangrove Edupark yang Sedot Wisman

Afzal Nur Iman
detikTravel
Lokasi wisata Mangrove Edupark Tambakrejo, Semarang, Selasa (6/12/2022).
Mangrove Edupark Tambakrejo Semarang (Foto: Afzal Nur Iman/detikJateng)
Semarang -

Nelayan di Semarang tidak hanya bekerja di laut saja. Mereka juga jadi pahlawan bagi sekitarnya karena mampu membuat Mangrove Edupark dan sedot wisman.

Warga Tambakrejo, Kelurahan Tanjung Mas, Semarang, punya wisata Mangrove Edupark Tambakrejo. Wisata alam yang diresmikan pada 2019 itu ternyata merupakan rintisan warga dari kelompok nelayan sejak tahun 2011.

Lokasi wisata itu berada di RW 16, Kelurahan Tanjung Mas, Semarang Utara. Untuk menuju lokasi, wisatawan harus menaiki perahu motor dengan harga Rp 15 ribu per orang untuk dinaiki 5 sampai 10 orang.

Tempat wisata itu bersuasana hutan bakau dengan jalan setapak yang dibuat dari bambu. Ada berbagai jenis mangrove atau bakau dan wisatawan bisa mendapat edukasi tentang bakau dari pemandu wisata yang disediakan.

Salah satu pengelola Mangrove Edupark, Zazid (48), bercerita kebun magrove itu berawal dari kerjasama penanaman antara salah satu perusahaan dan kelompok Kelompok Cinta Alam Magrove Asri dan Rimbun (Camar) pada tahun 2011 silam. Awalnya, warga hanya berpikir untuk melakukan penghijauan dengan penanaman tersebut.

"Inisiatif karena ada lapangan yang tidak terpakai karena tergenang air untuk ditanami mangrove, 2011 akhir itu kita hanya menanam dan merawat," kata Zazid melalui sambungan telepon kepada detikJateng, Selasa (6/12/2022).

Zazid mengaku belum banyak mengetahui manfaat bakau saat pertama kali merintis penanaman itu bersama teman-temannya. Namun, sejak proyek penanaman itu, dia banyak belajar bahkan pernah studi banding ke berbagai daerah.

Zazid mengatakan pengunjung tempat wisata itu kebanyakan dari sekolah-sekolah yang mengadakan studi wisata. Namun, tak sedikit orang dari mancanegara datang untuk melakukan penelitian atau memang sekedar wisata.

"Dari Prancis, China, Jepang, Australia ada. Dari Amerika ada, penelitan soal mangrove," ujarnya.

Artikel ini sudah tayang di detikJateng



Simak Video "Semarang Dilanda Banjir, Warga Diimbau Tak Keluar Rumah"
[Gambas:Video 20detik]
(msl/msl)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA