Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Kamis, 28 Apr 2011 15:15 WIB

D'TRAVELERS STORIES

Pulau Solor di Seberang Timur Flores

Dede Tunggal
d'travelers
Foto 1 dari 3
Dermaga Pamakayoh
Dermaga Pamakayoh
detikTravel Community - Solor adalah sebuah pulau yang terletak di Kepulauan Nusa Tenggara, yakni di sebelah timur Pulau Flores. Pulau ini dibatasi oleh Selat Lowotobi di barat, Selat Solor di utara, Selat Lamakera di timur, serta serta Laut Sawu di selatan. Secara administratif, Pulau Solor termasuk wilayah Kabupaten Flores Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur, Indonesia.

Pulau ini merupakan satu di antara dua pulau utama selain Pulau Adonara ( Pulau yang akan saya singgahi beberapa hari kemudian) pada kepulauan di wilayah Kabupaten Flores Timur. Tanggung jawab akan kerjaan membuat kami harus bolak-balik menyebrang ke Pulau Solor dari Kota Larantuka. Dengan ongkos naik Kapal Penyebrangan seharga 10rb perorang dan jika membawa motor akan dihitung 1 orang.

Hari itu, Rabu 9 februari 2011 saya menyebrang bersama partner kerja, Imron atau Iim yang sudah saya kenal sebelum sama-sama bekerja di bidang yang sama. Tapi disini saya tidak akan menceritakan tentang apa pekerjaan saya dan apa yang saya lakukan disana. Karena saya hanya akan mencoba mengangkat demografinya saja. (mudah-mudahan) Tak terasa sejam kami menyebrangi Selat Solor dan berlabuh di Desa Pamakayoh. Salah satu dari empat Pelabuhan singgah yang berada di Pulau Solor. Kami pun langsung menuju tempat salah satu tujuan saya, Desa Suleng Waseng.

Desa yang berada di wilayah selatan Pulau Solor ini berjarak kira-kira sejam dari Desa Pamakayoh. Dengan bantuan GPS dan Navigasi "Punten" (bertanya ke penduduk). Sepanjang perjalanan Kami disuguhi oleh pemandangan pantai karang dengan sedikit pasir putih serta keramahan tegur-sapa setiap penduduk seperti tidak menunjukan betapa kerasnya kehidupan mereka di pulau yang bercuaca panas serta banyak ditumbuhi batu karang atau kapur serta terbatasnya sumber air bagi mereka.

Dan kami pun sampai di tempat tujuan Desa Suleng Waseng. Sebuah Desa yang hanya punya dua sumber air dan belum mendapat pasokan listrik dari pemerintah ini (kecuali Suleng Waseng semua wilayah di Pulau Solor telah menikmati listrik walaupun hanya 12 jam saja), wilayah yang hanya memiliki sekitar 40-an KK ini mayoritas bekerja sebagai petani, ada juga yang bekerja sebagai nelayan dan mencoba mengadu nasib hingga jauh di sebrang pulau bahkan menjadi TKI ke malaysia.

Untuk budaya maupun ada istiadat, Desa Suleng Waseng masih memegang teguh adat istiadat yang telah diwariskan oleh para leluhur mereka. Seperti Upacara menyambut musim panen maupun musim tanam tiba. Selain sistem pemerintahan negara, di Suleng Waseng maupun Pulau Solor pada umumnya juga terdapat sistem pemerintahan berdasarkan suku. Kepala suku memegang peranan dalam hal upacara adat, menjatuhkan sanksi adat, dan hal-hal lain yang lebih bersifat spiritual. Sedangkan para pemegang kekuasaan sistem pemerintahan tetap dipegang kepala dusun, kepala desa, lurah atau camat. Di antara semuanya terjalin hubungan yang baik dan tidak saling melangkahi kewenangan masing-masing.

Sebuah wilayah yang kurang perhatian dari Pemda setempat apalagi Pemerintah Pusat ini, penduduknya selalu berharap dan berharap ada perubahan di wilayah mereka. Hidup Indonesia..!!!

BERITA TERKAIT
BACA JUGA