Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Senin, 25 Feb 2013 11:25 WIB

D'TRAVELERS STORIES

Asyiknya Melukis & Wisata Kuliner Bali di Museum Antonio Blanco

Foto 1 dari 3
Pintu masuk Museum Antonio Blanco
Pintu masuk Museum Antonio Blanco
detikTravel Community -

 

 

Tak cuma pantai, Bali juga memiliki museum unik seperti Museum Don Antonio Blanco. Di sekitar museum ini, traveler juga bisa bermain di konservasi burung jalak Bali atau mencicipi menu Bali dan Eropa di Rondji Restaurant. Mantap!

Saat liburan ke Bali, kebetulan saya membaca ada salah satu museum di Ubud yang sangat unik, yaitu Don Antonio Blanco. Selain itu, ada juga restoran yang benar-benar bagus. Tak hanya makanannya yang enak, tapi panorama Rondji Restaurant juga sangat bagus.

Museum ini didirikan pada tahun 1999 oleh sang maestro Don Antonio Blanco. Sebelumnya, ia melancong ke Ubud pada tahun 1952. Saat itu Ubud masih dipegang oleh Raja Ubud.

Antonio Blanco yang waktu itu masih berumur 42 tahun langsung melukis kebudayaan khas Ubud. Melalui objek seorang gadis dari Desa Penestanan, Rondji. Kemudian, gadis tersebut menjadi istrinya.

Keunikan museum ini, kita bisa belajar bagaimana caranya seni lukis dipandang sangat indah dan bermakna. Dalam hal ini membutuhkan pengaturan, mulai dari warna, objek lukisan, dan bingkai-bingkai yang dibuat sangat indah dan menakjubkan.

Lalu, tidak jauh dari museum ternyata ada juga konservasi burung jalak Bali yang tak kalah cantik. Sang pemilik, Mario Blanco memulai penangkaran burung jalak sampai sekarang dengan koleksi sudah lebih dari 200 jenis. Semuanya masih tetap dipelihara.

Tak jauh dari museum, hadir juga Rondji Restaurant. Restoran ini menyajikan makanan khas Bali dan Eropa ala Antonio Blanco. Anda bisa mencoba bagaimana nikmatnya sambal Penestanan dipadu dengan sayur kacang.

Coba juga sambal matah yang mengiringi crispy-nya bebek goreng, ayam betutu, atau iga saus madu. Salad ala Blanco, yaitu mesclun salad dan ikan baramudi panggang juga tak kalah nikmat dari menu lainnya. Apalagi pelancong bisa mencicipinya dengan pemandangan Bukit Campuhan dari atas restoran.

Panorama ini mengingatkan saya dengan Ngarai Sianok di Sumatera Barat. Sungguh indah sekali, apalagi bila Anda melihat pemandangan ini pada pukul 17.00-19.00 Wita.

 

 

BERITA TERKAIT
BACA JUGA