Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Senin, 27 Mar 2017 14:06 WIB

D'TRAVELERS STORIES

Gunung Merbabu Terindah di Jawa Tengah, Setuju?

basri bachtiar
detikTravel Community
Foto 1 dari 5
Pintu Gerbang Gunung Merbabu via Selo
Pintu Gerbang Gunung Merbabu via Selo
detikTravel Community -

Gunung Merbabu dianggap sebagai salah satu gunung terindah di Jawa Tengah. Traveler setuju?

Alasannya, gunung ini mempunyai ciri khas yaitu sabana hijau yang luas dan indah. Gunung yang tidak asing lagi bagi para pendaki ini secara administratif terletak di antara Kabupaten Salatiga, Boyolali, dan Magelang. Ia Memiliki ketinggian 3142 mdpl.

Gunung Merbabu memiliki 5 jalur pendakian, Selo di Boyolali, Thekelan atau Kopeng di Salatiga, dan Suwanting-Wekas-Chuntel di Magelang. Dan kali ini saya akan sedikit bercerita tentang pendakian Merbabu melalui Jalur Selo. Kenapa saya memilih Jalur Selo karena konon katanya jalur ini tidak terlalu sulit medannya.

Start awal dari Surabaya, saya dan rekan saya menuju Kota Solo menggunakan bus dari Terminal Bungurasih menuju Terminal Tirtonadi, Solo. Kami berangkat pukul 21.00 WIB dan tiba di Solo pada pukul 04.30 WIB. Untuk menuju Solo ada beberapa pilihan bus seperti Bus Eka (Patas), Sugeng Rahayu, Sumber Selamat, dan mira untuk kelas ekonomi. Setibanya di Terminal Tirtonadi, kami beristirahat sejenak sambil menunggu waktu solat subuh.

Setelah beristihat, kami melanjutkan perjalanan dengan menggunakan Bus Jurusan Solo-Semarang. Dan turun di lampu merah dekat RSUD Boyolali. Harga tiket Bus Rp 15.000 dan kemudian melanjutkan dengan Bus kecil Jurusan Boyolali-Magelang. Biasanya nanti transit di Pasar Sapi untuk oper bus atau terkadang bisa langsung tergantung jumlah penumpang. kemudian kita turun di depan Polres Selo. Harga tiket Bus Rp 5.000. Menuju basecamp karena tidak ada angkutan umum, kita dapat memilih naik ojek atau jalan kaki, saran saya naik ojek aja karena jaraknya jauh banget dengan jalur yang mendaki. Ojek disini antara Rp 15.000 hingga Rp 20.000

Sesampainya di basecamp, kami rehat sejenak sambil mempacking ulang barang bawaan kami. Di sini ada 2 basecamp yaitu basecamp Pak Parman dan Basecamp Pak Pari. Basecamp ini jaraknya berdekatan dan sama saja sih. Di basecamp kita membayar Retribusi Rp 10.000 per orang.

Jalur pendakian via Selo, kita akan melewati 5 Pos sebelum Puncak yaitu Pos 1 atau Dok Malang, Pos 2 atau Pandean, Pos 3 atau Watu Tulis, Pos 4 atau Saban 1 dan Pos 5 atau Sabana 2. Jalur antar pos memiliki tipe dan medan yang berbeda-beda.

Setelah registrasi, kami pun memulai pendakian. Jalur yang kami lalui setelah basecamp menuju Pos 1 merupakan jalur yang masih sedikit tanjakan. Setelah melewati gerbang pendakian, kami pun masuk ke kawasan Hutan pinus yang rimbun dan rindang. Untuk menuju Pos 1 diperlukan waktu kurang lebih 1,5 jam. Jalur menuju Pos 1 juga masih tampak jelas karena banyaknya petunjuk jalan. Di Pos 1 tidak terdapat bangunan, hanya sebidang tanah ditengah hutan dan tidak ada sumber air di Pos ini.

Setelah dari Pos 1, kami melanjutkan jalan setapak demi setapak kami menuju pos 2. Jalur menuju pos 2 masih jalur yang landai ditengah hutan tropis yang sedikit terbuka sehingga pemandangan sekitar dapat terlihat. Di tengah perjalanan kami beristirahat sebentar di pos bayangan. Sebelum pos bayangan ini, kami menemukan tanjakan yang cukup menguras tenaga karena tanjakannya cukup terjal. Perjalanan dari pos 1 ke pos 2 membutuhkan waktu 1 jam. Di Pos 2 ini juga tidak terdapat shelter seperti pos 1. Di pos 2 ini hanya terdapat sebidang tanah yang cukup untuk beberapa tenda jika ingin bermalam di pos 2 ini.

dari pos 2 kami melanjutkan perjalanan ke pos 3, jalur menuju pos 3 mulai lebih banyak menanjak daripada bonusnya. Mulai di jalur ini kita dapat melihat indahnya pemandangan karena jalur menuju pos 3 merupakan jalur terbuka. Di jalur ini kita dapat melihat lembah-lembah pegunungan dan beberapa pohon edelwise. Dari pos 2 ke pos 3 memerlukan waktu kurang lebih 1 jam. Pos 3 ini merupakan wilayah luas terbuka dengan pemandangan Gunung Merapi yang beridir dengan gagahnya. Di Pos 3 ini juga dapat digunakan untuk berkemah karena daerahnya luas akan tetapi rentan terkena angin kencang karena tidak ada pohon besar dan tidak ada shelter juga di pos ini. Di pos 3 ini kami istrahat agak lama karena sudah masuk waktu jam makan siang.

setelah beristirahat dan mengisi kembali tenaga, kami melanjutkan ke pos 4. Jalur menuju pos 4 merupakan jalur yang paling sulit karena kami harus mendaki dengan kemiringan hingga 60 derajat dengan tanah yang licin. Jalur menuju pos 4 ini banyak percabangan jalan akan tetapi akan menuju 1 tempat ketika tiba di atas. Jalur menuju pos 4 memang terjal akan tetapi tidak akan terasa karena pemandangannya bagus banget. Padang rumput yang hijau khas merbabu terlihat dari kejauhan seolah-olah memanggil kami. Ketika tiba diatas bukit, kita akan melihat pemandangan gunung merapi yang sedang dikelilingi awan. Pos 4 ini disebut sabana 1 karena memang lokasinya di pinggir padang rumput yang hijau. Dari pos 3 menuju pos 4 ini kami membutuhkan waktu hampir 2 jam. Karena waktu sudah semakin sore, kami memutuskan untuk bermalam di pos 4. Pos 4 ini wilayahnya cukup luas dan banyak pohon sehingga dapat digunakan untuk berlindung dari terpaan angin.

Bermalam di pos 4 ditemani dengan alunan angin yang cukup kencang. Pagi pun datang, kami melanjutkan perjalanan menuju puncak. Barang-barang kami tinggal di tenda, kami hanya membawa barang secukup dan seperlunya saja sehingga akan meringankna beban kami. Dari pos 4 ini kami harus menuju pos 5 terlbih dahulu sebelum menuju puncak. Perjalanan menuju pos 5 menanjak dan menuruni bukit dengan pemandangan padang rumput. Sejauh mata memandang yang terlihat hanya hijaunya padang rumbut. Dari pos 4 menuju pos 5 ini memerlukan waktu 1 jam.

Dari pos 5 menuju puncak, kami harus memerlukan waktu kurang lebih 1 jam. Jalur yang kami lalui saat itu cukup licin dengan trek yang menurun dan menanjak. Sepanjang jalur kita akan menemui bunga edelwise. Jalur menanjak cukup terjal hingga puncak. Gunung merbabu memiliki beberapa puncak yaitu puncak Kenteng Songo yang merupakan puncak tertinggi, Puncak Triangulasi, dan Puncak Syarif. Spot foto terbaik yaitu di puncak kenteng songo karena memiliki latar belakang gunung merapi. Akan tetapi pada saat itu, badai menerpa hingga pemandangan tertutup oleh kabut yang cukup tebal.

Setelah menikmati dinginnya hembusan angin di puncak, kami pun segera turun karena angin semakin kencang dan gerimis mulai datang. Sampai berjumpa kembali Merbabu.

BERITA TERKAIT
BACA JUGA
NEWS FEED

Eksotisme Hutan Mati di Garut

Kamis, 14 Des 2017 23:10 WIB

Hutan mati di Gunung Papandayan, Garut sudah terkenal dengan eksotismenya. Meski jalur ke sana terbilang landai, harus tetap butuh stamina.