Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Rabu, 19 Jul 2017 14:52 WIB

D'TRAVELERS STORIES

Bukan Sidoarjo, Ini Fenomena Lumpur Unik di Grobogan

Neny Setiyowati
detikTravel Community
Foto 1 dari 4
Bledug Kuwu mengeluarkan asap,gas,belerang dan air garam saat meletup
Bledug Kuwu mengeluarkan asap,gas,belerang dan air garam saat meletup
detikTravel Community - Traveler yang sedang mudik di kawasan Jawa Tengah, mungkin bisa mampir ke Desa Kuwu. Di sini terdapat fenomena lumpur yang meletup secara alami.

Tepatnya berlokasi di Desa Kuwu, Kecamatan Kradenan, Kabupaten Grobogan, Provinsi Jawa Tengah, objek wisata ini bernama Bledug Kuwu. Sesuai dengan namanya, 'mbledug' dalam Bahasa Jawa berarti meletup dan 'Kuwu' adalah nama desanya.

Kawah lumpur yang memiliki luas sekitar 45 hektar ini meletup secara berkala dan berlangsung terus menerus dengan interval waktu antara 2 sampai 3 menit.

Ketinggian letupannya bisa mencapai hingga 2 meter, sehingga tampak dari kejahuan sekitar 100an meter. Letupan-letupan lumpur yang mengeluarkan asap membawa serta larutan kaya mineral seperti metana,cairan belerang dan air garam.

Proses ini menjadikan kawah lumpur yang dulunya berada di dasar laut, kini menjadi daratan dengan ketinggian sekitar 53 meter di atas permukaan laut. Penduduk setempat memanfaatkan air garam ini untuk pembuatan konsentrat garam (bleng) dan garam secara tradisional.

Bleng ini biasanya dipakai untuk membuat kerupuk gendar (khas Jateng). Serta bubuk belerang yang di percaya untuk menyembuhkan penyakit kulit dan perawatan tubuh. Traveler bisa membelinya di lokasi.

Menurut warga setempat fenomena letupan lumpur ini sudah terjadi sejak zaman Kerajaan Mataram Kuno sekitar (732M-928M). Legenda turun temurun yang beredar bahwa Bledug Kuwu terjadi karena adanya lubang yang menghubungkan tempat itu dengan Laut Selatan (Samudra Hindia).

Konon lubang itu adalah jalan pulang Jaka Linglung yang menjelma menjadi ular naga dari Laut Selatan menuju kerajaan Medang Kamulan setelah mengalahkan Prabu Dewata Cengkar yang telah berubah menjadi buaya putih di Laut Selatan. Ini juga sebagai persyaratan agar diakui sebagai anak oleh Raden Ajisaka.

Keadaan di sekitar obyek wisata sangat panas dan tandus, traveler disarankan untuk tetap berhati-hati karena tanah di sekitar sangat labil. Kelihatannya keras tapi gembur.

Namun jangan khawatir, apabila terperosok di dalam lumpur, tersedia air untuk membersihkan dengan membayar Rp 2.000 saja. Suhu di sini sangat panas, minimum 31 derajat celcius. Untuk kenyamanan pengunjung, tersedia sewa payung. Lalu ada juga juga penjual makanan dan minuman seperti air kelapa muda yang merupakan khas Desa Kuwu.

Selama libur lebaran tiket masuk ke obyek wisata di jual dengan harga RP 15 ribu. Akses ke sini sangat mudah sekali. Apabila datang dari kota Semarang, bisa menggunakan bus umum menuju kota Purwodadi dengan lama perjalanan sekitar 2 jam.

Setelah sampai di terminal bisa mencari bus jurusan Sulur dan akan berhenti tepat di depan area Bledug Kuwu karena lokasinya berada di pinggir jalan. Untuk jalan pulang juga memakai cara yang sama, cukup menunggu bus di luar saja. Selamat Berkunjung.
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
Load Komentar ...
NEWS FEED

Foto: Wanita yang Mandi Darah

Rabu, 16 Agu 2017 07:15 WIB

Nama Kastil Cachtice mungkin masih asing di telinga. Sejarahnya bisa bikin merinding, karena dulunya tempat mandi darah para gadis!

Foto: Manusia Topeng dari Afrika

Rabu, 16 Agu 2017 17:30 WIB

Mungkin, sekilas warga yang tinggal di kawasan Burkina Faso ini terlihat menyeramkan. Setiap hari, mereka menggunakan topeng yang bentuknya abstrak!