Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Selasa, 26 Jul 2016 15:20 WIB

D'TRAVELERS STORIES

Keliling Seru di Malang dengan Aneka Transportasinya!

Dewi Puspasari
d'travelers
Foto 1 dari 5
Ijen Boulevard Ikon Kota Malang
Ijen Boulevard Ikon Kota Malang
detikTravel Community - Malang dengan beragam objek wisata serunya. Wisatawan bisa berkeliling kota ini dengan memilih beberapa transportasinya yang beragam.

Kota Malang tidaklah sebesar Jakarta. Luasnya hanya 252,1 kilometer di mana ikon-ikon kotanya bisa dikelilingi hanya dalam waktu beberapa jam. Ada berbagai pilihan transportasi yang bisa Kalian pilih dari yang gratis hingga berbayar.

Ikon-ikon utama Malang terdapat di Alun-alun Kota Malang, Pecinan, jalan Ijen, komplek Balaikota Malang dan Stasiun Kota Baru. Bangunan ikonik lainnya juga terdapat di kawasan Soekarno Hatta dengan adanya dua museum yang menarik dan universitas terbesar di kota Malang, yaitu Universitas Brawijaya.

Agar dapat menikmati ikon kota Malang tersebut, inilah pilihan transportasi yang bisa kalian gunakan:

1. Bus Malang City Tour

Pemerintah Kota Malang tanggap terhadap melonjaknya jumlah wisatawan, sehingga pada Februari 2015 merilis sebuah bus yang bisa digunakan kalangan umum secara cuma-cuma. Namanya Bus Malang City Tour yang disingkat Bus Macyto.

Bus gratis ini berbentuk bus tingkat dengan bagian atasnya terbuka. Kapasitas penumpangnya 40 kursi dan beroperasi setiap hari sejak pukul 09.00 pagi dan 09.30 untuk hari Minggu. Start bus ini yaitu di halaman Balai Kota Malang, yaitu berdekatan dengan lokasi taman Tugu Malang atau yang juga dikenal dengan Alun-alun Bunder.

Rutenya hampir menjangkau ikon-ikon kota Malang. Rutenya adalah Balai Kota menuju  Kayu Tangan - Jalan Semeru - Ijen Boulevard - Bunderan Simpang Balapan. Tapi ada kalanya rutenya berubah menuju Alun-alun Merdeka baru menuju Ijen Boulevard dengan lewat jalan Kawi. Asyiknya ada pemandu wisata yang siap menjelaskan sejarah dan wawasan tentang daerah tersebut.

Nantinya di depan Museum Brawijaya yang terletak di jalan Ijen, bus akan berhenti sekitar 20 menit untuk memberikan kesempatan kepada wisatawan untuk mengabadikan momen di depan museum dengan tanknya. Bisa juga berfoto-foto dengan latar Boulevard Ijen yang cantik dan rapi.

Saat saya hendak masuk ke Museum Brawijaya, saya melihat rombongan tur ini masih asyik berfoto-foto. Peserta bus tersebut waktu itu didominasi keluarga yang membawa anak-anak. Tentunya asyik mengajak anak-anak berwisata sekaligus mengenalkannya pada sejarah perjuangan mempertahankan kemerdekaan.

2. Menggunakan Mikrolet

Di kota Malang, angkutan umumnya bernama mikrolet yang mudah dikenali dengan warna birunya. Ada 25 trayek dan menjangkau sebagian besar sudut Kota Malang.

Mikrolet ini memiliki rute yang disingkat menjadi nama di papan penandanya. Misalnya, Arjosari-Belimbing-Gadang menjadi ABG.  Dengan naik mikrolet rute ABG maka Kalian bisa menuju Taman Krida, menuju Balai Penyelamatan Empu Purwa dan Museum Musik di Perumahan Griya Santa, brwisata kuliner di sepanjang jalan Soekarno Hatta, icip-icip Burger Buto, mencicipi serabi imut di Klojen, berkunjung ke Stasiun Kota Baru, melihat Klenteng, dan ke Pasar Besar.

Jika Kalian bingung trayek mana yang akan ditumpangi, jangan kuatir. Kalian bisa bertanya ke supir mikrolet atau warga setempat. Mereka dengan senang hati akan menunjukkannya ke Kalian. Oh ya tarif mikrolet ini Rp 4 ribu.

3. Naik Becak

Becak masih tersedia di beberapa kawasan. Salah satunya di Stasiun Kota Baru. Ada juga becak motor. Namun, saya baru tahu ternyata becak motor ini masih kontroversi di Malang dengan alasan spesifikasi kendaraan ini belum masuk dalam peraturan tentang transportasi publik di Malang.

Bentor di berbagai kota memiliki nasib yang berbeda, bergantung pada peraturan di daerah tersebut. Di Sumatera Utara, misalnya. Bentor diperbolehkan. Saya ingat dulu kali pertama mencicipi bentor di Medan.

Nah  waktu pulang kampung kemarin saya juga sempat naik bentor dari Stasiun Kota Baru menuju Museum Bentoel. Tarifnya wajar, yakni Rp 15 ribu. Sementara jika naik mikrolet ABG maka setelah itu berjalan kaki lumayan jauh. Atau bisa juga lanjut dengan mikrolet lain, dilanjutkan berjalan kaki dengan jarak yang lebih pendek.

Jika Kalian ragu akan legalitas bentor yang sebenarnya sama halnya dengan naik ojek online yang mulai hadir di kota Malang, maka bisa menggunakan becak biasa. Kalian bisa tawar-menawar untuk biaya ke tempat-tempat yang Kalian ingin kunjungi.

4. Sewa Motor/Mobil

Jika Kalian bisa mengendarai kendaraan roda dua dan memiliki SIM maka Kalian bisa menyewa roda dua. Tarifnya berkisar Rp 50-100 ribu/harinya. Jika bingung masalah jalan, Kalian tinggal tanya warga setempat atau menggunakan aplikasi peta.

Jika beramai-ramai Kalian bisa menyewa mobil. Beberapa rental memberikan tarif yang berbeda untuk sewa digunakan dalam kota atau dibawa ke luar kota, seperti Batu dan Kabupaten Malang. Tarifnya berkisar Rp 400-700 ribu. Waktunya ada yang dihitung per 12 jam, ada pula yang 24 jam. Perhatikan secara cermat klausulnya sebelum menyetujui untuk rental mobil.

Mau pilihan yang unik? Bagaimana kalau Kalian berjalan kaki? Jika Kalian menginap di tengah kota sebenarnya sebagian ikon kota Malang bisa ditempuh dengan berjalan kaki. Biasanya Kalian berpapasan dengan wisatawan asing yang juga tak segan berjalan kaki. Sambil menikmati keindahan sekaligus berolah raga.

Nah, pilihan transportasi mana yang akan Kalian pilih untuk berkeliling Kota Malang?
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
NEWS FEED

Azerbaijan Menggoda Turis

Rabu, 14 Nov 2018 12:10 WIB

Azerbaijan jadi salah satu negara dengan perkembangan pariwisata tercepat dunia. Terus genjot pariwisata, Azerbaijan rilis video tentang keindahan alamnya.