Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Jumat, 09 Mar 2018 11:42 WIB

D'TRAVELERS STORIES

Singkawang Bukan Cuma Tatung Ekstrem

Ivonesuryani
detikTravel Community
Foto 1 dari 5
 Vihara Tri Dharma Bumi Raya yang telah berusia 140 tahun.
Vihara Tri Dharma Bumi Raya yang telah berusia 140 tahun.
detikTravel Community -

Parade Tatung merupakan magnet terbesar untuk menarik wisatawan mengunjungi Singkawang. Namun, tahukah kalian bahwa Singkawang juga punya potensi lain yang juga sangat menarik untuk dikunjungi?

Setiap kali mendengar atau membaca nama Kota Singkawang, Kalimantan Barat, yang terbayang pastilah Parade Tatung. Tatung adalah sosok orang yang menjadi media komunikasi antara roh leluhur dengan orang-orang yang masih hidup. Mereka adalah orang-orang pilihan yang mau tidak mau, tidak dapat mengelak bila telah dipilih oleh para leluhur.

Parade Tatung merupakan magnet terbesar untuk menarik wisatawan mengunjungi Singkawang. Namun, tahukah kalian bahwa Singkawang juga punya potensi lain yang juga sangat menarik untuk dikunjungi?

Singkawang atau San Keuw Jong yang dalam Bahasa Hakka berarti kawasan dengan mata air yang mengalir dari gunung hingga ke laut, dahulu merupakan tempat singgah para pedagang dan penambang emas asal Tionghoa. Kota ini dipilih sebagai tempat persinggahan karena memiliki lahan yang subur dan sumber mata air. Maka tak heran bila terdapat banyak etnis Tionghoa dan vihara atau kelenteng sebagai tempat mereka beribadah di kota ini, sehingga melahirkan sebutan Kota Amoy dan Kota Seribu Kelenteng.

Salah satu kelenteng tertua di Singkawang adalah Vihara Tri Dharma Bumi Raya yang berdiri sejak tahun 1878 di Jalan Sejahtera, Singkawang Barat. Kelenteng ini menjadi pusat bertemunya para Tatung saat Parade Tatung digelar. Dahulu, Vihara Tri Dharma Bumi Raya merupakan tempat beristirahat para penambang emas asal Tionghoa. Lingkungan di sekitar vihara merupakan kawasan kota tua Singkawang, sehingga bisa menjadi spot foto yang instagenic lho.

Di Singkawang juga terdapat kelenteng yang megah dan cantik, yaitu Vihara Budi Dharma atau dikenal juga dengan nama Kelenteng Kwan Im Kiung. Vihara yang berada di Jalan GM Situt ini ramai dikunjungi jemaahnya untuk sembahyang atau wisatawan yang sekedar ingin berfoto. Rumah Keluarga Tjhia, yang berada di Kawasan Tradisional Jalan Budi Utomo No. 36, Singkawang Barat, juga menarik untuk disambangi. Rumah yang telah berusia 117 tahun ini ramai dikunjungi wisatawan lokal maupun mancanegara.

Rumah Keluarga Tjhia belum pernah dipugar, hanya cat rumah saja yang sering berubah. Salah satu bagian rumah yang menarik untuk dilihat adalah altar sembahyang. Tjhia Fung Sin, pemilik rumah ini, adalah saudagar yang menjual hasil bumi seperti kopra dan damar. Kini, rumah ini dihuni oleh generasi keempat sampai ketujuh. Singkawang juga mempunyai destinasi wisata alam yang indah. Di sini terdapat sebuah pantai berbatu besar, yaitu Pantai Bajau. Pasir pantainya berbutir kasar dan berwarna kecoklatan. Pantai Bajau berada dibagian selatan Singkawang dan berjarak 3 kilometer dari pusat kota serta merupakan sunset point terbaik di Singkawang.

Pantai Bajau masuk dalam Kawasan Wisata Tanjung Bajau. Tiket masuk ke kawasan ini sebesar Rp. 50.000 per orang, sudah termasuk paket mengunjungi wahana lain seperti Taman Ikan Dunia Air, Rindu Alam dan Sinka Zoo, serta Wahana Permainan Fantasy Island. Jika hanya ingin menikmati pantai, kita hanya membayar tiket sebesar Rp. 40.000.

Jadi, Singkawang tetap menarik untuk dikunjungi walau sedang tidak ada event Cap Go Meh. Akses menuju Singkawang pun sangat baik. Banyak penerbangan dari berbagai kota di Indonesia menuju Pontianak. Dari sini, perjalanan dilanjutkan menggunakan jalur darat menuju Singkawang dengan waktu tempuh 3 jam. Hotel dan penginapan juga banyak tersedia, bahkan beberapa resort dengan private beach baru saja beroperasi.

BERITA TERKAIT
BACA JUGA
NEWS FEED