Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Kamis, 03 Mei 2012 18:28 WIB

D'TRAVELERS STORIES

Belajar Cantik di Museum of Enduring Beauty

Faela Shafa
d'travelers
Foto 1 dari 4
Gedung Museum of Enduring Beauty (panoramio.com)
Gedung Museum of Enduring Beauty (panoramio.com)
detikTravel Community - Kriteria cantik kerap berbeda di setiap negara. Ada yang membebat kaki hingga kecil, menumpuk kalung emas di leher sampai menaruh piring di bibir. Intip semua jenis kecantikan di Museum of Enduring Beauty, Melaka, Malaysia.

Sebuah museum unik berdiri di Jl Kota, Bandar Hilir, Melaka, Malaysia. Bangunan yang berjudul People's Museum memiliki lantai khusus yang mengumpulkan keanehan sekaligus keunikan mengenai kecantikan. Beberapa negara memiliki kriteria sendiri dalam menilai kecantikan seorang wanita.

Museum of Enduring Beauty terletak di lantai 2 People's Museum, seperti dilansir dari situs resmi pariwisata Kementerian Pariwisata Malaysia, Virtual Malaysia, Kamis (3/5/2012). Museum yang didirikan pada tahun 1996 ini mengajak Anda mengenal kecantikan dari beberapa sudut pandang. Kata 'cantik' tidak selamanya identik dengan kulit putih dan bibir merah.

Di museum yang buka dari jam 9.00-17.00 waktu setempat ini memamerkan jenis kecantikan dari zaman pra sejarah hingga modern. Patung dan lukisan menjadi media penyampaian di museum ini. Yang menjadikan museum ini menarik adalah konsep dari kecantikan itu sendiri. Sayangnya, kebanyakan dari konsep tersebut malah terlihat menyakitkan.

Sebut saja China. Zaman dahulu di Negara Tirai Bambu, wanita cantik adalah yang memiliki kaki kecil. Permaisuri dan puteri di istana memiliki kaki yang kecil. Untuk mendapat kaki kecil yang konon katanya lambang kecantikan ini, para gadis sudah menderita dari bayi. Kakinya dibebat hingga hanya sebesar kepalan tangan.

Beda lagi dengan wanita di Myanmar. Di sana, wanita diharuskan memakai cincin emas yang dipasang di leher. Semakin tua, cincin pun semakin bertambah. Anak perempuan suku Kayan Lahwi sudah memakai cincin emas sejak berumur 2 tahun. Tidak hanya di Myanmar, tradisi cantik bagi wanita sejenis ini pun terjadi di beberapa tempat lain di Asia dan Afrika.

Selain dua kriteria kecantikan di atas, Anda pun bisa mengetahui tradisi kecantikan lainnya di sini seperti menaruh piring di bibir dan membolongi telinga dan diisi dengan piring. Setelah puas berkeliling di sini, Anda pun akan bersyukur mengenai kriteria cantik masa kini. Museum of Enduring Beauty akan membuka mata dengan ucapan "Beauty is Pain", yang artinya cantik itu butuh pengorbanan.
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
NEWS FEED