Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Senin, 08 Mei 2017 11:53 WIB

D'TRAVELERS STORIES

Icip-icip Pecel Semanggi, Kuliner Langka Asli Surabaya

Widi Arini
detikTravel Community
Foto 1 dari 5
Salah satu penjual pecel semanggi di Taman Bungkul
Salah satu penjual pecel semanggi di Taman Bungkul
detikTravel Community - Dari sekian banyak kuliner khas Surabaya, pecel semanggi jadi yang paling dicari. Itu karena kuliner ini sudah mulai langka. Yuk, kita icip-icip rasanya.

Pecel Semanggi adalah makanan tradisional khas dari Kota Pahlawan, Surabaya. Kuliner pecel semanggi ini menggunakan daun semanggi sebagai bahan utama.

Sesuai dengan namanya, kuliner ini mirip dengan pecel yang biasa kita temui di sebagian besar wilayah Indonesia. Meskipun termasuk dalam jenis pecel, namun bahan dan rasanya tentu berbeda.

Yang membedakan adalah pecel semanggi ini disajikan hanya dengan daun semanggi, tauge dan kangkung saja kemudian disiram dengan bumbu kacang. Untuk menambah rasa gurih maka anda bisa memakannya dengan kerupuk berwarna kuning yang biasa disebut kerupuk puli.

Rasa khas daun semanggi ini memberikan sensasi yang berbeda ketika Anda mulai menyantap pecel semanggi ini. Tidak terasa pahit dan teksturnya lembut, sedikit mirip daun bayam yang direbus sampai empuk. Untuk bumbu kacangnya sendiri didominasi oleh rasa manis, namun si penjual biasanya menyediakan sambal bila anda mau agak sedikit pedas.

Penjual pecel semanggi ini sebagian besar datang dari Desa Kendung atau biasa dikenal dengan sebutan Desa Semanggi. Disebut Desa Semanggi karena warga di sana membudidayakan tanaman Semanggi serta profesi mereka yang sebagian besar sebagai penjual Pecel semanggi.

Penjual pecel semanggi ini sulit ditemukan di sembarang tempat karena cara berjualan mereka yang berkeliling dari satu tempat ke tempat lainnya. Jika Anda berminat anda bisa menemukannya ditempat tertentu saja, seperti di Taman Bungkul.

Itu pun tidak banyak penjual terlihat, hanya sekitar satu atau dua orang saja. Jadi meskipun ini makanan khas Surabaya, namun tetap langka keberadaaanya. Untuk harganya sendiri, Anda cukup merogoh kocek sepuluh ribu rupiah per porsi. Sangat terjangkau bukan?
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
Load Komentar ...
NEWS FEED