Pantai Kunti di Palabuhanratu Tak Bisa Dikunjungi, Cuma Bisa Dilihat dari Jauh

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Pantai Kunti di Palabuhanratu Tak Bisa Dikunjungi, Cuma Bisa Dilihat dari Jauh

Rae Sita Ni Luh Danaparamita - detikTravel
Kamis, 25 Des 2025 14:47 WIB
Pantai Kunti di Palabuhanratu Tak Bisa Dikunjungi, Cuma Bisa Dilihat dari Jauh
Pulau Kunti Sukabumi Syahdan Alamsyah)
Jakarta -

Pulau Kunti yang berada di dalam kawasan Ciletuh Palabuhanratu UNESCO Global Geopark (CPUGG) di Sukabumi, Jawa Barat, resmi ditutup untuk aktivitas manusia sejak 2024. Kini, keindahan pulau tersebut hanya bisa dinikmati dari kejauhan.

Meski dikenal sebagai pulau kecil dengan panorama alam yang indah, Pulau Kunti tidak lagi dapat dikunjungi secara langsung oleh wisatawan. Penutupan dilakukan karena sejumlah persoalan serius, terutama kerusakan lingkungan dan maraknya aktivitas ilegal di kawasan tersebut.

Salah satunya adalah munculnya pedagang ilegal serta perambahan lahan yang semakin tidak terkendali, termasuk pembukaan kebun singkong dan kebun pisang di area konservasi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam arsip berita detikcom, Kepala Resor (Kares) Cikepuh, Iwan Setiawan, menjelaskan bahwa kebijakan penutupan telah melalui pertimbangan matang dan proses sosialisasi yang panjang kepada masyarakat serta pelaku usaha wisata.

Dia mengatakan bahwa sejak awal, segala bentuk aktivitas di Pulau Kunti sebenarnya sudah dilarang karena statusnya sebagai kawasan konservasi, termasuk di area pasir putihnya.

ADVERTISEMENT
Deretan pulau membentang di kawasan Geopark Ciletuh Palabuhanratu, Sukabumi. Salah satu pulau di kawasan tersebut dinamai Pulau Kunti.Deretan pulau membentang di kawasan Geopark Ciletuh Palabuhanratu, Sukabumi. Salah satu pulau di kawasan tersebut dinamai Pulau Kunti. (Syahdan Alamsyah)

Larangan kunjungan ke Pulau Kunti merujuk pada Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistemnya.

Menurut Iwan, berbagai kegiatan yang selama ini berlangsung di pulau tersebut bersifat ilegal dan berpotensi merusak kawasan konservasi. Karena itu, penutupan dinilai sebagai langkah penting untuk menjaga fungsi ekologis sekaligus mempertahankan nilai geopark.

Selain faktor lingkungan, penutupan Pulau Kunti juga berkaitan dengan proses revalidasi Geopark Ciletuh Palabuhanratu oleh tim asesor UNESCO pada akhir 2024. Kebijakan itu menjadi bagian dari upaya menjaga kawasan konservasi agar nilai geopark tidak menurun atau bahkan dicabut statusnya.

Upaya itu berhasil sejauh ini. Kini, Geopark Ciletuh Palabuhanratu masih berstatus UNESCO Global Geopark dan baru saja melalui proses evaluasi positif pada 2025.

Pulau Kunti SukabumiPulau Kunti Sukabumi (Syahdan Alamsyah)

Meski ditutup untuk aktivitas manusia, wisatawan masih dapat menikmati Pulau Kunti secara terbatas. Pengunjung diperbolehkan melihat pemandangan pulau dari perahu wisata, tetapi tidak diizinkan turun atau memasuki kawasan pulau.

Iwan menyebutkan bahwa pelaku usaha perahu wisata dan pengelola geopark telah sepakat untuk mensterilkan Pulau Kunti dari aktivitas manusia langsung sejak 1 Januari 2024. Kesepakatan ini diambil demi menjaga kelestarian kawasan sekaligus memberikan kepastian aturan bagi pelaku wisata.

Tentang Pulau Kunti

Pulau Kunti terletak di ujung semenanjung kawasan Hutan Suaka Margasatwa Cikepuh atau Cagar Alam Cibanteng, Kabupaten Sukabumi. Pulau ini memiliki pasir putih serta formasi batuan vulkanik purba yang menjadi bagian dari warisan geologi Geopark Ciletuh-Palabuhanratu.

Sebelum ditutup sepenuhnya, wisatawan yang ingin berkunjung ke Pulau Kunti harus mengantongi izin khusus atau SIMAKSI. Kini, larangan total diberlakukan demi menjaga fungsi konservasi dan keberlanjutan kawasan geopark.

Penutupan Pulau Kunti menjadi langkah penting dalam melindungi lingkungan sekaligus mempertahankan status Geopark Ciletuh Palabuhanratu sebagai geopark global yang diakui UNESCO. Meski tidak lagi bisa disambangi secara langsung, keindahan Pulau Kunti tetap dapat dinikmati dari perairan di sekitarnya.

Di Pulau Kunti terdapat sebuah gua purba yang dikenal dengan sebutan Gua Anti Jomblo. Gua ini menghadap langsung ke laut dan telah lama lekat dengan mitos lokal sebagai tempat yang dipercaya dapat mempercepat datangnya jodoh bagi mereka yang memasukinya. Cerita tersebut berkembang turun-temurun di kalangan masyarakat, meski kerap disebut hanya sebagai kepercayaan dan bukan fakta ilmiah.

Secara geologis, gua di Pulau Kunti terbentuk akibat abrasi laut selama jutaan tahun, ketika gelombang terus menghantam tebing batuan purba hingga membentuk rongga alami. Suara gema ombak yang memantul di dinding gua bahkan disebut menyerupai tawa, yang kemudian melahirkan berbagai kisah mistis.




(fem/fem)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads