Jalan Yuk di Negeri Atas Awan, Wisata Kuliner hingga Jelajah Dieng

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Jalan Yuk di Negeri Atas Awan, Wisata Kuliner hingga Jelajah Dieng

Dadan Kuswaraharja - detikTravel
Sabtu, 24 Okt 2026 10:22 WIB
Pendopo Wonosobo
Pendopo Wonosobo. (Dadan Kuswaraharja)
Wonosobo -

Kalau punya waktu jalan-jalan di Wonosobo, Jawa Tengah, ada banyak hal menarik yang bisa traveler lakukan. Mulai dari berburu kuliner khas, menikmati petualangan di alam, hingga mengenal sejarah kota yang dijuluki Negeri di Atas Awan ini.

detikTravel berada di Wonosobo selama beberapa hari. detikTravel terbang dari Jakarta menuju Yogyakarta International Airport di Kulon Progo, kemudian lanjut dengan perjalanan darat sekitar 2-3 jam menuju Wonosobo. Rombongan detikTravel kemudian menginap di Artotel Wanasaba.

Perjalanan menjelajah Wonosobo kami mulai mulai dengan mencicipi aneka kuliner khas Wonosobo. Misalnya, sagon Bu Ning, camilan tradisional berbahan dasar kelapa yang punya aroma khas dan rasa manis gurih. Cocok banget buat teman ngopi atau sekadar mengisi perut sebelum memulai petualangan. Bentuknya bulat dan kering. Cemilan ini harganya Rp 7.500 saja.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Belum lengkap rasanya kalau ke Wonosobo tanpa mencoba kuliner tradisional lainnya. Kali ini, ada bubur candil yang dijual seharga Rp 5.000, kudapan manis dengan tekstur kenyal yang disiram kuah santan dan gula merah.

ADVERTISEMENT

Bubur candil ini terasa hangat, manis, dan pas dinikmati di tengah sejuknya udara Wonosobo di petang hari itu. Menurut ibu penjualnya, bubur candil lebih nikmat disantap tanpa diaduk terlebih dahulu. Jadi, kami pun mengikuti sarannya dan langsung menyendok bubur candil untuk mencicipi perpaduan rasanya.

Sore harinya, kami ke pusat kota untuk berjalan-jalan di Alun-alun Wonosobo. Di sini, kita bisa melihat lebih dekat Pendopo Kabupaten Wonosobo, bangunan yang menjadi bagian penting dari pemerintahan dan sejarah daerah ini.

Telaga di Wonosobo.Telaga di Wonosobo. (febriansyah1179/d'Traveler)

Pendopo Kabupaten Wonosobo merupakan bangunan bersejarah yang mulai didirikan sekitar 1870, pada masa kolonial. Bangunan ini menjadi simbol pusat pemerintahan sekaligus bagian dari tata ruang tradisional kota-kota di Jawa. Arsitekturnya yang kental dengan nuansa Jawa menghadirkan suasana klasik yang mengingatkan kita pada kekayaan budaya dan sejarah Wonosobo.

Sementara di alun-alun banyak masyarakat yang berolahraga atau bermain aneka mainan di sini, mulai dari lari-lari sampai bermain bola atau voli. Ada mobil-mobilan juga yang bisa disewa pengunjung.

Jangan lewatkan juga kunjungan ke masjid tertua di Wonosobo, untuk mengenal lebih jauh jejak sejarah dan perkembangan Islam di kota ini. Masjid Al Manshur ini mulai dibangun mulai tahun 1847 M.

Masjid yang beralamat di Jalan Pangeran Diponegoro No.13 menjadi bagian saksi sejarah penyebaran agama Islam dan kota Wonosobo. Suasananya teduh di malam hari dan tampak cukup banyak jemaah yang mengikuti salat Magrib di sini.

Malam semakin larut, kami kemudian melanjutkan perjalanan untuk mencari kuliner terkenal lainnya di Wonosobo. Seorang rekan kami menyarankan mencoba mie ongklok khas Wonosobo.

Mie ongklok adalah hidangan otentik khas Wonosobo yang disajikan dengan irisan kol, daun kucai, dan tempe kemul yang disajikan dengan sate sapi dengan kuah kacang. Porsinya tidak terlalu besar, cukup untuk menutup petualangan kuliner kami di Wonosobo hari itu.

Setelah puas kulineran, besoknya kami memacu adrenalin dengan jip wisata menuju kawasan Dieng. Sepanjang perjalanan, kita bisa menikmati lanskap pegunungan, udara segar, dan panorama alam yang bikin mata susah berkedip sambil menikmati tempat wisata seperti Telaga Menjer, Candi Arjuna.

Sensasi naik jip melewati jalur berliku juga jadi pengalaman tersendiri. Di Telaga Menjer, traveler bisa menikmati aneka makanan di berbagai kafe di bagian atas danau. Jadi kita bisa makan sambil melihat-lihat Telaga Menjer.

DiengJalan Yuk di Wonosobo (Istimewa)

Wisata di Wonosobo, ternyata bukan cuma soal menikmati keindahan alam, tetapi juga mencicipi kekayaan kuliner, merasakan petualangan, dan menyusuri sejarahnya. Ingat saja jika main ke Dieng, pastikan kondisi kendaraan dalam kondisi oke karena jalanannya cukup terjal.



(ddn/fem)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads