Kearifan Lokal Abadi di Desa Bena
Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Kearifan Lokal Abadi di Desa Bena

Pradikta Kusuma - detikTravel
Jumat, 26 Jan 2018 11:50 WIB
loading...
Pradikta Kusuma
Indahnya Desa Adat Bena
Serasa kembali ke jaman batu
Pekerjaan utama dari para penduduk Desa Bena adalah membuat kain tenun
Rumah rumah adat masih terjaga hingga kini
Desa Adat Bena berada persis di kaki Gunung Inerie
Kearifan Lokal Abadi di Desa Bena
Kearifan Lokal Abadi di Desa Bena
Kearifan Lokal Abadi di Desa Bena
Kearifan Lokal Abadi di Desa Bena
Kearifan Lokal Abadi di Desa Bena
Jakarta - Desa Adat Bena di Flores masih mempertahankan adat istiadat leluhurnya. Alamnya nan syahdu, penduduknya ramah mebmuat siapapun ingin berkunjung ke sini.Desa Adat Bena, satu dari beberapa desa di daerah Bajawa Flores yang masih mempertahankan adat istiadat leluhur mereka. Terdapat 45 buah rumah yang saling mengelilingi dengan 9 suku yang menghuni rumah-rumah tersebut, yaitu suku Dizi, suku Dizi Azi, suku Wahto, suku Deru Lalulewa, suku Deru Solamae, suku Ngada, suku Khopa, dan suku Ago. Pembeda antara satu suku dengan suku lainnya adalah adanya tingkatan sebanyak 9 buah dan setiap satu suku berada dalam satu tingkat ketinggian.Susunan rumah-rumah di Bena terlihat sangat unik karena bentuknya yang melingkar membentuk huruf U, dan setiap rumahnya pun memiliki hiasan atap yang berbeda satu sama lainnya berdasarkan garis keturunan yang berkuasa dan tinggal di rumah tersebut.Ketika melangkah di teras-teras bertingkat ini aku sering diingatkan oleh para penduduk Desa Bena agar tak menginjak dan menyentuh bebatuan yang ada di sana. Karena dari penjelasan mereka batu batu itu adalah sebuah penanda makam dari para leluhur mereka. Tak ada kata kata marah ketika para pengunjung tak sengaja menyentuhnya, hanya sebuah penjelasan halus dengan senyuman dari para penduduk Bena.Tak ada biaya masuk ketika berkunjung ke Desa Bena, hanya perlu sumbangan sukarela saja. Ketika berkunjung pun kami harus mengenakan sebuah kain tenun khas dari Desa Bena ini. Tenun merupakan identitas mayoritas dari penduduk Flores tak terkecuali Penduduk Desa Bena ini. Para ibu-ibu nampak selalu sibuk dengan alat tenunnya yang berada di depan rumah rumah adat. Kain kain tenun yang sudah selesai mereka pajang diatas sekaligus dijajakan kepada para pengunjung.Harga untuk kain tenun berukuran besar sekitar 300 sampai 500 ribu. Terkesan mahal memang, namun ketika kita tahu bagaimana proses untuk membuat sebuah kain tenun itu kita akan berpikir harga itu akan terasa pantas. Kain tenun benar benar dibuat secara handmade mulai dari benang hingga menjadi lembaran kain. Bahan baku benangnya pun mereka buat secara mandiri memanfaatkan dari akar akar tumbuhan yang mereka tanam di ladang.Berfoto di Desa Bena ini serasa kembali pada zaman batu dahulu kala. Background rumah adat dengan bebatuan berbagai ukuran yang tertata di belakang menambah keeksotisan gambar yang tertangkap pada kamera. Spot-spot foto juga terdapat di beberapa titik dimana kita dapat memandang keindahan Desa Bena dari ketinggian. Tepat di pelataran belakang desa pun terdapat sebuah pondok kecil untuk beristirahat para pengunjung. Dari pondok kecil ini pemandangan lepas langsung tersaji di depan mata. Gagah dab anggun inerie sangat jelas terlihat, cerukan-cerukan tanah yang membentuk tebing-tebing nan terjal dapat kita nikmati. Apalagi di kejauhan gradasi warna biru dari lautan juga terlihat makin menambah indah perpaduan alam yang disajikan di Desa Bena.
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads