Jakarta -
Kelenteng jadi tempat yang meriah saat Imlek. Begitu pula dengan Boen Tek Bio, kelenteng tertua di Tangerang ini jadi saksi bagi perjalanan peranakan Tionghoa.
Salah satu jendela rumah penduduk bergaya peranakan Tionghoa yang masih dilestarikan hingga saat ini.
|
Kelenteng jadi tempat yang meriah saat Imlek. Begitu pula dengan Boen Tek Bio, kelenteng tertua di Tangerang ini jadi saksi bagi perjalanan peranakan Tionghoa.
Rumah bergaya peranakan Tionghoa sekaligus tempat tinggal mendiang Oey Kim Tiang. Seorang penulis cerita silat dan kungfu dari Tangerang.
|
Kelenteng jadi tempat yang meriah saat Imlek. Begitu pula dengan Boen Tek Bio, kelenteng tertua di Tangerang ini jadi saksi bagi perjalanan peranakan Tionghoa.
Bangunan Klenteng Boen Tek Bio yang dibangun dari tahun 1648
|
Kelenteng jadi tempat yang meriah saat Imlek. Begitu pula dengan Boen Tek Bio, kelenteng tertua di Tangerang ini jadi saksi bagi perjalanan peranakan Tionghoa.
Bangunan museum Benteng Heritage berarsitektur peranakan Tionghoa yang masih dipertahankan keasliannya. Museum pribadi ini terbuka untuk umum.
|
Kelenteng jadi tempat yang meriah saat Imlek. Begitu pula dengan Boen Tek Bio, kelenteng tertua di Tangerang ini jadi saksi bagi perjalanan peranakan Tionghoa.
Kelenteng jadi tempat yang meriah saat Imlek. Begitu pula dengan Boen Tek Bio, kelenteng tertua di Tangerang ini jadi saksi bagi perjalanan peranakan Tionghoa.Kelenteng jadi tempat yang meriah saat Imlek. Begitu pula dengan Boen Tek Bio, kelenteng tertua di Tangerang ini jadi saksi bagi perjalanan peranakan Tionghoa.Kelenteng jadi tempat yang meriah saat Imlek. Begitu pula dengan Boen Tek Bio, kelenteng tertua di Tangerang ini jadi saksi bagi perjalanan peranakan Tionghoa.Kelenteng jadi tempat yang meriah saat Imlek. Begitu pula dengan Boen Tek Bio, kelenteng tertua di Tangerang ini jadi saksi bagi perjalanan peranakan Tionghoa.
(travel/travel)
Komentar Terbanyak
Koster Tepis Bali Sepi, Wisman Naik, Domestiknya Saja yang Turun
Tangis Istri Pelatih Valencia Pecah, Suasana Doa Bersama Jadi Penuh Haru
Agar Turis Betah, Pemerintah Malaysia Minta Warga Lebih Ramah