Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Rabu, 19 Jul 2017 14:35 WIB

D'TRAVELERS STORIES

Berburu Kuliner Khas Betawi di Setu Babakan

Muhammad Catur Nugraha
detikTravel Community
Foto 1 dari 5
Seporsi kerak telor dan bir pletok
Seporsi kerak telor dan bir pletok
detikTravel Community - Bagi anda pecinta kuliner khas Betawi, datanglah ke Setu Babakan. Di sana Anda akan menemukan beragam pilihan kuliner khas Betawi.

Tempat wisata dengan nuansa Betawi yang kental ini berada di wilayah Kelurahan Srengseng Sawah, Kecamatan Jagakarsa, Jakarta Selatan.

Saya bersama istri mengunjungi Setu Babakan dalam rangka mengisi libur akhir pekan, selain itu kami juga berniat mencari kuliner khas Betawi. Pintu masuk Setu Babakan berada di Jalan Muhammad Kahfi II yang artinya tidak jauh dari rumah kami, hanya 15 menit berkendara kami sudah tiba tepat di depan pintu masuk kawasan Setu Babakan.

Begitu memasuki area Setu Babakan nuansa betawi sangat terasa. Setelah melewati area perkampungan, kami tiba di tepi Setu Babakan yang merupakan Setu Babakan merupakan danau buatan dengan luas sekitar 32 hektar.

Di sepanjang tepian Setu Babakan banyak pedagang yang menjajakan makanan Khas Betawi seperti ketoprak, soto Betawi dengan kuah santannya, toge goreng, bakso laksa, uli bakar, kerak telor dan banyak lagi.

Sekarang saatnya memilih makanan, karena tidak mungkin semua pilihan yang ada kami coba. Kami pun keliling sebentar untuk mensurvey dan memilih makanan mana yang akan kami rasa.

Pilihan pertama jatuh pada Kue Rangi. Alasan saya memilihnya karena kue khas Betawi ini sekarang sudah sulit ditemukan. Hal ini diamini oleh bapak penjual Kue Rangi.

Semakin langkanya Kue Rangi di Jakarta karena perubahan selera orang-orang zaman sekarang yang lebih memilih membeli kue di tok-toko dengan kue yang lebih variatif.

Kue Rangi dibuat dari campuran tepung sagu dengan kelapa parut yang dipanggang dengan cetakan seperti cetakan kue pancong. Namun ceruk cetakan untuk kue rangi lebih rapat dibandingkan dengan cerukan untuk kue pancong.

Kue rangi disajikan dengan topping gula merah yang dikentalkan dengan sedikit tepung sagu. Untuk menambah selera biasanya pasta gula merah ini dicampur dengan potongan nangka atau durian. Harga kue rangi ini sangat murah, untuk satu loyangnya hanya dihargai Rp 5.000

Dari makanan ringan, sekarang saatnya ke makanan berat. Dari sekian banyak pilihan yang ada, kami memilih Kerak Telor. Alasannya sama seperti saat memilih Kue Rangi, karena makanan asli Betawi ini juga sudah jarang ditemukan.

Kerak Telor dibuat dengan bahan-bahan beras ketan putih, telur ayam atau telur bebek, ebi sangrai. Semua bahan dicampur lalu dimasak di wajan dengan tungku yang masih menggunakan kayu sebagai bahan bakarnya.

Setelah matang, sebelum disajikan Kerak Telor diberi topping bumbu yang terdiri dari kelapa sangrai, cabai merah, kencur, jahe, merica, garam, gula pasir yang menjadi satu dan dihaluskan.

Harga seporsi Kerak Telor jika menggunakan telur ayam adalah Rp 15.000, sedangkan jika menggunakan telur bebek Rp 18.000. Untuk teman makan Kerak Telor, kami memesan Bir Pletok, minuman khas Betawi.

Meski bernama bir, tapi ia tidak mengandung alkohol dan tidak menyebabkan mabuk. Justru Bir Pletok ini bisa membuat badan lebih segar setelah meminumnya.

Bir Pletok terbuat dari campuran beberapa rempah seperti jahe, daun pandan wangi dan serai. Agar menarik selera ditambah juga kayu secang yang memberikan warna merah saat diseduh dengan air panas.

Rasanya puas sekali bisa merasakan kuliner khas Betawi di lokasi dengan nuansa Betawi yang kental. Sore itu kami tutup dengan membeli oleh-oleh dodol Betawi dan Bir Pletok yang dikemas dalam botol.
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
Load Komentar ...
NEWS FEED