Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Jumat, 13 Apr 2018 10:46 WIB

D'TRAVELERS STORIES

Menengok Tradisi Suku Li dan Miaw di Pulau Hainan China

Maya Bella
detikTravel Community
Foto 2 dari 5
Semua gadis suku Li dan Miaw harus bisa menenun
Semua gadis suku Li dan Miaw harus bisa menenun
detikTravel Community -

Bertandang ke Pulau Hainan, China, ada sebuah suku unik dengan sejuta budaya. Suku Li dan Miaw namanya.

Liburan tak selalu mengunjungi tempat indah dan kuliner yang lezat. Sesekali perlu juga menengok kehidupan suku minoritas dengan berbagai tradisi yang unik. Salah satunya kehidupan Suku Li & Miaw, di China.
Terletak di pulau Hainan, sebuah pulau tak jauh dari daratan China, suku dengan beragam budaya unik ini bisa ditemui .


Tradisi Memberi Salam
Suku Li & Miaw memiliki cara memberi salam yang unik. Bila ada tamu yang akan berkunjung ke sebuah rumah, maka sang pemilik rumah akan menyambut tamu itu dengan cara memegang telinganya. Apabila tamu tersebut membalas memegang telinga si pemilik rumah, artinya ia akan tinggal di rumah itu.


Gadis yang harus bisa Menenun
Suku ini juga dikenal dengan hasil tenunannya yang sangat indah. Itu karena semua Suku Li & Miaw harus bisa menenun, kalau tidak, mereka tidak boleh menikah. Konon kabarnya, pada zaman dahulu kala, hasil tenunan yang indah itu tidak dijual, tapi dikhususkan untuk raja-raja.


Beragam kerajinan
Berbagai kerajinan juga dibuat di sana. Ada kerajinan keramik hingga beragam alat musik. Salah satunya adalah serulng. Uniknya, penduduk suku miaw ini tidak meniup seruling menggunakan mulutnya, melainkan menggunakan hidung.


Cara Melamar yang Unik
Tradisi melamarnya pun berbeda dengan suku pada umumnya. Seorang yangingin melamar seorang gadis, wajib bernyanyi di depan rumah yang tertutup. Bila si gadis menyukai nyanyiannya, maka gadis itu akan keluar dari dalam rumah.


Dagangan Tanpa Penjual
Suku Li & Miaw juga mempunyai cara berjualan yang unik. Mereka meletakkan barang dagangannya dengan tidak ditunggui. Namun mereka membuat sebuah papan berisi informasi harga, agar pembeli bisa meletakkan uangnya ditempat yang telah ditentukan. Itu karena mereka percaya pada hukum karma, bahwa setiap orang yang mengambil barang dagangan tanpa membayar, akan mendapat hukum karma yang setimpal dengan perbuatannya.
Hasil Kunjungan ke Suku Li & Miaw (Yetian Minority National Village) di Pulau HainanÂ

BERITA TERKAIT
BACA JUGA
NEWS FEED

6 Tips Wisata ke Patung GWK

Rabu, 19 Sep 2018 18:45 WIB

Patung Garuda Wisnu Kencana (GWK) di Bali menjadi ikon yang digemari turis. Agar wisata ke sana lebih maksimal, simak dulu tips berikut ini.