Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Jumat, 20 Jan 2017 10:33 WIB

D'TRAVELERS STORIES

Nikmati Weekend Dengan Naik Kereta Api Uap

Feni Novida Saragih
detikTravel Community
Foto 1 dari 5
Kereta kayu yang ditarik lokomotif uap
Kereta kayu yang ditarik lokomotif uap
detikTravel Community - Menikmati alam Jawa tengah dihari akhir pekan memang jadi incaran banyak orang. Salah satu caranya dengan naik kereta api lokomotif keliling Jawa tengah.

Liburan mengunjungi daerah wisata baik itu alam seperti pegunungan, pantai, danau saat ini semakin marak dilakukan. Begitu juga dengan wisata situs-situs bersejarah makin digandrungi wisatawan.

Nah, jika traveler ingin menikmati keindahan alam khususnya di daerah Jawa Tengah tapi dengan suasana dan cara yang lain dari biasanya, maka liburan bersama kereta api bisa memberikan kesan dan pengalaman yang berbeda.

Menikmati keindahan alam dengan duduk manis di kereta kayu yang dioperasikan oleh PT Kereta Api Indonesia (Persero) jadi alternatif seru untuk liburan. PT KAI terkenal dengan aset-aset cagar budayanya yang tersebar di berbagai wilayah di Indonesia.

Di Jawa Tengah, selain Lawang Sewu, terdapat Museum dan Stasiun Kereta Ambarawa, Kereta Kayu dan Lokomotif Uap, dan Stasiun Tuntang yang akan mengajak traveler bernostalgia menyusuri kawasan bersejarah, khususnya sejarah kereta api Indonesia.

Berdasarkan situs resmi heritage.kereta-api.co.id, Museum Kereta Api Indonesia pada awalnya adalah sebuah stasiun yang bernama Stasiun Willem I. Stasiun ini dibangun oleh Pemerintah Hindia Belanda pada tanggal 21 Mei 1873.

Pada masa pengoperasiannya, Stasiun Willem I digunakan sebagai sarana transportasi militer di sekitar Jawa Tengah. Setelah tidak beroperasi lagi, pada 8 April 1976, Stasiun Willem I atau dikenal dengan Stasiun Ambarawa, diresmikan oleh Gubernur Jawa Tengah Supardjo Rustam sebagai Museum Kereta Api Ambarawa.

Di Museum Kereta Api Ambarawa, traveler bisa melihat sekaligus menambah pengetahuan mengenai koleksi museum berupa sarana-sarana kereta api antik yang dulunya pernah dipakai melayani angkutan penumpang. Selain itu, traveler juga dapat berkelilling untuk menikmati bangunan Stasiun Ambarawa yang unik dan klasik.

Dari Stasiun Ambarawa, PT KAI juga menyediakan Kereta kayu yang ditarik dengan lokomotif uap maupun lokomotif diesel menuju Stasiun Tuntang dan kembali ke Stasiun Ambarawa lagi. Selama perjalanan, traveler dapat menikmati panorama alam yang indah.

Menyusuri indahnya Rawa Pening, pemandangan pegunungan seperti Gunung Ungaran dan Gunung Merbabu, akan memberikan pengalaman liburan yang berkesan. Museum ini buka setiap hari, mulai pukul 08.00 hingga 17.00 WIB. Harga Tiket Masuk, untuk anak-anak (>3 tahun) dan pelajar hanya Rp5.000,-/orang, sedangkan dewasa dan mahasiswa Rp10.000,-/orang.

Untuk Perjalanan Kereta Api Diesel Vintage dengan Kereta Kayu hanya berjalan tiap Hari Minggu dan Hari Libur Nasional, pukul 10.00, 12.00, 14.00 WIB. Kereta Api Wisata dengan Lokomotif Diesel Vintage juga dapat dilayani sesuai pesanan, yakni : 1 Kereta berkapasitas 40 orang dengan tarif Rp5.000.000; 2 kereta berkapasitas 80 orang dikenakan Rp7.500.000; dan 3 kereta berkapasitas 120 orang dengan tarif Rp10.000.000.

Sedangkan Tour Kereta Api dengan Lokomotif Uap dilayani dengan sistem Sesuai Pesanan yakni : 1 kereta dengan kapasitas 40 orang dikenakan Rp10.000.000; 2 kereta dengan kapasitas 80 orang dikenakan Rp12.500.000; 3 kereta 120 orang dikenakan Rp15.000.000. Pemesanan dapat dilakukan dengan menghubungi Unit Pemasaran Angkutan Daerah Operasi 4 Semarang.

Menaiki kereta kayu baik yang ditarik dengan lokomotif diesel maupun uap mengajak traveler bernostalgia merasakan suasana perjalanan kereta api jaman sejarah dulu.

'It takes only one hour but the memory of your Railway Mountain Tour will last forever'

Itulah kutipan yang tertempel pada salah satu kereta kayu antik ini. Ya, dari Stasiun Ambarawa menuju Stasiun Tuntang pergi-pulang hanya satu jam, tapi kesan dan pengalaman yang akan dikenang akan abadi selamanya.
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
Load Komentar ...
NEWS FEED