Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

ADVERTISEMENT

Kamis, 08 Des 2022 20:45 WIB

DOMESTIC DESTINATIONS

Canthik Rajamala, Kepala Kapal 'Seram' yang Jadi Maskotnya Wisata Solo

Ahmad Rafiq
detikTravel
Rajamala, salah satu koleksi penting yang ada di Museum Radya Pustaka Solo.
Rajamala, salah satu koleksi penting yang ada di Museum Radya Pustaka Solo. (Foto: Ahmad Rafiq/detikJateng )
Jakarta -

Museum Radyapustaka Solo menyimpan berbagai manuskrip dan artefak terkait sejarah serta perkembangan Kota Solo. Hal itu membuat museum tertua di Indonesia ini sangat layak dikunjungi oleh wisatawan yang ingin mengenal Kota Solo dengan lebih dekat.

Salah satu koleksi yang cukup spesial di museum ini adalah canthik Rajamala. Benda yang merupakan bagian dari ornamen kapal itu tersimpan di sebuah ruangan khusus.

Sekilas, tempat penyimpanan canthik Rajamala memang terlihat menyeramkan. Ruangannya hanya dilengkapi lampu yang temaram. Bentuk ornamen berupa kepala raksasa berwarna merah dan berkumis tebal itu menambah kesan angker koleksi itu.

"Rajamala ini merupakan ornamen kepala kapal yang dibuat atas prakarsa Paku Buwana V, sekitar 1820-1923," kata salah satu pengelola Museum Radyapustaka Solo, Ki Totok Yasmiran.

Saat itu Paku Buwana V membuat baita gung atau kapal besar yang digunakan untuk menyusuri Bengawan Solo. Bagian depan kapal tersebut berhias canthik berwujud Rajamala.

"Rajamala merupakan tokoh pewayangan yang dikenal memiliki kesaktian," kata Ki Totok Yasmiran.

Rajamala, salah satu koleksi penting yang ada di Museum Radya Pustaka Solo.Rajamala, salah satu koleksi penting yang ada di Museum Radya Pustaka Solo. Foto: Ahmad Rafiq/detikJateng

Menurutnya, dalam cerita pewayangan, tokoh raksasa itu tidak bisa mati jika tubuhnya tersentuh air. Dia menyebut karakter tersebut membuat Rajamala dipilih untuk hiasan di kapal besar itu.

Keberadaan artefak berupa canthik Rajamala itu membuktikan bahwa Kota Solo yang notabene berada di pedalaman sebenarnya tetap memiliki budaya maritim. Koleksi itu juga menunjukkan bahwa keberadaan Bengawan Solo pernah menjadi salah satu jalur transportasi utama sebelum hadirnya era industrialisasi melalui kereta api serta kendaraan bermotor.

Kapal itu pernah digunakan menyusuri Bengawan Solo, Kali Brantas, hingga menyeberang ke Madura.

Sekilas Kapal Rajamala

Berdasarkan catatan yang ada di Museum Radyapustaka Solo, kapal Rajamala sebenarnya adalah kapal bekas yang tidak diketahui pasti kapan pembuatannya. Pada 1820, Paku Buwana V lantas merenovasi kapal itu di galangan kapal Langenharjo.

Selain diperbaiki, ukuran kapal itu juga diperbesar menjadi panjang 70 meter dan lebar 6 meter. Kapal ini digerakkan dengan satang dan welah atau sejenis dayung.

Karena menjadi kendaraan bangsawan, kapal Rajamala juga dilengkapi persenjataan yang memadai. Tercatat, baita gung ini dilengkapi dengan persenjataan berupa 6 meriam serta pistol dan senapan.

Kapal tersebut juga dilengkapi gamelan bernama Kyai Senggani Laras yang merupakan seperangkat gamelan dengan nada slendro-pelog yang dibuat ringkas.

Rajamala menjadi maskor ASEAN Para Games 2022 di Kota Solo.Rajamala menjadi maskor ASEAN Para Games 2022 di Kota Solo. Foto: dok Pemkot Solo

Rajamala Jadi Ikon

Meski sosoknya terkesan menyeramkan, penampakan Rajamala yang khas dan nilai sejarah yang tinggi membuatnya menjadi ikon khas Kota Solo.

Dalam perhelatan internasional Asean Para Games 2022, sosok Rajamala juga didaulat menjadi maskot di acara tersebut. Pada peringatan Hari Jadi Kota Solo pada 2022, pembuatan logo juga terinspirasi dari sosok Rajamala, baik bentuk maupun warnanya.

Bahkan saat ini Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Solo juga menjadikan Rajamala sebagai maskot pariwisata di kota itu. Kalung berbentuk sosok Rajamala ini juga kerap dijadikan oleh Pemkot Solo sebagai cendera mata yang diberikan kepada tamu-tamunya

---
Artikel ini telah tayang di detikJateng.



Simak Video "132 Tahun Museum Radyapustaka Merawat Peninggalan Bersejarah"
[Gambas:Video 20detik]
(sym/sym)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA