×
Ad

Faunaland Ancol: Kebun Binatang Ala Hutan Papua Tersembunyi di Jakarta

Hans Wilhem Michelson - detikTravel
Sabtu, 09 Mei 2026 18:11 WIB
Foto: Mohammad Farrel
Jakarta -

Tersembunyi di tengah hiruk-pikuk ibu kota yang semarak dan pesona kawasan rekreasi Ancol, terdapat sebuah oase hijau yang menawarkan pengalaman unik bagi para pecinta hewan.

Faunaland Ancol yang berlokasi di Ecopark Ancol di Jalan Pantai Indah, Ancol, Pademangan, Jakarta Utara, DKI Jakarta, menghadirkan petualangan air yang tenang. Menonjol sebagai lebih dari sekadar kebun binatang biasa, tempat ini berfungsi sebagai ruang khusus untuk konservasi dan pendidikan, yang semuanya berpusat pada tema Hutan Papua.

Destinasi ini, yang menampilkan koleksi unik hewan eksotis langka dan menawarkan interaksi yang intim dan dekat, telah berhasil menarik minat wisatawan dan menjadi sensasi viral di media sosial.

Beberapa waktu lalu tim detikTravel menjelajahi hamparan hijau Faunaland Ancol, berbincang dengan Dwi Rasapta, Tim Operasional Faunaland Ancol. Lewat percakapan ini kami mendapatkan wawasan tentang daya tarik lokasi, penawaran edukasinya, serta faktor-faktor menarik yang berkontribusi pada peningkatan jumlah pengunjung yang luar biasa.

Konsep Papua

Begitu memasuki area Faunaland, suasana tropis yang semarak menyelimuti pengunjung, diperkaya dengan dekorasi tradisional Indonesia Timur. Pemilihan tema Hutan Papua ini dilakukan secara sengaja.

Dwi Rasapta menjelaskan bahwa konsep ini digagas oleh pemiliknya, Dany Gunalend, yang berasal dari Papua. Ia memiliki ambisi yang patut diapresiasi untuk memperkenalkan kekayaan sumber daya alam tanah kelahirannya kepada khalayak yang lebih luas.

"Koleksi hewan kita lebih banyak dari Papua karena menurut beliau (Bapak Dany), banyak orang nggak tahu bahwa Papua itu cantik, indah, dan hewannya bagus-bagus. Jadi memang diusung temanya itu serba ala Forest Papua, bahkan di Bird Show tuh ala-alanya ada rumah-rumah Papua," ungkap Dwi.

Komitmen terhadap tujuan ini tercermin dengan jelas dalam beragam koleksi burung eksotis asal Papua, yang dipimpin oleh Burung Cendrawasih yang memukau, serta beragam spesies ular endemik. Faunaland berupaya menyampaikan pesan yang kuat bahwa flora dan fauna Indonesia, terutama dari wilayah timur, memiliki daya tarik kelas dunia yang sungguh patut dibanggakan.

Salah satu fitur menonjol yang membedakan Faunaland Ancol dari kebun binatang lain adalah hubungan yang akrab antara pengunjung dengan hewan-hewan. Di kebun binatang tradisional, hewan-hewan besar seringkali dikurung di balik pagar yang kokoh, namun Faunaland menantang norma ini dengan menghilangkan penghalang tersebut.

Para tamu memiliki kesempatan untuk berinteraksi, memberi makan, dan mengambil foto close-up beberapa hewan mamalia dan herbivora. Meskipun hewan-hewan berada di dekat pengunjung, memastikan protokol keamanan tetap menjadi prioritas utama. Di setiap titik interaksi dan kandang, zoo keeper selalu hadir, termasuk seperti Pak Daus di area herbivora dan Kak Didan di area ular.

Sebagai praktik yang patut diapresiasi, staf selalu meminta izin pengunjung sebelum mengambil foto atau berinteraksi dengan mereka, sehingga memastikan tidak ada tekanan yang dapat mengganggu baik pengunjung maupun hewan.

Terkait Pengelolaan Kebisingan untuk memastikan kesejahteraan hewan, Faunaland tidak menyelenggarakan acara yang terlalu berisik. Musik latar diatur dengan cermat untuk menjaga suasana yang tenang.

Protokol Keselamatan Tanggap Cepat mencakup ketersediaan kotak P3K di berbagai lokasi, fasilitas P3K lengkap yang terletak di lobi, serta rute evakuasi darurat yang terhubung langsung dengan akses ambulans untuk insiden tak terduga.

"Kita masih dikontrol juga sama manajemen untuk kesehatan sama kenyamanan dua belah pihak antara pengunjung dan hewan. Karena bos kita itu adalah hewan kita," tegas Dwi.



Simak Video "Video: Bagaimana Nasib Koleksi KBS Usai Korupsi Pakan Satwa Rp 10,2 M Dibongkar? "


(ddn/ddn)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork